This Author published in this journals
All Journal Jurnal Al-Fikrah
Syarkawi
Institut Agama Islam (IAI) Al-Aziziyah Samalanga Bireuen Aceh

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemikiran Teologi Syihabuddin Syah Syarkawi
Al-Fikrah Vol 6 No 1 (2017): Jurnal Al-Fikrah
Publisher : Institut Agama Islam Al-Aziziyah Samalanga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.665 KB)

Abstract

Teologi, sebagaimana diketahui membahas ajaran- ajaran dasar dari suatu Agama. Setiap orang yang ingin mendalami seluk-beluk agamanya secara mendalam, perlu mempelajari Teologi dari agama tersebut. Mempelajari Teologi akan memberi seseorang keyakinan-keyakinan berdasarkan pada landasan yang kuat, yang tidak mudah diombang-ambing oleh perputaran zaman. Untuk mengenal Tuhan yang sesuai dengan konsep Ahlussunnah Wal Jamâ’ah diperlukan empat perkara sebagai syarat: akal, alam, memikirkan, dan bantuan Allah, akal sebagai alat untuk berpikir, alam itu adalah objek tempat operasi akal, memikirkan adalah usaha dari seseorang dan berhasil atau tidaknya tergantung kepada bantuan Allah.
Pendidikan Akhlak Menurut Pemikiran Imam Al- Ghazali Syarkawi
Al-Fikrah Vol 8 No 2 (2019): Jurnal Al-Fikrah
Publisher : Institut Agama Islam Al-Aziziyah Samalanga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1076.892 KB)

Abstract

Manusia adalah makhluk hidup yang merupakan kombinasi dari unsur-unsur ruh, jiwa, pikiran, dan prana atau badan fisik serta makhluk hidup yang berkaki dua yang tidak berbulu dengan kuku yang datar dan lebar. Manusia juga dapat berubah dari waktu ke waktu, perubahan tersebut bukan merupakan perubahan fisik melainkan perubahan sifat dan sikap. Abu Hamid bin Muhammad bin Ahmad atau biasa dipanggil dengan nama Al-Ghazali adalah seorang ulama yang sangat tekun belajar, sehingga ia mempunyai banyak sekali karya-karyanya. Dalam karya-karyanya, Imam Al- Ghazali menulis dengan sangat percaya diri sehingga dapat memecahkan segala permasalahan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh bagaimanakah pembinaan akhlak yang seharusnya dilakukan oleh pendidik yang ditinjau menurut pemikiran Imam Al-Ghazali, serta potensi manusia sebagai subjek ilmu. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif dengan menalaah buku-buku yang berkaitan dengan Imam Al- Ghazali dan akhlak. Dalam memandang manusia, Imam Al- Ghazali sebagai filosof Muslim juga tidak terlepas dari kecendrungan umum dalam memandang manusia. Manusia merupakan seseorang yang mempunyai akhlak, baik itu akhlak yang baik atau akhlak yang tidak baik. Menurut Imam Al Ghazali, akhlak berkaitan dengan lafadz khuluq (akhlak atau tingkah laku) dan khalqu (kejadian). Jika seseorang baik khuluq dan halqunya berarti baik pula lahir dan batinnya, karena yang dimaksud dengan khalqu maka yang dimaksud lahir, sedangkan yang dimaksud kata khuluq adalah bentuk batin. Akhlak juga merupakan gambaran jiwa yang tersembunyi. Dalam pendidikan akhlak, Imam Al- Ghazali menggunakan istilah yaitu Tahdzib al akhlak yang berarti pendidikan akhlak. Imam Al-Ghazali ingin menghilangkan akhlak yang buruk pada seseorang dan menggantinya dengan menanamkan akhlak yang baik, karena perubahan akhlak pada diri seseorang itu sangat mungkin. Adapun, metode pendidikan akhlak ada tiga, yaitu metode taat syariat (Pembinaan diri), metode pengembangan diri dan metode Kesufian. Dalam pendidikan akhlak, guru memiliki peranan penting. Oleh karena itu pertama- tama guru harus mengetahui keburukan yang ada pada jiwa dan hati seorang muridnya. Seorang guru juga harus senantiasa tawakkal kepada Allah dan mengharap ridha-Nya.
Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat Pada Objek Wisata Kuala Bubon Aceh Barat Dalam Perspektif Ekonomi Islam Syarkawi
Al-Fikrah Vol 10 No 1 (2021): Jurnal-Al-Fikrah
Publisher : Institut Agama Islam Al-Aziziyah Samalanga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.098 KB) | DOI: 10.54621/jiaf.v10i1.73

Abstract

Pertumbuhan Ekonomi adalah proses perubahan kondisi perekonomian suatu Negara secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu. Objek wisata merupakan salah satu bidang usaha yang dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan ekonomi masyarakat, dan mengenai pertumbuhan ekonomi masyarakat gampong Kuala Bubon yang memanfaatkan objek wisata sebagai mata pencaharian guna memenuhi kebutuhan hidup dan terhadap kesesuaian syariat. Sehingga rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pertumbuhan ekonomi masyarakat pada objek wisata Kuala Bubon menurut ekonomi Islam dan apa saja faktor dominan pertumbuhan ekonomi masyarakat Gampong Kuala Bubon. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif yang bersifat deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian pertumbuhan ekonomi masyarakat Gampong Kuala Bubon pada objek wisata awalnya biasa saja, namun semakin membaik semenjak dibangun jembatan Kuala Bubon sehingga objek wisata di tempat tersebut semakin menarik wisatawan yang hadir, dengan ide-ide baru pengusaha yang membangun tempat wisata semenarik mungkin, seperti salah satunya mendirikan warung di atas air yang bernuansa pelangi dan objek wisata juga memunculkan pengaruh positif dan pengaruh negatif terhadap masyarakat pada objek wisata tersebut. Dan selain dari pada objek wisata, masyakarat Gampong Kuala Bubon juga mempunyai pendapatan lain dalam pertumbuhan ekonomi dari segi nelayan, memproduksi ikan asin, kuli bangunan, bertani, berkebun. Namun yang menjadi faktor dominan pertumbuhan ekonomi masyarakat Gampong Kuala Bubon adalah pada objek wisata, karena objek wisata mampu memberikan kontribusi terhadap perekonomian masyarakat dan dapat mengurangi angka kemiskinan serta pengangguran. Kesimpulan pertumbuhan ekonomi masyarakat semakin membaik semenjak dibangun jembatan Kuala Bubon dan yang menjadi faktor dominan pertumbuhan ekonomi masyarakat Gampong Kuala Bubon adalah wisata.