Netty Dyah Kurniasari
Prodi Ilmu Komunikasi FISIB Universitas Trunojoyo Madura

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sex Role, Bias Gender dan Pekerjaan Netty Dyah Kurniasari
Jurnal Pamator : Jurnal Ilmiah Universitas Trunojoyo Vol 8, No 1: April 2015
Publisher : LPPM Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.015 KB) | DOI: 10.21107/pamator.v8i1.2078

Abstract

Penelitian ini ingin mengetahui pendapat mahasiswa tentang jenis-jenis pekerjaan yang menurut mereka pantas dilakukan oleh laki-laki dan perempuan. Selain itu juga dihubungkan dengan teori gender. Metode penelitian yang digunakan adalah  deskriptif interview dan penyebaran quesioner terbuka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerjaaan  yang berhubungan maskulin dipersepsi lebih sesuai untuk laki-laki. Sedangkan pekerjaan yang berhubungan dengan feminin dipersepsi lebih sesuai untuk perempuan.
Kekerasan Dalam Media (Tinjauan Teori Kultivasi) (Studi Kasus pada Peristiwa Kekerasan terhadap Anak) Netty Dyah Kurniasari
Jurnal Pamator : Jurnal Ilmiah Universitas Trunojoyo Vol 5, No 1: April 2012
Publisher : LPPM Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.926 KB) | DOI: 10.21107/pamator.v5i1.2491

Abstract

Artikel ini membahas bagaimana kuatnya pengaruh media massa terhadap perilaku kekerasan. Penulis melakukan studi kasus terhadap beberapa peristiwa yang diberitakan di media massa dan peristiwa riil. Teori cultural indicators dan the cultivation process digunakan untuk meneliti efek media massa.Kesimpulan artikel ini pertama, kekerasan di dalam media menjadi sulit dilenyapkan, karena kekerasan itu sendiri mempesona.Kedua, bentuk tayangan kekerasan dapat menciptakan ketidakpekaan terhadap korban kekerasan di dalam diri pemirsa. Ketiga, karena kekerasan itu mudah, maka ia menjadi begitu mudah dan gampang memasuki cara berpikir orang, memanipulasinya, tanpa orang tersebut menyadari bahwa ia telah dimanipulasi. Kesimpulan terakhir kenapa kekerasan banyak muncul di media massa, karena kekerasan itu sendiri adalah komoditas yang laku keras di pasaran dan menguntungkan bagi praktisi media.