Carmia Diahloka
Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN GAJAYANA TV DALAM MENDAPATKAN PENGIKLAN KOMERSIAL Masitah .; Dinar Primasti; Carmia Diahloka
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.498 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v3i2.77

Abstract

Abstrak: Hadirnya berbagai macam media, khususnya dalam media elektronik, telah memperkuat peta persaingan diantara media itu sendiri. Salah satu media dengan media lainnya berlomba-lomba dalam menarik para pemasang iklan, karena peranan iklan mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam menjaga eksistensi dan dalam memperkuat segi keuntungan bagi media itu sendiri. Gajayana TV Merupakan media pertelevisian di Malang. Selama pada tahun 2005-2011, Gajayana TV mengalami stagnansi dalam pengiklan, namun sejak tahun 2012, secara perlahan kembali muncul. Hal ini tidak terlepas dari strategi komunikasi pemasaran di Gajayana TV dalam menarik minat pengiklan komersial. Dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Dengan menggunakan langkah-langkah pengumpulan data melalui Observasi, Wawancara dan Dokumentasi. Informan ditentukan dengan menggunakan Purposive Sampling. Adapun untuk menganalisa data menggunakan model analisa data interaktif yang dikembangkan oleh John W Creswell (2010). Alat analisis yang digunakan untuk memetakan faktor-faktor strategis menggunakan teknik analisa SWOT. Berdasarkan hasil penelitian, dapat dijelaskan mengenai: (1) Strategi Komunikasi Pemasaran Gajayana TV Dalam Menarik Pengiklan Komersial adalah: a). Strategi personal selling, yakni melakukan presentasi personal oleh tenaga penjualan dengan tujuan menghasilkan transaksi penjualan membangun hubungan dengan pelanggan. b). Seles Promotion. Dalam strategi ini pihak Gajayana melakukan promosi dengan dengan memberikan bonus, harga promo, atau discount pemberian harga spot iklan yang lebih murah. c). Publisitas, dalam hal ini dilaksanakan dengan cara mencari dan menawarkan kepada calon klien, dengan menawarkan konsep atau ide yang menarik, kreatif serta unik Kata kunci: Komunikasi Pemasaran, Iklan Komersial Gajayana TV Abstrac: The varietyof communication media, companies nowadays including elecronic media, has created the competition map among themThey compate reach against others to attract the advertisers because advertisement provides great contribution to the existence of business and also to the profitability of the media. Gajayana TV is one of television stations operated in Malang. From 2005 to 2011, The number of advertisement of Gajayana TV remains stagnant for, but since 2012, it has gradually increased same. It is related to the marketing communication strategies used by Gajayana TV to attract the interest of commercial advertisers. This research uses qualitative method whit. Data collection techniques are observation, interview and documentation. Informant is determined with Purposive Sampling. Data analysis method is interactive data analysis model proposed by jhon W Creswell (2010). Analysis technique is SWOT which is useful to construct a map of strategic factors. Based on research, inexplicable regarding: ( 1 ) Of marketing communications strategy in attracting advertisers gajayana tv commercial is: a ). Selling personal strategy, are doing personal presentation by salesperson for the purpose of selling transaction produce build a relationship with the customer. b ). Seles promotion. In this strategy gajayana do with the promotion by giving bonus, prices, promo or discount prices ad time providing cheaper. c ). Publicity, in this implemented in a searching manner and offers to potential clients, by offering attractive, a concept or idea creative and unique. Keywords: Marketing Communication, Commercial Advertisement at Gajayana TV
ANALISIS SEMIOTIK PENCITRAAN JOKOWI Nashirussolah .; Carmia Diahloka; Herru Prasetyo Widodo
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.167 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v3i2.78

Abstract

Abstrak: Iklan politik merupakan salah satu iklan yang mengalami banyak perkembangan, apalagi menjelang musim-musim pemilu, iklan politik banyak bertebaran di berbagai media televisi. Iklan politik merupakan salah satu bentuk komunikasi politik. Televisi menjadi media strategis untuk membangun citra partai atau seorang figur calon presiden melalui iklan partai politik. Hal ini bisa dilihat dari presentase iklan partai politik yang semakin marak di beberapa TV swasta menjelang pemilu 2014 yang berlangsung pada 9 April 2014 serta menjelang pemilu presiden 9 Juli 2014. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana makna semiotik Iklan Jokowi adalah Kita serta upaya menaikkan citra Jokowi dalam iklan tersebut. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sedangkan model analisis semitok yang digunakan adalah model analisis semiotik “order of signification” yang digagas oleh Roland Barthes dengan lebih spesifik lagi menggunakan sighnifikasi dua tahap yaitu denotatif dan konotatif. Obyek data penelitian ini adalah iklan Jokowi adalah kita versi multi profesi di Metro TV dengan menggunakan teknis analisis data model interaktif Miles & Huberman. Hasil penelitian menunjukkan, secara semiotik bahwa pemuda merupakan tulang punggung masa depan bangsa yang memiliki peran dan tanggung jawab sangat besar untuk menggapai kemajuan bangsa. Jokowi dicitrakan sebagai sosok yang mampu merangkul semua kalangan dan segala bentuk keberagaman. Jokowi adalah representasi dari semua harapan dan cita-cita bangsa Indonesia yang sangat beragam. Namun, dalam iklan ini ada beberapa scene yang tidak disertai dengan korelasi antar tanda yang utuh sebagai sebuah iklan. Kata Kunci: Semiotik, Iklan Politik, Iklan Jokowi Adalah Kita Abstract: Political advertising is one of advertising that had a lot of development, especially approaching of the election season, political advertising scattered on various television media. Political advertising is a form of political communication. Television became a strategic medium to build the politic image or a candidate of president by using political advertising. This can be seen from the percentage of political party advertising increasingly prevalent in some private TV ahead of the 2014 elections that took place on 9 April 2014 and the upcoming presidential elections July 9 2014 This research intend to look at how the semiotic meaning of Jokowi's Advertising is We are and the efforts to raise the image of Jokowi in that advertising. The type of this research that was used in this study was a descriptive study with a qualitative approach. While semitok analysis model is used a model of semiotic analysis "order of signification"which was initiated by Roland Barthes. the Object of this research is Jokowi advertising is our version of a multi profession in Metro TV using an interactive model of data analysis techniques Miles & Huberman. The results was showed semiotictly that the youth are the future backbone of the nation who have roles and responsibilities very large to reach the progressing of the nation. Jokowi as someone who is able to embrace all people and all forms of diversity. Jokowi is a representation of all the hopes and ideals of the Indonesian people are very diverse. However, in this advertising there are some scenes that are not accompanied by a complete correlation between the sign as an advertising. Keywords: Semiotics, Political Advertising, jokowis Advertising are us
REPRESENTASE VISI SURAT KABAR DALAM FOTO JURNALISTIK Kristianus Laba; Sugeng Rusmiwari; Carmia Diahloka
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.07 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v2i1.61

