Nina Nilawati
Departemen Periodonsia, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Hang Tuah

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kode Klasifikasi Penyakit Standar Internasional untuk Dokter Gigi Nina Nilawati
STOMATOGNATIC - Jurnal Kedokteran Gigi Vol 18 No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/stoma.v18i1.27963

Abstract

The International Classification of Disease (ICD-10) is a disease classification system by giving an alphabetical code and a number. ICD-10 is used, among other things, for the purposes of reporting and insurance claims at health service both primary health centers or clinics and hospitals as well as secondary service places. Currently, almost all Indonesian people have participated in health insurance. Health insurance applies ICD-10 for claim processing. Therefore, dentists must recognize the disease code based on the ICD-10. Neither dentist education nor professional colleges have introduced disease codes according to the ICD-10. This paper aims to provide information and explain how to classify oral diseases based on ICD-10. ICD-10 is a disease classification that is arranged based on a disease categorization system whose organization is in accordance with the criteria determined by the Word Health Organization (WHO). ICD-10 is used to translate disease diagnoses into numeric codes with the aim of making systematic and analytical records so that easy to store, search and re-analyze. The dentist profession association collegiums need to list the codes for dental and oral diseases according to ICD-10 and socialize it to members so that there is a common perception in writing ICD-10 codes.
Nikotin Menyebabkan Osteoporosis Nina Nilawati
Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 4 (2021): Jurnal Health Sains
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jhs.v2i4.153

Abstract

Pada sebagian besar perokok, seringkali ditemukan adanya osteoporosis tulang alveolar. Dari beberapa penelitian telah diketahui terdapat hubungan antara merokok dengan jumlah mineral dan sel sel dalam kandungan tulang. Bahan utama rokok adalah tembakau yang mengandung nikotin. Karena itu untuk mengetahui pengaruh merokok terhadap tulang alveolar, salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan meneliti nikotin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana nikotin dapat menyebabkan osteoporosis pada tulang alveolar. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan disain post-test control group yang dilakukan pada  16 ekor kelinci New Zealand secara random. Grup 1 (8 ekor), sebagai kelompok kontrol dan grup 2 (8 ekor), sebagai kelompok perlakuan. Pada kelompok perlakukan dilakukan injeksi larutan nikotin selama 1 minggu dengan dosis nikotin sebesar 2,5 mg/kg BW/hari.  Pengamatan dilakukan pada minggu pertama dengan mengukur jumlah sel  osteoklas dan sel osteoblas melalui pemeriksaan  histologi. Dengan analisa statistik ditemukan perbedaan yang bermakna antara kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol (p<0,05). Pada kelompok perlakuan, menunjukkan adanya peningkatan jumlah sel osteoklas sementara sel osteoblas menurun. Nikotin dapat menyebabkan osteoporosis tulang alveolar melalui peningkatan jumlah sel osteoklas dan penurunan sel osteoblas.