Nona Nabillah
Universitas Muhammadiyah Jakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Variasi Temperatur Dan Waktu Tinggal Hidrotemalisasi Terhadap Efektifitas Lumpur Lapindo Sebagai Sumber Energi Alternatif Nur Amaliah Putri; Nona Nabillah; Ulfa Leonita Novianti; Muhammad Reza Huseini
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tahun 2006 silam, terjadi bencana nasional semburan lumpur akibat kegiatan eksplorasi PT. Lapindo di Jawa Timur. Dikarenakan Volume lumpur yang semakin bertambah kami bertujuan untuk melakukan penanganan khusus agar tidak menenggelamkan banyak lahan. Yakni dengan memanfaatkan Lumpur Lapindo sebagai sumber energi alternatif bersifat EBT (Eenergi Baru Terbarukan ). Sampai saat inipun, masih terdapat kantong-kantong di sekitar Sidoarjo yang menyemburkan lumpur dengan intensitas yang lebih rendah. Kandungan logam dan mineral S, K, Ca, dan Mg serta kapasitas tukar kation dan unsur negatif Na, Al, Fe, Cl, dan elektrik konduktivity terdeteksi dalam lumpur lapindo menurut para peneliti. Hal ini menjadikan lumpur lapindo memiliki potensi sebagai sumber energi baru terbarukan berbasis SCL (Soil Cell) berteknologikan hidrotermal. Pengamatan dilakukan terhadap kuat arus dengan menggunakan uji AVO meter yang dihasilkan menunjukkan dengan variasi 250C pada temperatur 1250C-2250C didapatkan kuat arus yang meningkat seiring dengan peningkatan suhu hidrotermal lumpur lapindo (2 mA; 4.5 mA; 6.5 mA; 5 mA; 7 mA) dan pengamatan terhadap daya hantar listrik menggunakan uji AAS (Absorbtion Atomic Spektrofotometry) yang dihasilkan dengan variasi 250C pada temperatur 1250C-2250C diddapatkan kuat daya hantar listrik optimum pada suhu 1750C. Hal ini sesuai dengan kolerasi hasil terhadap kandungan unsur Na dengan temperatur hidrotermal yang meningkat 74-88 me/100gTs. Variasi temperature dan waktu tinggal proses hidrotermal dilakukan, didapatkan variasi optimal pada temperatur 1750C dengan waktu hidrotermal selama 30 menit, dimana kuat arus yang dihasilkan sebesar 0,1882 A dengan kandungan Na sebanyak 84,19 me/100gTs. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar perhitungan daya dan banyaknya alat SCL berbasis lumpur lapindo terhidrotermal.