Bambang Bintarto
1Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Mineral UPN “Veteran” Yogyakarta Jl. SWK 104 Condongcatur Yogyakarta 55285

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisa Indikasi Pembentukan Scaling Berdasarkan Simulasi Numerik Sumur Panas Bumi Herianto Herianto; M. Th. Kristiati; Bambang Bintarto; Dewi Asmorowati
Prosiding Seminar Nasional Teknik Kimia "Kejuangan" 2020: PROSIDING SNTKK 2020
Publisher : Seminar Nasional Teknik Kimia "Kejuangan"

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan Perolehan Minyak Dengan CO2 Flooding pada Lapangan “X” Lapisan “Y” Edgie Yuda Kaesti; Bambang Bintarto
Jurnal Mineral, Energi dan Lingkungan Vol 1, No 1 (2017): Juni
Publisher : Fakultas Teknologi Mineral, Universitas Pembangunan Nasional (UPN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (20.098 KB) | DOI: 10.31315/jmel.v1i1.1768

Abstract

Enhance Oil Recovery (EOR) adalah salah satu teknik dalam meningkatkan jumlah minyak yang dapat di produksikan. Proses CO2-EOR adalah dengan menginjeksi CO2 pada lapisan produktif dengan tekanan dibawah tekanan rekah formasi. Pada EOR ini menggunakan CO2 karena CO2 mudah larut dalam minyak bumi namun sulit larut pada air dan ketersediaan CO2 pada lapangan migas sangat berlimpah.Pemilihan metode peningkatan perolehan dengan CO2 Flooding pada Lapangan X menggunakan gas CO2 dikarenakan: gas CO2 tidak bereaksi dengan air atau minyak dan ketersediaan gas CO2 yang cukup besar di Lapangan X. Peningkatan perolehan minyak pada lapisan “Y” dapat dilakukan dengan beberapa metode, antara lain dengan Water Flooding (Injeksi Air) dan CO2 Flooding (Injeksi CO2). Pada Lapangan X lapisan Y ini peningkatan perolehan minyak dilakukan dengan metode CO2 Flooding.Sumur-sumur yang digunakan sebagai sumur injeksi pada proses injeksi gas CO2 adalah sumur water flooding dan sumur suspended pada lapisan yang sama. Recovery factor menggunakan skenario pengembangan menggunakan injeksi gas CO2 akan bertambah sebesar 47,05% dari recovery factor pada base case sebesar 58,79% menjadi 86,84% (sama dengan 350 MSTBO).
Peningkatan Perolehan Minyak Dengan CO2 Flooding pada Lapangan “X” Lapisan “Y” Edgie Yuda Kaesti; Bambang Bintarto
Jurnal Mineral, Energi dan Lingkungan Vol 1, No 1 (2017): Juni
Publisher : Fakultas Teknologi Mineral, Universitas Pembangunan Nasional (UPN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jmel.v1i1.1768

Abstract

Enhance Oil Recovery (EOR) adalah salah satu teknik dalam meningkatkan jumlah minyak yang dapat di produksikan. Proses CO2-EOR adalah dengan menginjeksi CO2 pada lapisan produktif dengan tekanan dibawah tekanan rekah formasi. Pada EOR ini menggunakan CO2 karena CO2 mudah larut dalam minyak bumi namun sulit larut pada air dan ketersediaan CO2 pada lapangan migas sangat berlimpah.Pemilihan metode peningkatan perolehan dengan CO2 Flooding pada Lapangan X menggunakan gas CO2 dikarenakan: gas CO2 tidak bereaksi dengan air atau minyak dan ketersediaan gas CO2 yang cukup besar di Lapangan X. Peningkatan perolehan minyak pada lapisan “Y” dapat dilakukan dengan beberapa metode, antara lain dengan Water Flooding (Injeksi Air) dan CO2 Flooding (Injeksi CO2). Pada Lapangan X lapisan Y ini peningkatan perolehan minyak dilakukan dengan metode CO2 Flooding.Sumur-sumur yang digunakan sebagai sumur injeksi pada proses injeksi gas CO2 adalah sumur water flooding dan sumur suspended pada lapisan yang sama. Recovery factor menggunakan skenario pengembangan menggunakan injeksi gas CO2 akan bertambah sebesar 47,05% dari recovery factor pada base case sebesar 58,79% menjadi 86,84% (sama dengan 350 MSTBO).
Production Data Analysis and Sonolog for Determining Artificial Lift Design and Well Characteristic Bambang Bintarto; Rizky Rahmat Auliya; Riza Andhika Mahendra Putra; Afif Surya Pradipta; Rafli Arie Kurnia
Journal of Petroleum and Geothermal Technology Vol 1, No 1 (2020): May
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jpgt.v1i1.3321

Abstract

Tarakan Field, North Kalimantan is a part of PT. Pertamina EP Asset 5. The Tarakan Field has 5 structures in the form of Pamusian, Juata, Sesanip, Mangatal, and Sembakung. The Tarakan Field has 57 production wells and 6 injection wells. The wells at Tarakan field are produced with artificial lifts in the form of Sucker Rod Pump (SRP) totaling 25, Hydraulic Pumping Unit (HPU) totaling 11, Electric Submersible Pump (ESP) totaling 19 and Progressive Cavity Pump (PCP) totaling 2. The determination of artificial lifts is carried out by the design of well characteristics and production history. The design at Tarakan Field was carried out with an artificial lift in the form of ESP (Electric Submersible Pump). ESP is used according to reservoir and formation characteristics in Tarakan Field. Water Control Diagnostic Plot is a method used to analyze the effect of control on produced water. Water Control Diagnostic plot is plot between WOR and WOR derivative vs time. The plot was carried out on a log-log scale. The plot on the Water Control Diagnostic Plot is then analyzed against the graph created by the KS Chan. So from the analyzed plot, it is found whether or not there is a problem in the well at Tarakan Field. The results of the graph analysis on the well at Tarakan Field on the chart show that the field does not indicate a problem. Keywords: chan plot; design; esp; production