Muhtarom Ilyas
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

FAHAM ULAMA HADITS DAN SUFI TERHADAP KEYAKINAN TENTANG NUR MUHAMMAD achmad achmad; Muhtarom Ilyas
JURNAL SOSIAL HUMANIORA (JSH) Vol 8, No 1 (2015)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.633 KB) | DOI: 10.12962/j24433527.v8i1.1243

Abstract

Nur Muhammad adalah suatu ajaran tentang keyakinan bahwa Allah SWT menciptakan Nabi Muhammad SWA dari NurNya [Allah SWT].  Sejak semula dari Nur Allah itu dicipta Nur Muhammad, hal ini telah menjadi aqidah para penganut thariqat atau mereka yang bertasawuf dalam Islam. Bila Nabi Muhammad SWA diciptakan berasal dari NurNya, demikian halnya seluruh makhluk juga diciptakan dari Nur Muhammad. Dari NurNya, Allah SWT menciptakan Nur Muhammad dan dari Nur Muhammad, Allah SWT menciptakan seluruh makhluq. Keyakinan tentang Nur Muhammad mempunyai konsekwensi terhadap wujud yang satu, yaitu wihdatul wujud, kesatuan wujud Khaliq dan makhluq, kesatuan wujud Allah SWT dengan alam semesta. Sebagaimana Al Bushthami mengatakan,” Aku heran kepada orang yang mengenal Allah, bagaimana mungkin dia menyembahNya?” Juga Al Bushthami mengatakan,”Mahasuci aku, mahasuci aku, alangkah agungnya aku.” Jadi siapa yang telah mengenal Allah swt., dia merupakan emanasi dari Allah swt. sehingga melekat padanya sifat-sifat ketuhanan yaitu rububiyah dan uluhiyah. Oleh karenanya mana mungkin Allah menyembah Allah? Itulah wihdatul wujud sebagai salah satu konskwensi dari ajaran tentang Nur Muhammad.
LINGKUNGAN HIDUP DALAM PANDANGAN ISLAM Muhtarom Ilyas
JURNAL SOSIAL HUMANIORA (JSH) Vol 1, No 2 (2008)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.668 KB) | DOI: 10.12962/j24433527.v1i2.672

Abstract

Agama sebagai sumber nilai dapat merubah alam menjadi suatu sumber kehidupan yang positif (manfaat) maupun negatif (madarat). Sebagian ahli pikir mencoba menggunakan Islam sebagai sistem nilai dan norma untuk memecahkan masalah kehidupan seluruh makhluk di bumi ini sebagai ungkapan rasa tanggung jawab. Lingkungan hidup merupakan satu kesatuan sistem dan memiliki hubungan yang sanagat banyak dengan penghuni, banyak interaksi dan korelasinya. Lingkungan hidup dalam pandangan Islam tidak terlepas dari proses penciptaan Allah yang tidak secara kebetulan. Kejadian alam semesta yang sistematik mengarahkan manusia agar mampu menghayati wujud, keesaan dan kebesaran Allah. Mengingat karena semua kerusakan atau pencemaran lingkungan disebabkan karena ulah manusia, maka amar ma’ruf nahi mungkar adalah cara terbaik untuk menanggulangi hal tersebut dengan tinjauan secara teologis dan fenomenologis.
KEKURANGAN DAN KELEBIHAN MUI (MAJELIS ULAMA’ INDONESIA) DI ERA ORDE BARU Muhtarom Ilyas
JURNAL SOSIAL HUMANIORA (JSH) Vol 2, No 1 (2009)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.124 KB) | DOI: 10.12962/j24433527.v2i1.668

Abstract

Awal mula berdirinya Majelis Ulama’ Indonesia (MUI) bukanlah kehendak umat Islam sepenuhnya dan bukan pula kehendak dari para ulama’ Islam, tetapi berdirinya MUI adalah kehendak dari pemerintah Indonesia pada saat itu (Orde Baru) dalam rangka menguatkan kedudukan pemerintahan di saat itu. Namun demikian setelah berdirinya MUI, terdapat kekurangan dan kelebihan dalam menfatwakan berbagai macam permasalahan yang terjadi pada kehidupan masyarakat Indonesia karena di Indonesia terdapat berbagai aliran keagamaan, bahkan dalam Islam itu sendiri terdapat beberapa madzhab yang berbeda.