This Author published in this journals
All Journal Mozaik Humaniora
Dhanang Respati Puguh, Rabith Jihan Amar respati puguh
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

TEATER KITSCH NGESTI PANDOWO DI KOTA SEMARANG TAHUN 1950an – 1970an Dhanang Respati Puguh, Rabith Jihan Amar respati puguh
MOZAIK HUMANIORA Vol. 17 No. 1 (2017): MOZAIK HUMANIORA VOL. 17 NO. 1
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.692 KB) | DOI: 10.20473/mozaik.v17i1.6588

Abstract

Ngesti Pandowo yang didirikan di Madiun pada 1937 merupakan salah satu dari rombongan wayang orang panggung yang mampu bertahan sampai hari ini. Setelah banyak mengadakan pentas keliling di berbagai kota di Jawa Timur dan Jawa Tengah, pada tahun 1954 paguyuban ini menetap di Kota Semarang dan memasuki masa kegemilangannya sampai pada dasawarsa 1970. Artikel ini membahas mengenai kiprah Ngesti Pandowo dan sejumlah faktor yang membuat keberhasilannya dalam dasawarsa 1950-1970. Artikel ini didasarkan pada penelitian yang dilakukan dengan menggunakan metode sejarah dan sejarah lisan. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa dalam dasawarsa tersebut Ngesti Pandowo merupakan sebuah teater kitsch yang sempurna, karena paguyuban ini mampu mengemas pertunjukan wayang orang yang berkualitas tinggi, inovatif, dan penuh spectacle. Pencapaian itu membuat paguyuban ini mendapat penghargaan  dan prestasi sebagai salah satu kelompok wayang orang terbaik pada level nasional dan berperan dalam lawatan budaya ke berbagai negara di Asia, sehingga membuat Ngesti Pandowo menjadi ikon budaya Kota Semarang. Keberhasilan Ngesti Pandowo dalam mencapai kejayaannya dipengaruhi oleh sejumlah faktor, yaitu adanya seniman-kreator, para penari yang mumpuni dan menjadi idola penonton, gaya kepemimpinan yang sesuai dengan karakteristik kelompok ini sebagai paguyuban, dan dukungan pemerintah daerah.