Biodiesel adalah bahan bakar nabati sebagai pengganti minyak diesel pada kendaraan bermotor, sebagai solusi untuk mengatasi krisis bahan bakar minyak pada saat ini. Penggunaan biodiesel juga berdampak positif pada pengurangan emisi yang ditimbukan akibat proses pembakaran di mesin kendaraan bermotor. Kajian dampak pengurangan emisi kendaraan pada pemakaian campuran biodiesel 20 % (B20) merupakan wujud dukungan dalam menyukseskan mandatori pemanfaatan biodiesel sebesar 20% pada 2016 sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 12 Tahun 2015 yang mewajibkan pemakaian B20 pada kendaraan bermotor pada tahun 2016. Kajian dampak lingkungan dilakukan memakai metoda Life Cycle Assessment Cradle to Wheel, yang dimulai dari pembukaan lahan, perkebunan kelapa sawit, produksi minyak sawit, produksi biodiesel, pencampuran biodiesel 20%, distribusi di SPBU, serta pemakaian B20 di kendaraan transportasi dan industri. Tujuan kajian ini adalah untuk mengetahui keuntungan dari pemakaian campuran biodiesel pada kendaraan bermotor, serta mengetahui sampai sejauh mana campuran biodiesel bisa mengurangi emisinya untuk menekan pengaruh dampak terhadap lingkungan. Hasil kajian ini menunjukkan adanya efek kualitas campuran biodiesel terhadap: unjuk kerja mesin, emisi gas buang, pembakaran mesin, serta pelumasan. Skenario berbagai campuran biodiesel menunjukkan penurunan dampak lingkungan yang signifikan pada B20 dan didapatkan juga campuran biodiesel yang optimal.