Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PERSEPSI WISATAWAN DALAM PENGEMBANGAN WISATA PENDIDIKAN BERBASIS KONSERVASI GAJAH SUMATERA (Elephas maximus sumatranus) (Perception Of Tourist Development Based Tourism Conservation Education Of Sumatran Elephant (Elephas maximus sumatra Indra Gumay Febryano; Rusita Rusita
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol. 8 No. 3 (2018): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Graduate School Bogor Agricultural University (SPs IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.8.3.376-382

Abstract

The perception of tourists is one of the most important aspects in the development of a tourist area, especially tourism that emphasizes the aspects of education and conservation. This study aims to find information on the perception of tourists in the development of conservation-based education tourism. The method used is survey method and the sample in this research is the tourists and related stakeholder in development. Determination of the number of samples in the population using Slovin formula, so the result at least 100 tourists. Data analysis is descriptively quantitative. The location of the study was conducted at the Elephant Conservation Center (PKG) Way Kambas National Park (TNWK). The results of interviews to 200 respondents known as 98% of respondents who come to PKG aims to travel elephants, 1% doing research and 1% work visit activities and other activities. Perceptions of elephant attractions are classified as Good (44%), 18% is not good. Besides, there were also perception study on service at Elephant Conservation Center (PKG), 53% stated good service, 53% stated facilities good enough, 55% said tourism tourism in PKG quite good, while 57% accessibility to tourism object is not good, and 90% agreed if in the PKG developed into educational tours bebasis konsevasi.Hasil this study is expected to be a reference for managers in developing PKG TNWK become one of the elephant conservation tourism destination in Lampung Province.
POTENSI HUTAN RAWA AIR TAWAR SEBAGAI ALTERNATIF EKOWISATA BERBASIS KONSERVASI GAJAH SUMATERA (Elephas maximus sumatranus) Rusita Rusita; Indra Gumay Febryano; Slamet Budi Yuwono; Irwan Sukri Banuwa
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol. 9 No. 2 (2019): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Graduate School Bogor Agricultural University (SPs IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.9.2.498-506

Abstract

Abstract. This study aims to determine the potential of fresh water swamp forest as alternative ecotourism of Sumatran elephants (Elephas maximus sumatranus). The data collection of flora was done by the printed path method, with sampling intensity (IS) 10% so that obtained 34 observation plots; then elephants behaviors were taken at 07.00 - 17.00 WIB for 7 days. The data behaviors of elephants were recorded using a sampling scan method, for 60 minutes by recording the incidence of behavior within 60 seconds. Data were analyzed by calculating the important value index, the Shannon-Wiener diversity index, and descriptif analysis. The results showed that there were 25 types of vegetation with 5 species that have the highest important index value. The diversity of vegetation types based on Shannon-Wiener's diversity index is moderate, 99% of species found are natural feeds favored by Sumatran elephants. Most of the elephant activity is eating (32%), 17% group, 17% rest, and exploring as much as 12%, while salting is done when elephants feel the need for minerals. The management can do reforestation to increase the diversity of vegetation type, especially the Sumatran elephant's natural food species, so that its existence can support the preservation of elephant and educational tourism based on Sumatran elephant conservation.
Diseminasi Hasil Riset Antimikroba Alami Berbasis Pemanfaatan Limbah Kulit Buah Menjadi Soft Soap Herbal di Sentra Industri Keripik Pisang Lampung Dewi Sartika; Susilawati Susilawati; Neti Yuliana; Rusita Rusita
JPP IPTEK (Jurnal Pengabdian dan Penerapan IPTEK) Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : LPPM ITATS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jpp-iptek.2020.v4i2.705

