Tanin merupakan salah satu senyawa kompleks yang terdapat dalam senyawa polifenol yang dapat larut dalam pelarut polar. Tanin didapat dari ekstraksi pada bagian tanaman yang terdapat tanin, seperti pada kulit kayu pinus. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh daya microwave, jenis pelarut dan waktu ekstraksi pada proses ekstraksi tanin dengan metode microwave-assisted extraction (MAE) untuk memaksimalkan tanin yang diperoleh dan mengaplikasikan tanin yang diperoleh sebagai adsorben dari bahan alam dalam penyerapan logam Cu dan logam Cd. Proses yang digunakan dalam penelitian ini adalah ekstraksi padat cair dengan metode microwave-assisted extraction (MAE) menggunakan pelarut aquadest dan etanol pada keadaan daya microwave 100, 180, 300, 450, dan 600 W dan waktu ekstraksi 1, 3 dan 5 menit. Hasil ekstraksi dianalisis dengan spektrofotometer UV-Vis untuk menentukan yield tanin. Selanjutnya ekstrak dengan yield tanin tertinggi dimanfaatkan sebagai adsorben untuk menjerap logam. Konsentrasi logam Cu danĀ Cd dianalisis menggunakan AAS. Hasil penelitian menunjukkan yield tanin tertinggi 27,215 mg/g pada daya microwave 100 W dan waktu ekstraksi 3 menit dengan pelarut aquadest. Adsorben dari tanin dapat menjerap logam Cu dan Cd dengan kapasitas adsorpsi masing-masing sebesar 3,508 mg/g dan 5,27 mg/g.