Azril Azahari
Universitas Trisakti

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KEMITRAAN AGRIBISNIS TIGA TUNGKU Azril Azahari
Journal of Indonesian Economy and Business (JIEB) Vol 15, No 2 (2000): April
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.691 KB)

Abstract

Kebijakan strategis untuk memberdayakan petani telah dimasyarakatkan, yaitu dengan melakukan perubahan pendekatan masalah yang semula menitikberatkan pada peningkatan produksi beralih kearah kebijakan yang berorientasi pasar yang dikenal dengan pendekatan agribisnis. Strategi yang digunakan dalam pengembangan SDM Tiga Tungku adalah dengan pendekatan sistem usahatani terpadu, yaitu: (1) program pengembangan pelopor, motivator dan mandiri, (2) peningkatan peranan wanita pedesaan, (3) program pengembangan usahatani terpadu, (4) pemasaran, kredit dan tabungan. Sebelum melakukan kegiatan kemitraannya, terlebih dahulu mengadakan temu usaha antara calon pembeli atau calon pemasar termasuk “middle market” LSM dan instansi pemerintah terkait. Sedangkan rantai jaringan distribusi tataniaga yang sering digunakan petani adalah : petani-pedagang, pengumpul-pengecer atau petanipedagang, pengumpul-eksportir. Model kemitraan agribisnis yang dikembangkan adalah : model pemasaran bersama, model saham, don model kontrak lepas.
PEMBANGUNAN SUMBERDAYA MANUSIA DAN INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA SEKTOR PERTANIAN Azril Azahari
Journal of Indonesian Economy and Business (JIEB) Vol 15, No 1 (2000): January
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.291 KB)

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi indikator-indikator yang dapat digunakan untuk mengukur kinerja pembangunan manusia pertanian. Untuk mengetahui tingkat keberhasilan proses pembangunan yang berorientasi pada manusia, UNDP telah mengembangkan Indeks Pembangunan Manusia/IPM (Human Development Index/HDI). Selain IPM, sejak tahun 1995 UNDP telah mengembangkan pula alat ukur lain, yang ditujukan pula untuk menilai keberhasilan pembangunan di suatu negara. Alat ukur tersebut adalah Indeks Kemiskinan Manusia/IKM (Human Poverty Indeks/HPI) dan indeks pembangunan Jender/IPJ (Gender Development index/ GDI). Memperhatikan permasalahan dan program pembangunan yang dikemukakan oleh berbagai ahli, maka ada delapan aspek yang mejadi perhatian pokok dalam pembangunan manusia. Kedelapan aspek tersebut adalah. pendidikan, kesehatan, kesejahteraan ekonomi produktivitas tenaga kerja, pengangguran, aspek moral, kesejahteraan jender, dan kemiskinan. Ternyata kedelapan aspek tersebut umumnya juga merupakan issue dan permasalahan yang dihadapi oleh sumberdaya manusia pertanian. Dikaitkan dengan hal tersebut dan ketersediaan data maka pembangunan manusia pertanian diukur dengan menggunakan indeks komposit yang tersusun dari indikator: pendidikan, produktivitas tenaga kerja dan kesejahteraan ekonomi. Selain itu pengukuran kesetaraan jender juga dilakukan dengan menggunakan indikator yang sama dengan indikator pembangunan manusia pertanian. Pendidikan dijadikan sebagai indikator pokok dalam pembangunan manusia pertanian, karena masalah pendidikan sudah menjadi salah satu target pembangunan yang telah dicanangkan PBB. Selain itu perbaikan mutu pendidikan dikalangan masyarakat memiliki multiplier effect yang besar. Mengingat berbagai keterbatasan yang dihadapi (khususnya ketersediaan data), maka IPM pertanian (yang menetapkan derivasi dari IPM) disusun dengan menggunakan indikator pendidikan, produktivitas tenaga kerja dan pendapatan. Perhitungan komponen indikator pendidikan yang digunakan dalam studi ini serupa dengan prosedur yang telah dilakukan UNDP dan BPS.