Mulin Nu’man
UIN Sunan Kalijaga

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS SISWA SMP DAN SMA: TINJAUAN LITERATURE SISTEMATIS Dewani Roro Rengganis; Mulin Nu’man
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 2 (2026): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/hh9fnw21

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kemampuan berpikir kritis matematis siswa melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Kajian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kemampuan berpikir kritis matematis dalam pembelajaran matematika, terutama untuk mendukung penalaran, pemecahan masalah, pengambilan keputusan, dan penyusunan argumen matematis secara logis. Namun, berbagai studi menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis matematis siswa Indonesia masih relatif rendah, khususnya dalam menyelesaikan soal non-rutin, masalah kontekstual, dan tugas yang menuntut analisis tingkat tinggi. Metode penelitian yang digunakan adalah SLR dengan tahapan perumusan pertanyaan penelitian, pencarian literatur, penentuan kriteria inklusi dan eksklusi, penilaian kualitas artikel, pengumpulan data, analisis data, serta penyesuaian protokol. Data diperoleh dari artikel ilmiah terindeks yang diterbitkan pada rentang tahun 2021–2025 melalui Google Scholar. Berdasarkan proses seleksi, diperoleh 18 artikel yang memenuhi kriteria untuk dianalisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa tren publikasi penelitian tentang kemampuan berpikir kritis matematis mengalami penurunan, dengan jumlah publikasi tertinggi pada tahun 2021. Berdasarkan desain penelitian, metode kualitatif deskriptif paling dominan digunakan, diikuti oleh Research and Development (R&D), sedangkan mixed methods dan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) masih terbatas. Penelitian lebih banyak dilakukan pada tingkat SMP dibandingkan SMA/SMK. Dari aspek materi, sebagian besar artikel tidak mencantumkan materi matematika secara spesifik, tetapi aljabar menjadi topik yang paling sering digunakan. Secara umum, kemampuan berpikir kritis matematis siswa masih berada pada kategori sangat rendah hingga sedang. Meskipun demikian, beberapa temuan menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran inovatif, pendekatan berbasis masalah, dan pemanfaatan teknologi digital berpotensi meningkatkan kemampuan tersebut. Temuan ini menegaskan bahwa pembelajaran matematika perlu dirancang secara lebih kontekstual, reflektif, berbasis masalah, serta berorientasi pada aktivitas berpikir tingkat tinggi agar siswa mampu menganalisis, mengevaluasi, dan mengomunikasikan ide matematis secara kritis. Kajian ini merekomendasikan penelitian lanjutan dengan desain eksperimen atau mixed methods yang lebih kuat, perluasan konteks penelitian pada jenjang SMA/SMK, serta eksplorasi materi matematika yang lebih beragam.