Gunawan Sumodiningrat
Universitas Gadjah Mada

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

JARING PENGAMAN SOSIAL DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT Gunawan Sumodiningrat
Journal of Indonesian Economy and Business (JIEB) Vol 14, No 3 (1999): July
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.256 KB)

Abstract

Kondisi krisis moneter, ekonomi, dan kepercayaan yang terjadi di Indonesiadewasa ini, telah menimbulkan berbagai permasalahan sosial dan ekonomi. Salahsatunya terkait dengan meningkatnya pengangguran dan jumlah penduduk miskin,baik di perkotaan maupun di perdesaan yang disebabkan oleh adanya kesenjanganantarpenduduk, antarsektor dan antardaerah. Untuk itu, perlu adanya paradigma barudalam pembangunan nasional yang lebih menekankan pada optimalisasasi perananseluruh lapisan masyarakat dalam pembangunan nasional melalui strategi yangmemadukan pertumbuhan dan pemerataan secara berkelanjutan. Upaya ini dilakukanmelalui program jaring pengaman sosial dan pemberdayaan masyarakat. Makalah inimemfokuskan pada kajian literatur yang lerkait dengan program JPS danpemberdayaan masyarakat, serta berbagai upaya yang dapat dilakukan dalam rangkamemantapkan mekanisme pelaksanaannya.
POTENSI PERTANIAN PEDESAAN DAN SWASEMBADA PANGAN Gunawan Sumodiningrat
Journal of Indonesian Economy and Business (JIEB) Vol 2, No 1 (1987): September
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (813.111 KB)

Abstract

Prioritas pembangunan sejak awal Pelita I tampak terlalu banyak menekankan pada pencapaian tujuan akhir yaitu produksi nasional yang tinggi atau pada orientasi target, tapi kurang memperhatikan keikutsertaan pelaku ekonomi dalam proses tersebut. Prioritas yang kurang memberi perhatian pada pelaku ekonominya ternyata tidak sepenuhnya memberikan hasil seperti yang diharapkan. Hal ini terlihat dari kurang siapnya pelaku ekonomi untuk tanggap terhadap keadaan yang "normal" karena keikutsertaan mereka dalam pembangunan relatif kecil. Kekurangsiapan ini merupakan kendala bagi proses pembangunan, khususnya di sektor pertanian.Sehingga, bila sektor pertanian diharapkan untuk tetap mempunyai peranan dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional, jelas akan memerlukan waktu dalam pembenahannya. Namun demikian, pembenahan ini akan mampu menjaga momentum pembangunan dan memanfaatkan keberhasilan pembangunan nasional yang telah dicapai hingga saat ini.