This Author published in this journals
All Journal AT TA´DIB
Amir Syuhada
Fakultas Tarbiyah Universitas Darussalam Gontor

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERANAN BAHASA DALAM PERKEMBANGAN FILSAFAT Amir Syuhada
At-Ta'dib Vol 5, No 1 (2010): Prinsip Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Tarbiyah, Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/at-tadib.v5i1.586

Abstract

Sebagai sarana komunikasi, bahasa memiliki peran yangsangat besar dalam mentransformasi pemikiran seseorangkepada orang lain baik secara lisan maupun tulisan sehinggadapat dimengerti. penggunaan dan pemahaman bahasa yang baiktelah mewujudkan perkembangan ilmu pengetahuan dari segalabidang, tidak terkecuali filsafat. Dalam tugas pokoknya, filsufmenggunakan analisis bahasa sebagai sarana untuk menguraikankonsep-konsep filosofis sehingga mudah dipahami danberkembang sesuai dengan peradaban ummat manusia.Untuk menganalisis peranan bahasa dalam perkembanganfilsafat, penulis membagi fase perkembangan filsafat menjadiempat bagian. Dari sinilah dapat diketahui konsep-konsep dankarakter filsafat pada masing-masing zaman. Tentunya memilikiperbedaan dan ciri-ciri tersendiri, walaupun demikian,perkembangan yang terjadi merupakan hasil dari pengembangandan sikap kritis para filsuf terhadap konsep-konsep lama.
Relevansi Sistematika Pembentukan Rubâ’I Ibnu Faris dalam Perkembangan Bahasa Arab Amir Syuhada
At-Ta'dib Vol 6, No 1 (2011): Teknologi Pendidikan
Publisher : Fakultas Tarbiyah, Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/at-tadib.v6i1.554

Abstract

Sebuah pemikiran yang sangat besar dalam perkembangan bahasa Arabmuncul pada abad ke empat dari seorang ulama nahwu madzhan Baghdadyaitu Ibnu Faris, dimana pembahasannya mengenai asli kata yang lebih dari tigahuruf dikaji secara sistematis kemudian tertulis dalam sebuah kamus denganterperinci. Pembahasan ini mendapat apresiasi yang besar dari ulama-ulamanahwu dan ummat muslim pada pada umumnya, karena belum ada yangmembahas masalah ini secara terperinci dan langsung diterapkan dalampenyusunan sebuah kamus.Dalam pembahasannya, Ibnu Faris mengemukakan dua sistematikapembentukan rubâ’I yaitu an-naht dan al- mazîd. Keduanya memiliki peran danfungsi yang berbeda-beda dalam mengidentifikasi dan menkontruksi kata.Kemudian dari keduanya muncullah sistematika-sistematika baru dalampembentukan rubâ’I dalam rangka penyempurnaan teori sesuai dengan faktadan gejala bahasa yang muncul, terkadang ada yang bertentang dan juga adayang memiliki kesamaan.Untuk mengetahui relevansi sistematika pembentukan rubâ’I Ibnu Farisdalam perkembangan bahasa pasca beliau dibutuhkan kajian historis tentangperkembangan kata dan teori-teorinya yang telah ditulis oleh ulama-ulam nahwukemudian menganalisa frekuensi penerapannya.
Sistem Morfologi Nomina Variabel ( Ism Mutasharrif ) Bahasa Arab Amir Syuhada
At-Ta'dib Vol 6, No 2 (2011): Pendidikan Karakter
Publisher : Fakultas Tarbiyah, Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/at-tadib.v6i2.560

Abstract

Kata yang berjenis nomina dalam bahasa Arab terutama nomina variabelmemiliki intensitas lebih banyak dari pada jenis kata yang lain. Hal ini disebabkanoleh fleksibelitas perubahan bentuknya yang tinggi dan setiap perubahan dapatmembentuk kata baru yang berbeda identitas leksikalnya dengan kata dasar.Perubahan bentuk ini berdasarkan sistem morfologi. Dalam perspektif linguistikumum, sistem ini bekerja secara struktural dengan mengidentifikasikan satuan-satuan terkecil pembentuk kata yang disebut dengan morfem. Dari sistem inidapat diketahui bahwa karakter morfologi nomina variable bahasa Arabberdasarkan integritas akar kata dan pola, kemudian keanekaragaman bentukperubahannya dapat membentuk berbagaimacam jenis nomina yang berbedafungsi dan maknanya, dan proses morfologis yang terjadi pada nomina variablemelalui sistem augmentasi (ziyâdah) yang bersifat derivatif.