Agus Budi Prasetyo
Puslit Metalurgi dan Material LIPI, Gedung 470,

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STUDI PENGEMBANGAN MATERIAL MAJU DARI MINERAL DAERAH ALIRAN SUNGAI CIMANDIRI Agus Budi Prasetyo; Eko Sulistiyono; Wahyu Mayangsari
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daerah aliran Sungai Cimandiri berada di sebelah barat pantai selatan yang terdiri dari dua Kabupaten yaitu Sukabumi dan Kabupaten Cianjur.Sungai Cimandiri mengalir dari kaki Gunung Gede-Pangrango keselatan Kota Sukabumi dan berakhir di Pelabuhan Ratu. Sepanjang aliran Sungai Cimandiri terdapat tiga zona daerah yang teridentifikasi cadangan mineral. Pertama adalah Zona GunungWalat, terdapat calcite, quartz, zeolite, monmorilonite, tras dan lain-lain. Yang kedua adalah Zona Plate Jampang, terdapat mineral besi, titanium dan emas dengan kandungan mineral logam tanah jarang. Yang ketiga adalah Zona Plate Bayah, terdapat mineral emas dan logam tanah jarang. Dari kajian pengembangan material maju, mineral yang berasal dari Daerah aliran Sungai Cimandiri dapat menghasilkan berbagai produk yang bermanfaat, antara lain ultra Fine Grains Calcium Carbonate untuk filler, Nano Zeolite untuk bahan pupuk hydroponic, Silika murni untuk bahan solar cell dan elektronik, material elektronik dari logam tanah jarang untuk, titanium oksida untuk DSSC, besi oksida untuk baterai lithium, pigmen dan aplikasi material maju lainnya.Kata Kunci : Cimandiri, Material Maju, Mineral, Zona
ANALISIS XRD DAN SEM TERHADAP HASIL KALSINASI PADA BIJIH NIKEL LATERIT JENIS SAPROLIT Agus Budi Prasetyo; Iwan Setiawan; Meyta Meyta
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan studi karakteristik terhadap hasil kalsinasi pada bijih nikel laterit jenis saprolit. Pada tahap preparasi, dilakukan proses pengeringan, penggerusan, dan pengayakan. Bijih yang berbentuk bongkahan dilakukan proses pengeringan (drying). Sampel dimasukkan kedalam oven dengan suhu 100°C selama 7 jam. Bijih saprolit selanjutnya digerus dengan menggunakan diskmill untuk mendapatkan ukuran 100 mesh. Tahap berikutnya yaitu pemanasan atau kalsinasi, sampel saprolit dikalsinasi di dalam muffle furnace selama 1 jam, variasi temperatur 600 ºC, 800 ºC, dan 1000 ºC. Sampel awal (saprolit raw) dan sampel akhir (saprolit kalsinasi 600,800,dan1000 ºC) dikarakterisasi kristalinitas dan fasa yang terbentuk dengan X-Ray Diffraction (XRD), Scanning Electron Microscopy (SEM) untuk morfologi dan komposisi mineral serta mengetahui letak persebarannya. Dengan analisis XRD pada temperatur 600°C, senyawa yang terlihat pada difraktogram adalah SiO2, fosterit (Mg2SiO4), dan Mg3[Si2-xO5](OH)4-4x, temperatur 800°C menunjukkan adanya senyawa SiO2 dan fosterit (Mg2SiO4), temperatur 1000°C menunjukkan adanya SiO2, fosterit (Mg2SiO4), dan Fe2O3. Untuk analisis SEM dapat dilihat bahwa sampel hasil kalsinasi terlihat semakin tinggi temperature maka penampakan permukaan morfologi hasil SEM akan terbentuk rongga-rongga yang semakin besar.Kata Kunci :Nikel laterit, saprolit, kalsinasi, XRD, SEM