Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISA KEGAGALAN KOMPONEN FRONT AXLE PADA KENDARAAN BERMOTOR RODA EMPAT Cahya Sutowo; Ika Kartika; Budi Priyono
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegagalan material berupa patahnya front axle bagian kanan dan bagian kiri pada komponen kendaraan bermotor roda empat jenis bus terjadi pada saat kendaraaan sedang beroperasi. Analisa kegagalan ini dilakukan untuk mengetahui penyebab utama dan mekanisme kegagalan yang mengakibatkan patahnya front axle pada kedua bagian serta memberikan solusi agar kegagalan serupa dapat dihindari dikemudian hari. Pengujian telah dilakukan berupa fraktografi melalui pengamatan visual secara makro dan mikro, uji kekerasan mikro vickers dan metalografi diharapkan dari serangkaian pengujian dan evaluasi dapat diketahui faktor penyebab kegagalan. Material komponen front axle dapat dikelompokkan kedalam baja karbon paduan rendah, analog dengan standar JIS G5111 SCC5 (high tensile strength carbon steel and low alloys steel castings for structural purpose) dengan nilai kekerasan rata-rata 262,9 – 291,0 HV hasil proses quench & temper serta memiliki struktur mikro martensit temper. Jenis patahan yang terjadi adalah patah ulet terjadi pada bagian atas komponen di tandai dengan bentuk permukaan yang lebih halus akibat kegagalan akibat beban lebih (over load) sehingga melebihi batas luluh material pada saat operasi. Kegagalan akibat beban lebih pada kasus ini terjadi akibat adanya porositas pada material sehingga dapat menurunkan kekuatan material.Kata kunci : front axle, kegagalan material, porositas, baja paduan rendah.
PENGARUH PENAMBAHAN MANGAN TERHADAP SIFAT MAMPU TEMPA PADUAN Co-35Cr-5Mo UNTUK APLIKASI IMPLAN [The Effect of Mn Addition on Forging Ability Of Co-35Cr-5Mo Alloy for Implant Applications] Ika Kartika
Metalurgi Vol 27, No 2 (2012): Metalurgi Vol. 27 No. 2 Agustus 2012
Publisher : National Research and Innovation Agency (BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (663.384 KB) | DOI: 10.14203/metalurgi.v27i2.144

Abstract

IntisariPENGARUH PENAMBAHAN MANGAN TERHADAP SIFAT MAMPU TEMPA PADUAN Co-35Cr-5Mo UNTUK APLIKASI IMPLAN. Paduan Co-Cr-Mo dalam aplikasinya lebih banyak digunakan sebagaimaterial implan seperti pengganti tempurung atau sambungan tulang pinggul. Penambahan Ni dalam paduantersebut akan meningkatkan sifat mampu bentuknya, akan tetapi unsur nikel bersifat alergi terhadap tubuhmanusia. Oleh karenanya mangan akan dicoba untuk dapat menggantikan fungsi unsur nikel dalam paduan Co-Cr-Mo sebagai paduan implan. Pada penelitian ini akan dipelajari sifat mampu tempa dari paduan Co-35Cr-5Motanpa dan dengan penambahan Mn secara bervariasi sebesar 0,2-0,4-0,6-0,8-1(% berat). Diagram fasa daripaduan Co-35Cr-5Mo-xMn (x=0-20 % berat) dikalkulasi dengan menggunakan data base dalam Thermo-Calc.Ingot paduan Co-35Cr-5Mo-xMn (x=0-1 % berat) diperoleh melalui proses peleburan dan pemaduanmenggunakan tungku busur listrik dalam kondisi vakum pada temperatur di atas 1400 ºC. Proses homogenisasikemudian dilakukan menggunakan tungku vakum yang dialiri gas argon dengan kemurnian tinggi padatemperatur 1200 ºC selama 24 jam. Hasil proses tempa pada T =1250 ºC menunjukkan bahwa ingot paduan Co-35Cr-5Mo-0,4Mn tidak menghasilkan retak yang sangat signifikan bila dibandingkan dengan paduan tanpa dandengan variasi penambahan mangan lainnya. Hasil XRD menunjukkan bahwa fasa γ (fcc), fasa ε (hcp) dan fasaσ terkandung pada semua paduan Co-35Cr-5Mo-xMn (x=0-1 % berat). Hasil metalografi memperlihatkanadanya presipitasi fasa σ dalam batas butir austenit, dan beberapa striasi dalam butir austenit. Striasidimungkinkan adalah fasa ε dan kembaran deformasi. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa paduanCo-35Cr-5Mo-0,4Mn memiliki sifat mampu tempa yang baik. Striasi dan adanya fasa σ mengarah terhadaprendahnya sifat mampu tempa dari paduan tersebut.Kata kunci : Paduan Co-35Cr-5Mo-xMn (x=0-1 % berat), Material implan, Variasi penambahan Mn, Sifatmampu tempa, Striasi, fasa γ (fcc), Fasa σ, Fasa ε (hcp)AbstractTHE EFFECT OF Mn ADDITION ON FORGING ABILITY OF Co-35Cr-5Mo ALLOY FOR IMPLANTAPPLICATIONS. The applications of Co-Cr-Mo alloys are widely used as an implant material such as kneeand hip joint. Subject of this research relates to the forge ability of Co-35Cr-5Mo without and with variousaddition of Mn approximately 0.2-0.4-0.6-0.8-1 (weight %). Co-35Cr-5Mo-xMn (0-20 weight %) phase diagramis calculated using data base in the Thermo-Calc software. Co-35Cr-5Mo-xMn (0-1 weight %) alloy ingots areobtained through melting and solidifying process by using tri arc melting in vacuum condition at temperatureabove 1400 ºC. Homogenizing is carried out using vacuum furnace with high purity argon gas at temperature1200 ºC for 24 h. After forging process at T = 1250 ºC, Co-35Cr-5Mo-0.4Mn alloy ingot did not obtain anysignificant cracking when compared to others. XRD results reveal that ε phase and σ phase consist in all Co-35Cr-5Mo-xMn (x=0-1 weight %) alloys. Metallography examinations show precipitations of σ phase alongaustenite grain boundaries and striations in the interior of austenite grains. Striations are to be expected as εphase or deformation twinning. From this research study concludes that Co-35Cr-5Mo-0.4Mn is suitable forforging process. The existence of striation and σ phase lead to the low grade of forging ability in these alloys.Keywords : Co-35Cr-5Mo-xMn (x=0-1weight %) alloy, Implant material, Various addition of Mn, Forgingability, Striation, γ phase (fcc), σ phase, ε phase (hcp)