Gita Puspa Artiani
Jurusan Teknik Sipil, STT-PLN,Jakarta Barat,

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

OPTIMALISASI PERENCANAAN PENGELOLAAN TEMPAT PENGOLAHAN SAMPAH TERPADU (TPST) BERBASIS MASYARAKAT SECARA MANDIRI SEBAGAI UPAYA KONSERVASI LINGKUNGAN Gita Puspa Artiani; Indah Handayasari
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

meningkat seiring bertambahnya konsumsi masyarakat setiap harinya, yang berdampak kepada penumpukan sampah khususnya di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) GEMPEL – BEHI. Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas warga, dikarenakan lokasi dari TPST ini terletak di samping jalan raya dan diseberang pasar. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka diperlukan perencanaan bangunan TPST yang sesuai fungsinya. Sehingga dengan perencanaan ini diharapkan sistem alur pengelolaan sampah mulai dari sampah masuk, letak penampungan sampah, tempat pemilahan sampah, tempat pengolahan sampah organik dan anorganik, tempat untuk sampah residu, dan sampah yang akan dibawa ke TPA Rawa Kucing dapat dikelola dengan baik sesuai fungsinya. Desain fungsi area bangunan TPST yang direncanakan menggunakan area kerja pengolah sampah yang terdiri dari area pemilahan dengan luas ± 60 m2, area organik dengan luas ± 60 m2, area anorganik dengan luas ± 135 m2, area penyimpanan dengan luas ± 30 m2, dan area residu dengan luas ± 15 m2. Setiap area yang didesain mempunyai fungsi dan luas lahan sesuai dengan alur pengelolaan serta volume sampah yang diolah. Perencanaan konsep alur pengelolaan TPST didasarkan kepada volume sampah yang masuk dan  menambah jumlah tenaga kerja dimana pengoptimalan alur pengelolaan dilakukan dengan cara menambah alat biodigester yang dihitung berdasarkan volume sampah organik yang diolah dan kapasitas alat. Berdasarkan hasil perencanaan optimalisasi TPST GEMPEL- BEHI didapakan penurunan volume sampah yang dikirim ke TPA Rawa Kucing dari 74,37  m3 menjadi 10,5 m3 . Hal ini menunjukkan perencanaan fungsi bangunan dan alur pengelolaan sampah dapat menjadi salah satu penyelesaian permasalahan sampah pada TPST GEMPEL-BEHI.