Arti D. Adji
Universitas Gadjah Mada

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DO BUDGET DEFICITS RAISE CURRENT ACCOUNT DEFICITS? CASES IN ASEAN-5 Arti D. Adji
Journal of Indonesian Economy and Business (JIEB) Vol 13, No 2 (1998): April
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.084 KB)

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji apakah defisit anggaran meningkatkan defisit transaksi berjalan seperti yang diharapkan oleh teori makroekonomi konvensional. Objek dari tulisan ini adalah lima negara pendiri ASEAN (Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand dan Philipina). Terdapat debat mengenai pengaruh defisit anggaran terhadap defisit transaksi berjalan. Pendekatan konvensional menyatakan bahwa defisit anggaran akan meningkatkan defisit transaksi berjalan melalui pengaruh tingkat bunga dan pengaruh output. Pendekatan Ricardian meyakini bahwa defisit anggaran dan defisit transaksi berjalan tidak berhubungan. Selama ini studi-studi empiris menghasilkan kesimpulan yang mendua. Tulisan ini menemukan bahwa pada awal 1980-an defisit transaksi berjalan di ASEAN-5 terutama disebabkan oleh defisit anggaran, sedangkan pada tahun 1990-an defisit transaksi berjalan lebih banyak disebabkan oleh adanya investasi yang berlebihan (overinvestment). Fenomena overinvestment ini disinyalir juga merupakan salah satu sebab timbulnya krisis keuangan di Asia Tenggara.
IS 'THE IMPOSSIBLE TRINITY' TRUE? Arti D. Adji
Journal of Indonesian Economy and Business (JIEB) Vol 14, No 2 (1999): April
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.304 KB)

Abstract

Aliran modal masuk ke kawasan Asia-Pasifik meningkat secara signifikan pada akhir tahun 1980-an dan cenderung berlebih pada paruh pertama tahun 1990an. Aliran modal masuk yang berlebih tidak akan berdampak buruk apabila 'The Impossible Trinity' benar terjadi. Tulisan ini bertujuan menelaah fenomena 'The Impossible Trinity (Kemustahilan Tritunggal)' yaitu independensi kebijakan moneter, eksogenitas kurs, dan aliran modal internasional yang bebas. Kawasan Asia-Pasifik tidak dapat menghindari terjadinya 'Kemustahilan Tritunggal'. Salah satu komponen Tritunggal harus diendogenkan. Di samping itu, sterilisasi juga terbukti tidak efektif dalam mengantisipasi aliran modal masuk.