Dinda Arum Natasya
Universitas Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

SUBJECTIVE WELL-BEING PADA GURU SEKOLAH MENENGAH Natasya, Dinda Arum
CALYPTRA : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya Vol 2, No 2 (2013): CALYPTRA : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya
Publisher : University of Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Guru mengalami berbagai masalah dalam menjalankanprofesinya. Masalah yang dialami guru dapat merujuk pada afek negatif dan afek positif. Kedua afek tersebut ada di dalam subjective well being yaitu bagaimana individu mengelola emosi baik positif maupun negatif dalam dirinya dan bagaimana kepuasan individu dalam menjalani sebuah kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi subjective well being guru sekolah menengah, mengklasifikasikan subjective well being guru sekolah menengah, dan memetakan karakteristik guru sekolah menengah berdasarkan hasil klasifikasi subjective wellbeing pada guru sekolah menengah. Subjek dalam penelitian ini adalah 93 guru sekolah menengah yang mengajar di SMP atau SMA. Penelitian ini bersifat deskriptif, menggunakangabungan antara teknik quota sampling dan teknik purposive sampling. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis cluster. Hasil penelitianmenunjukkan adanya tiga kelompok subjek yang telah disesuaikan dengan komponen dalam subjective well being.Ketiga kelompok tersebut yaitu kelompok life satisfaction (N=5), merasa puas terhadap 4 ranah kehidupanya yaitu kehidupan beragama (spiritual), kesempatan untuk berbagi dengan orang lain, tercapainya cita-cita/keinginan, danmelakukan kegiatan yang sesuai dengan hobi. Kelompok ini merasa sedih sekaligus merasa bahagia selama menjadi guru. Kelompok affect (N=12), merasa sedih, cemas, dan stres namun sekaligus merasa bahagia selama menjadi guru.Kelompok ini juga merasa puas terhadap 4 ranah kehidupannya yaitu kondisi keluarganya, kehidupan beragama (spiritual), kesempatan untuk berbagi denganorang lain, dan melakukan kegiatan yang sesuai dengan hobi. Kelompok wellbeing (N=76), merasa puas hampir pada semua ranah kehidupannya yaitu kondisi keluarganya, kehidupan beragama (spiritual), kesempatan untuk berbagi dengan orang lain, sukses dalam pekerjaan, kesempatan untuk mengembangkan diri, tercapainya cita-cita/keinginan, kesehatan, dan melakukan kegiatan yang sesuai dengan hobi. Kelompok ini merasa sedih sekaligus merasa bahagia selamamenjadi guru.