Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pelatihan Teknik Cangkok Jeruk Kalamansi (Citrus microcarpa) di Desa Gosoma Kabupaten Halmahera Utara Fiktor Imanuel Boleu; Mario Nikolaus Dalengkade
BAKTI : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2021): BAKTI : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LLDikti Wilayah XII Maluku dan Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.07 KB) | DOI: 10.51135/baktivol1iss2pp69-73

Abstract

Jeruk kalamansi (Citrus microcarpa) merupakan salah satu dari genus citrus yang memiliki banyak manfaat, kaya vitamin C dan antioksidan yang tinggi. Tanaman ini merupakan salah satu jenis perdu yang banyak ditemukan di pekarangan warga di Desa Gosoma, Kabupaten Halmahera Utara. Pelatihan perbanyakan tanaman jeruk kalamansi dengan menggunakan teknik cangkok menjadi solusi yang baik bagi masyarakat agar memperoleh tanaman yang berkualitas.
PENGARUH PEMBERIAN PASTA KAYU MANIS-MADU TERHADAP PEMBENTUKAN AKAR PADA CANGKOK KALAMANSI (Citrus microcarpa) Fiktor Imanuel Boleu; Radios Simanjuntak; Andronitus Keno; Maichel Brian Beslar; Vanhalen Djole; July Randales Manik
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 26, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.946 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian pasta kayu manis-madu terhadap pembentukan akar pada cangkok kalamansi. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) sederhana dengan 3 perlakuan dan 4 ulangan. Dari masing-masing ulangan dipilih 4 pohon sebagaitanaman induk. Perlakuan konsentrasi ZPT yang digunakan yaitu kontrol (tanpa ZPT), Rootone F (P1) sebanyak 146,67 g Rootone F per 100 ml air dan pasta kayu manis-madu (P2) dengan komposisi 36,67 g bubuk kayu manis per 100 ml madu. Hasil penelitian menunjukkan pemberian pasta kayu manis-madu memiliki pengaruh yang sama efektifnya dengan ZPT sintetis Rootone F dan keduanya memberikan hasil yang lebih baik dari kontrol terkait variabel jumlah dan panjang akar pada cangkok kalamansi. Pasta kayu manis-madu berperan sebagai fitohormon alternatif karena mengandung enzim dan senyawa monosakarida (glukosa dan fruktosa) yang dapat menstimulasi perakaran pada cangkok kalamansi. Selain itu, kandungan antibakteri dan antijamur pada pasta kayu manis-madu dapat mendukung kondisi perakaran cangkok yang lebih baik. Kata Kunci: Cangkok, Fitohormon Alternatif, Kalamansi, dan Pasta Kayu Manis- Madu.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI HUTAN DI DESA SOAKONORA KECAMATAN GALELA SELATAN KABUPATEN HALMAHERA UTARA Jacob (Jacob Kailola; Fiktor Imanuel Boleu; Cornelia Adolfina Maatoke
-
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pengamas.v8i3.10812

Abstract

ABSTRAKMelalui kegiatan ini akan dilakukan penyuluhan dan pelatihan di bidang kehutanan tentang pengelolaan  hutan pada kelompok perhutanan sosial tentang pengelolaan hutan yang berkelanjutan, pelatihan perbanyakan dan serta pembuatan pupuk organik cair sehingga dapat memberikan kesuburan tanah akita dari kerusakakn yang terjadi. Kegiatan penyuluhan dan pelatihan ini bertujuan untuk; 1). Menumbuhkan kesadaran dan pemahaman masyarakat dalam hal ini kelompok  untuk mengelola hasil hutan agar dapat menghasilkan produk yang bernilai ekonomi, sehingga memberikan manfaat ekonomi. 2). Membuka lapangan kerja atau usaha. 3) Meningkatkan pendapatan masyarakat dalam mengelola hutan dalalm bentuk agroforestry .4) Promosi hasil atau produk  melalui  media sosial. Metode yang digunakan adalah: 1) metode penyuluhan dengan memberikan pemahaman tentang pengelolaan hutan secara lestari . 2). Memberikan pelatihan tentang perbanyakan tanaman. 3). Pelatihan tentang tentang pembuatan pupuk organik caik untuk meningkatkan kesuburan tanah. 4). Pelatihan tentang manajemen usaha pengelolaan unit usaha/produksi dengan ceramah, tanya jawab dan demonstrasi. Kegiatan ini  dilakukan selama delapan bulan di desa soakonora,  evaluasi kegiatan dilakukan sepanjang pelaksanaan kegiatan, baik sebelum, selama kegiatan berlangsung dan sesudah kegiatan maupun ketika semua kegiatan telah selesai