Agung Wijono
Balai Teknologi Bahan Bakar & Rekayasa Disain - Badan Pengkajian & Penerapan Teknologi

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DAMPAK PENGURANGAN EMISI GAS RUMAH KACA PADA PEMANFAATAN POME UNTUK PEMBANGKIT Agung Wijono
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkebunan kelapa sawit di seluruh Indonesia total mencapai sekitar 12,3 juta hektar, yang menghasilkan minyak kelapa sawit (CPO) sekitar 35,3 juta ton pada tahun 2017. Pada industri kelapa sawit menghasilkan limbah cair pabrik kelapa sawit atau POME (Palm Oil Mill Effluent) yang menghasilkan gas metan dan berpotensi besar memberi dampak emisi gas rumah kaca (GRK). Sebagai solusinya adalah dengan menangkap gas metan dari POME tersebut untuk dimanfaatkan sebagai energi alternatif. Dalam tulisan ini dilakukan kajian adanya potensi biogas dari POME yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif untuk membangkitkan mesin genset maupun boiler, sekaligus dilakukan perhitungan dan analisa adanya pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK) dengan memanfaatkan limbah POME tersebut. Metoda penelitian ini menggunakan data sekunder dari berbagai referensi terkait, dan melakukan kajian dampak lingkungan dari potensi emisi GRK yang dihasilkan limbah POME. Dalam kajian ini selain dihitung potensi energi yang dihasilkan juga dihitung potensi pengurangan emisi GRK yang dihasilkan, sehingga diketahui emisi faktor dari energi alternatif biogas tersebut. Hasil kajian ini diharapkan bisa mendorong pemanfaat energi alternatif yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. 
DAMPAK PENGURANGAN EMISI KENDARAAN PADA PEMAKAIAN CAMPURAN BIODIESEL 20% Agung Wijono
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biodiesel adalah bahan bakar nabati sebagai pengganti minyak diesel pada kendaraan bermotor, sebagai solusi untuk mengatasi krisis bahan bakar minyak pada saat ini. Penggunaan biodiesel juga berdampak positif pada pengurangan emisi yang ditimbukan akibat proses pembakaran di mesin kendaraan bermotor. Kajian dampak pengurangan emisi kendaraan pada pemakaian campuran biodiesel 20 % (B20) merupakan wujud dukungan dalam menyukseskan mandatori pemanfaatan biodiesel sebesar 20% pada 2016 sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 12 Tahun 2015 yang mewajibkan pemakaian B20 pada kendaraan bermotor pada tahun 2016. Kajian dampak lingkungan dilakukan memakai metoda Life Cycle Assessment Cradle to Wheel, yang dimulai dari pembukaan lahan, perkebunan kelapa sawit, produksi minyak sawit, produksi biodiesel, pencampuran biodiesel 20%, distribusi di SPBU, serta pemakaian B20 di kendaraan transportasi dan industri. Tujuan kajian ini adalah untuk mengetahui keuntungan dari pemakaian campuran biodiesel pada kendaraan bermotor, serta mengetahui sampai sejauh mana campuran biodiesel bisa mengurangi emisinya untuk menekan pengaruh dampak terhadap lingkungan. Hasil kajian ini menunjukkan adanya efek kualitas campuran biodiesel terhadap: unjuk kerja mesin, emisi gas buang, pembakaran mesin, serta pelumasan. Skenario berbagai campuran biodiesel menunjukkan penurunan dampak lingkungan yang signifikan pada B20 dan didapatkan juga campuran biodiesel yang optimal.