Dicky R. Munaf, MS., MSCE. P.hD
Kelompok Keahlian Ilmu Kemanusiaan, Institut Teknologi Bandung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kajian Sistem Operasi Tersinergi Bakamla sesuai Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2014 Tentang Kelautan Dicky R. Munaf, MS., MSCE. P.hD
Jurnal Sosioteknologi Vol. 14 No. 3 (2015)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2015.14.3.6

Abstract

Dalam rangka penegakan hukum di wilayah perairan dan wilayah yurisdiksi, khususnya dalam melaksanakan patroli keamanan dan keselamatan di wilayah perairan dan wilayah yurisdiksi Indonesia sesuai UU  no 32 tentunya Badan Keamanan Laut Indonesia  yang merupakan  revitalisasi dan penguatan kapasitas  kelembagaan dari Badan Koordinasi Keamanan Laut perlu pola pelaksanaan operasi bersama keamanan laut dimana Gelar Kekuatan operasi Bersama Kamla yang selama ini dilakukan apakah sudah sesuai dengan banyaknya jenis  kejadian yang terjadi di wilayah perairan yuridiksi Indonesia baik itu pelanggaran bahkan kecelakan laut.
KAJIAN SISTEM LATIHAN KEAMANAN DAN KESELAMATAN LAUT TERINTEGRASI Dicky R. Munaf, MS., MSCE. P.hD
Jurnal Sosioteknologi Vol. 15 No. 1 (2016)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2016.15.1.13

Abstract

Dalam  menjalankan Tupoksi dan kewenangan  sesuai dengan UU No 32 tahun 2014 tentang kelautan, Pasal 61,62, dan 63   Bakamla beserta stake holdernya melakukan kerjasama  berupa  latihan keamanan dan keselamatan  laut yang terintregrasi. Latihan-latihan dan kursus yang dilakukan sebagaimana lazimnya di sektor ini antara lain: Suspaidik (Kursus Perwira Penyidik), Suspeknubika (Kursus Penyelamatan Kapal Nuklir Bio Dan Kimia), ekosistem laut, Marpol (Marine Polution), Persandian, Search and Rescue, Suskomnav (Kursus komunikasi dan Navigasi), Menembak, Basic Safety Training (BST), dan URCL (Unit Reaksi Cepat Laut). Dengan latihan-latihan dan kursus yang dilakukan tersebut, maka akan didapat suatu keterkaitan antara tupoksi, kewenangan dan latihan-latihan yang dilaksanakan. Dalam kajian ini variabelnya adalah  tupoksi serta kewenangan Bakamla yakni patroli keamanan Laut, pendayagunaan teknologi informasi, dan proses hukum. Sedangkan indikatornya  yaitu latihan keamanan dan keselamatan laut. Dari keterkaitan tersebut,  didapat gambaran mengenai latihan yang dilakukan  terintegrasi diperlukan agar di dapat pola pikir dan pola tindak homogen diantara petugas lapangan keamanan dan keselamatan laut. Kata Kunci : Bakamla, Latihan, Terintegrasi