Abstract

Sentra Industri Rumah Tangga (IRT) Keripik yang beralamat di Jalan Pagar Alam merupakan salah satu sentra wisata kuliner yang cukup populer. IRT keripik ini menghasilkan limbah buangan seperti kulit buah, daun, tangkai buah, bonggol yang belum dikelola dengan baik, dan bahkan pembuangan yang masih dilakukan di tepi badan sungai. Limbah buangan IRT keripik tersebut sangat berpotensi untuk dibuat antimikroba alami yang bernilai jual tinggi, misalnya produk diversifikasi berupa sabun. Tujuan pengabdian ini adalah melakukan transfer teknologi hasil riset dan memecahkan masalah limbah buangan sentra IRT Keripik sebagai mitra pengabdian. Transfer teknologi hasil riset berupa: (1) teknologi pengolahan limbah buangan menjadi antimikroba alami; (2) teknologi diversifikasi produk antimikroba alami; dan (3) teknologi pengolahan produk sabun. Metode pengabdian dilakukan dengan cara ceramah dan diskusi hasil riset serta pendampingan pengolahan limbah buangan menjadi produk antimikroba alami berupa sabun. Kebutuhan mitra pada informasi teknologi adalah sebagai berikut: pembuatan sabun padat herbal 26%, diikuti sabun cair 24%, hand sanitizer 17%, antimikroba alami 12%, pembuatan pakan 10%, serta pembuatan kompos dan pupuk cair 8%. Kegiatan diseminasi menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan dan pemahaman materi setelah kegiatan pengabdian, yaitu tentang pemanfaatan limbah buangan (40%) dan pembuatan soft soap (80%).
UPAYA KONSERVASI DAN BUDIDAYA MANGROVE DI DESA PURWOREJO LAMPUNG TIMUR Bainah Sari Dewi; Novita Arianti; Rusita Rusita; Sugeng P Harianto
Jurnal Agrotek Tropika Vol 11, No 2 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, Mei 2023
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v11i2.6661

Abstract

Sejak pandemi Covid-19, banyak pariwisata mengalami penurunan pendapatan ekonomi, salah satunya pada wisata hutan mangrove yang berada di Desa Purworejo, Lampung Timur, Provinsi Lampung yang berakibat pada kondisi fasilitas wisata yang tidak dapat berjalan dengan maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya konservasi dan budidaya mangrove pasca pandemi Covid-19 di Desa Purworejo Lampung Timur, Provinsi Lampung. Objek pada penelitian ini adalah bibit mangrove dan stakeholder sebanyak 7 responden kunci. Pengambilan data dilakukan pada bulan Oktober 2022 dengan metode wawancara dan observasi langsung. Data dianalisis dengan skala likert secara deskriptif kualitatif dan statistik regresi linear berganda dengan uji t menggunakan software SPSS 20 . Hasil penelitian menunjukkan persepsi stakeholder terhadap upaya konservasi hutan mangrove pasca pandemi Covid-19 dapat dilihat dari dampak setelah pandemi dengan upaya-upaya yang sudah dilakukan. Stakeholdermenyatakan sangat setuju sebanyak 4,71 pada saat terjadi pandemi Covid-19, wisata mangrove mengalami penurunan ekonomi dan juga kerusakan di sekitar kawasan hutan mangrove. Persepsi stakeholder mengenai kondisi hutan mangrove di Desa Purworejo, 4,43 stakeholder menyatakan bahwa kondisi hutan mangrove saat ini sudah mulai berkurang akibat adanya penebangan liar, sebanyak 4,12 stakeholder menyatakan hutan mangrove saatini sudah rusak dan hanya 4,31 stakeholder yang menyatakan kondisi hutan mangrove saat ini masih sangat bagus. Nilai rata-rata pada aspekkonservasi didapatkan perlindungan sistem penyangga kehidupan sebesar 4,43, pemanfaatan secara lestari sumberdaya hayati dan ekosistemnya sebesar 4,14, dan pengawetan keanekaragaman flora dan fauna serta ekosistemnya sebesar 4,07. Persepsi stakeholder yang dinilai kuat memilikipengaruh yang signifikan terhadap upaya konservasi hutan mangrove yang dilakukan.