Abstract

Dewasa ini foto jurnalistik sebagai salah satu unsur penting dalam kegiatan jurnalistik modern, telah berkembang sangat pesat, apalagi sejak ditemukannya kamera digital yang menawarkan beraneka macam kemudahan. Fotografi jurnalistik semakin besar peranannya menjadi penyampai informasi kepada khalayak secara cepat dan akurat. Pada dasarnya semua foto yang dimuat di media massa diistilahkan sebagai foto jurnalistik, termasuk foto-foto peristiwa yang tampil di media online seperti internet. Artinya semua produk foto yang mempunyai nilai berita bisa disebut sebagai foto jurnalistik. Dalam konteks ini, fotografi jurnalistik tidak berdiri sendiri sebagai sebuah gambar, melainkan acapkali menjadi suatu kesatuan dengan berita. Keduanya saling mempengaruhi dan dipengaruhi, sehingga media massa cetak akan terasa hambar jika salah satunya tidak ada. Media massa cetak hanya akan menjadi lembaran-lembaran mati yang membosankan jika hadir tanpa foto atau gambar (Wijaya, 2011:21). Foto jurnalistik juga dapat dikatakan sebagai metode berkomunikasi melalui fotografi sehingga foto jurnalistik menjadi sebuah berita ataupun informasi yang dibutuhkan masyarakat baik lokal, regional, nasional maupun pada tingkat internasional. Foto jurnalistik merupakan hasil jerih payah seorang fotografer jurnalistik (kerap juga disebut pewarta foto, foto jurnalis atau wartawan foto) yang dianggap dapat mengekspresikan sudut pandang sang fotografer namun pesan komunikasinya memiliki arti yang jauh lebih luas dari pada hanya sekedar arti dari sudut pandang sang fotografer. Foto jurnalistik merupakan salah satu produk jurnalistik yang dihasilkan oleh wartawan selain tulisan yang berbau berita (straight news atau hard news, berita bertafsir, berita kedalaman (depth reports) maupun non berita (artikel, feature, tajuk rencana, pojok, karikatur dan surat pembaca). Sebagai produk dalam pemberitaan, tentunya foto jurnalistik memiliki peran penting dalam media cetak maupun cyber media (internet). Penggunaan foto jurnalistik dalam surat kabar dan majalah mulai berkembang pada tahun 1930 an. Perkembangannya sangat cepat sehingga pada gilirannya teknologi foto dapat mendorong perkembangan media jurnalistik. Foto jurnalistik kemudian tumbuh menjadi suatu konsep dalam sistem komunikasi yang disebut dengan komunikasi foto (Photographic Communication). Bahkan komunikasi foto kini telah menempati kunci model dalam proses komunikasi massa. Sebagai suatu lambang yang berdimensi visual, foto dan gambar mendeskripsikan sesuatu pesan yang tidak secara eksplisit tertuang dalam komunikasi kata, baik lisan maupun tulisan (Muhtadi, 1999:101). Foto jurnalistik itu sendiri secara harfiah merupakan karya visual dari jurnalisme yang memilki nilai berita atau pesan yang layak untuk diketahui khalayak banyak dan disebarluaskan melalui media massa. Pertimbangan dari kelayakan sebuah foto jurnalistik meliputi unsur visi, informatif, kehangatan, faktual, relevan, misi termasuk juga di dalamnya mengenai angle atau sudut pengambilan gambar. Selain itu, salah satu prasyarat mutlak dari nilai sebuah foto jurnalistik adalah orisinalitas dan bukan hasil rekayasa termasuk rekayasa koputer grafis. Namun begitu, untuk kepentingan cover sebuah majalah atau media internet, pemakaian komputer grafis terhadap foto bisa ditolelir dan menjadi pertimbangan tersendiri dengan tujuan estetika untuk menarik pembaca.