Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Daya Dukung Masyarakat Terhadap Pengembangan Ekowisata Kawasan Tahura Pocut Meurah Intan Kabupaten Aceh Besar Rizka Vianti; Abdullah Abdullah; Muhammad Rusdi
Biotik Vol 6, No 2 (2018): JURNAL BIOTIK
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/biotik.v6i2.5613

Abstract

Tahura Pocut Meurah Intan in Aceh Besar is a nature conservation area that has various tourist attractions to be developed for ecotourism. This requires community support which is an important factor in ecotourism development. The purpose of this study was to find out the community's carrying capacity in the development of Tahura Pocut Meurah Intan ecotourism through 3 parameters, which are acceptance for visitors, participation in ecotourism development and participation in conservation. The study used descriptive method, while data was collected from questionnaires to villagers around the Tahura Pocut Meurah Intan, which are the Suka Damai Village, the Suka Mulia Village, and the Aceh Saree Village. The results showed that the community's carrying capacity for ecotourism development in the Tahura Pocut Meurah Intan in the SukaDamai Village was classified as supportive (70%) while the other two villages, the SukaMulia Village and the Aceh Saree Village were classified as very supportive (76.6%). It can be concluded that the community's carrying capacity in the development of the Tahura Pocut Meurah Intan as ecotourism area is very supportive, in terms of visitors' acceptance, community participation in ecotourism development, and community participation in conservation effort.
Post Tsunami: Marine Protected Areas (MPA) Zonation Structure of Pulo Aceh, Indonesia Muhammad Rusdi; Munawar Khalil; zulfikar Zulfikar
Agrium Vol 10, No 2 (2013)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v10i2.500

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembentukan kawasan perlindungan laut (Marine Protected Areas/MPA) di Pulo Aceh, Indonesia, dengan menggunakan input dari analisis Sistem Informasi Geografis. Langkah-langkah pengelolaan adalah diperlukan untuk memastikan bahwa sumber daya laut dapat hidup dan ekosistem dapat dilestarikan. Fokus penelitian ini adalah untuk menunjuk daerah-daerah tertentu sebagai daerah perlindungan laut (DPL). Pulo Aceh meliputi 24,961.9 hektar yang terdiri dari habitat daratan dan habitat lautan yang terpilih sebagai kawasan MPA. Zonasi di kawasan konservasi laut didasarkan pada data ekologi dan data ekologi konservasi, sosial ekonomi dan budaya masyarakat setempat. Zona utama yang telah ditetapkan dan dipetakan dalam kawasan konservasi, yaitu zona inti (94,14 ha atau 0,38 %), zona pemanfaatan (15,144.86 ha atau 60,67 %) dan zona penyangga (1,038.77 ha atau 4,16 %). Zona inti sangat dilarang dari kegiatan pengambilan hasil laut, pariwisata dan ekonomi, sementara kegiatan penelitian dan konservasi dapat diperbolehkan. Zona pemanfaatan dibagi menjadi area untuk pariwisata, penggunaan tradisional, penggunaan pelagis, penelitian dan pelatihan. Akomodasi permanen untuk kegiatan pariwisata atau pengambilan sumber daya alam diperbolehkan melalui pelaksanaan proses penilaian dampak lingkungan terlebih dahulu. Kegiatan di zona penyangga adalah sangat terbatas dan dikendalikan sepenuhnya hanya untuk kegiatan pengambilan hasil laut.