Dinda Larasati
University of Muhammadiyah Malang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Globalization on Culture and Identity: Pengaruh dan Eksistensi Hallyu (Korean-Wave) Versus Westernisasi di Indonesia Dinda Larasati
Jurnal Hubungan Internasional Vol. 11 No. 1 (2018): Jurnal Hubungan Internasional
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jhi.v11i1.8749

Abstract

Globalisasi sebagai sebuah konsep yang mendominasi di era saat ini telah menyentuh berbagai aspek kehidupan manusia dan dalam berbagai bidang. Tak terkecuali aspek budaya dan identitas yang pada dasarnya bersifat dinamis dan mengkuti perkembangan zaman. Salah satu dampak nyata globalisasi terhadap budaya yaitu munculnya budaya global yang menjadi trend negara-negara di seluruh dunia seperti westernisasi. Westernisasi merupakan budaya global yang berisikan nilai-nilai budaya barat yang banyak di adopsi, di adaptasi, di tiru, dan di anut oleh negara-negara di dunia termasuk Indonesia. Pada perkembangannya, westernisasi mendapatkan rival sebagai budaya global yang di tandai dengan munculnya Hallyu (Korean-Wave) yang dapat di katakan sebagai westernisasi versi Asia. Korea-Wave sendiri merupakan trend budaya yang sarat akan nilai-nilai budaya Korea Selatan. Kedua budaya global ini pun memberikan pengaruh terhadap masyarakat Indonesia yang bertindak sebagai konsumen budaya. Dengan menggunakan metode eksplanatif yang berbasis studi literatur bersumber pada buku, jurnal dan media, penulis bertujuan untuk mengkaji mengenai globalisasi  budaya yang menimbulkan munculnya budaya global seperti westernisasi dan Korean wave serta pengaruh dan eksistensi keduanya di Indonesia . Fokus bahasan akan mengacu pada  “bagaimana pengaruh dan eksistensi Hallyu (Korean-Wave)  Vs. Westernisasi di Indonesia?” Untuk mengkaji topik tersebut, penulis menggunakan konsep tiga scenario  budaya dalam globalisasi (The Scenario of Culture in Globalization) atau yang dikenal sebagai Skenario 3 H  (The Three H Scenarios). Hasil analisa penulis menunjukkan bahwa Korean-Wave mulai menggeser posisi westernisasi sebagai budaya global di Indonesia yang di buktikan dengan meningkatnya minat masyarakat Indonesia terhadap simbol-simbol kebudayaan Korea seperti musik, makanan, fashion, make-up, bahkan juga bahasa. Kata-kata Kunci: Globalisasi Budaya, Korean-Wave, Westernisasi   
PERAN ILO DALAM MENGATASASI MASALAH PEKERJA ANAK PENGUNGSI SURIAH DI TURKI Dinda Larasati
Indonesian Journal of International Relations Vol 4 No 2 (2020): INDONESIAN JOURNAL OF INTERNATIONAL RELATIONS
Publisher : Indonesian Association for International Relations

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32787/ijir.v4i2.136

Abstract

Penelitian ini membahas tentang peran organisasi internasional yaitu ILO dalam mengatasi permasalahan pekerja anak pengungsi Suriah di Turki. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan rumusan masalah “bagaimana peran ILO dalam mengatasi permasalahan pekerja anak pengungsi Suriah di Turki?”. Peneliti menggunakan teori peran organisasi internasional sebagai kerangka utama dalam penelitian ini dan menggunakan konsep human security sebagai konsep pendukung yang menjelaskan mengenai masalah pekerja anak sebagai salah satu isu kemanusiaan. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu telaah kepustakaan atau studi dokumentasi. Berdasarkan pada telaah yang dilakukan, hasil penelitian menunjukan bahwa ILO sebagai organisasi internasional yang bergerak dibidang ketenagakerjaan memiliki dua peran dalam upaya mengatasi permasalahan pekerja anak di Turki, yaitu sebagai arena dan aktor. Sebagai arena artinya ILO menjadi forum atau wadah bagi negara-negara anggotanya untuk bertemu, berdiskusi, merumuskan kebijakan, dan memecahkan permasalahan baik domestic maupun internasional. Sedangkan sebagai aktor independen artinya ILO memiliki kemampuan untuk membuat keputusan-keputusan sendiri tanpa dipengaruhi oleh kekuasaan atau paksaan dari luar organisasi.