Jumiati Nurdin
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Strategi Pemasaran Tepung Mocaf Sebagai Bahan Subtitusi Tepung Terigu Pada Industri Pangan Olahan Di Makassar Jumiati Nurdin
Jurnal Ilmiah METANSI ”Manajemen dan Akuntansi” Vol 1 No 2 (2018): Jurnal Ilmiah METANSI ”Manajemen dan Akuntansi”
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Lamappapoleonro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.79 KB) | DOI: 10.57093/metansi.v1i2.66

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi pemasaran tepung mocaf sebagai bahan subtitusi tepung terigu pada industri pangan olahan di Makassar. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah menganalisa data dengan cara mendiskripsikan atau menggambarkan data yang telah dikumpulkan tentang strategi pemasaran tepung mocaf sebagai bahan subtitusi tepung terigu pada industri pangan olahan di Makassar meliputi bauran pemasaran yang terdiri dari Produk, Harga, Saluran distribusi, dan PromosiTepung Mocaf (Modified Casava Flour) adalah produk tepung dari ubi kayu yang diproses menggunakan prinsip memodifikasi sel ubi kayu secara fermentasi. Harga dalam partai besar tepung mocaf sekitar Rp. 5000,-/kg sedangkan tepung terigu Rp. 7.500,-/kg (kelas bawah) dan Rp. 12.000,-/kg (kelas atas), sehingga dengan harga yang kompetitif tersebut tepung mocaf dapat dimanfaatkan sebagai bahan subtitusi tepung terigu. Tepung mocaf memiliki kandungan nutrisi dan gizi yang tinggi dibandingkan dengan tepung lainnya sehingga dapat menjadi bahan promosi. Tepung mocaf memiliki banyak keunggulan baik dari segi fisik maupun manfaat terutama untuk mengatasi masalah kesehatan. Tepung mocaf tidak mengandung gluten sehingga baik dikonsumsi oleh penderita autis dan diabetes, karena dapat menjadi asupan yang kaya nutrisi dan sehat bagi penderita autis dan diabetes sehingga dapat digunakan sebagai bahan terapi yang alami, murah dan berkhasiat. Tepung mocaf cocok untuk aneka produk olahan kue, cake, bolu, biscuit, dan mie. Tepung mocaf disalurkan dari sentra-sentra poduksi langsung ke industri-industri yang membutuhkan. Ketersediaan tepung mocaf tidak perlu dikhawatirkan karena tepung mocaf bukan bahan yang mudah basi sehingga dapat digudangkan selama setahun bila dikemas baik dalam kemasan hampa udara (vacum sealer). Dengan demikian tepung mocaf layak untuk di ekspor. Kesimpulan penelitian ini adalah strategi pemasaran tepung mocaf sebagai bahan subtitusi tepung terigu pada industri pangan olahan memiliki potensi pengembangan pasar yang sangat tinggi berdasarkan bauran pemasaran (Marketing Mix) yaitu produk, harga, saluran distribusi dan promosi
Analisis Biaya Dan Pendapatan Usaha Kerupuk Ampas Tahu Pada Industri Pembuatan Tahu Makassar Jumiati Nurdin
Jurnal Ilmiah METANSI ”Manajemen dan Akuntansi” Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Ilmiah METANSI ”Manajemen dan Akuntansi”
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Lamappapoleonro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (602.073 KB) | DOI: 10.57093/metansi.v2i1.75

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui biaya dan pendapatan bersih produksi kerupuk ampas tahu satu kali produksi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah menganalisa data dengan cara mendiskripsikan atau menggambarkan data yang telah dikumpulkan tentang biaya meliputi biaya tetap dan biaya tidak tetap, penerimaan dan pendapatan bersih produksi kerupuk ampas tahu satu kali produksi Ampas tahu merupakan limbah dari pembuatan tahu. Walaupun merupakan limbah namun ampas tahu memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi baik protein maupun lemak, sehingga sangat memungkinkan untuk dapat diolah menjadi berbagai jenis makanan diantaranya kerupuk ampas tahu. Pemanfaatan limbah tahu ini merupakan terobosan baru dalam membuka peluang usaha untuk merintis sebuah industri kecil (UKM) dengan biaya murah, karena bahan baku yang digunakan adalah ampas tahu yang harganya sangat murah dan mudah diperoleh tanpa mengenal musim. Berdasarkan hasil penelitian maka biaya tetap diperoleh dengan cara menghitung semua biaya yang dikeluarkan oleh Industri Pembuatan Tahu Makassar untuk membiayai segala aktivitas produksi yang tidak dipengaruhi oleh volume produksi sebesar Rp. 943.837 satu kali produksi terdiri dari penyusutan peralatan produksi sebesar Rp. 43.837,- gaji karyawan sebesar Rp. 825.000 dan penyusutan lahan dan bangunan sebesar Rp. 75.000. Total biaya tidak tetap pada produksi kerupuk ampas tahu pada Industri Pembuatan Tahu Makassar adalah sebesar Rp. 680.000,- terdiri dari biaya bahan baku sebesar Rp. 157.500 biaya bahan tambahan sebesar Rp. 42.500,- biaya listrik dan air sebesar Rp. 480.000,-. Total penerimaan dari hasil produksi kerupuk ampas tahu pada Industri Pembuatan Tahu Makassar dalam satu kali produksi adalah Rp 3.500.000 sehingga pendapatan bersih dari hasil penjualan kerupuk ampas tahu pada Industri Pembuatan Tahu Makassar dalam satu kali produksi Rp 1.876.163,- Kesimpulan penelitian ini adalah total biaya produksi kerupuk ampas tahu satu kali produksi pada Industri Pembuatan Tahu Makassar adalah Rp 1.623.837 sedangkan pendapatan bersih kerupuk ampas tahu satu kali produksi pada Industri Pembuatan Tahu Makassar adalah Rp 1.876.163,-.
Analisis pengaruh kepemimpinan, motivasi dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan pada PT. Pertani (persero) Kabupaten sidrap provinsi sulawesi selatan Jumiati Nurdin
Jurnal Ilmiah METANSI ”Manajemen dan Akuntansi” Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Ilmiah METANSI ”Manajemen dan Akuntansi”
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Lamappapoleonro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (686.717 KB) | DOI: 10.57093/metansi.v2i2.88

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan, motivasi dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan pada PT. Pertani (Persero) Kabupaten Sidrap Provinsi Sulawesi Selatan. Adapun hipotesis dari penelitian ini adalah diduga bahwa kepemimpinan, motivasi dan lingkungan kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada PT. Pertani (Persero) Kabupaten Sidrap Provinsi Sulawesi Selatan. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dengan melalui tahapan-tahapan berikut (1) analisis regresi linear berganda, (2) pengujian hipotesis baik Uji pasial (Uji t) maupun Uji parsial (uji t) digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel maupun Uji simultan (Uji F) digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas secara simultan atau bersama-sama terhadap variabel terikatnya. (3) Analisis koefisien determinasi (R2). Hasil Penelitian yang telah dilaksanakan maka dari ketiga variabel penelitian yaitu kepemimpinan, motivasi kerja, dan lingkungan kerja yang memiliki pengaruh lebih dominan terhadap kinerja karyawan pada PT. Pertani (Persero) Kabupaten Sidrap Provinsi Sulawesi Selatan adalah lingkungan kerja. Hal ini dapat dilihat dari nilai t hitung lingkungan kerja 3,578 Iebih besar dari nilai t hitung motivasi kerja 3,483 dan nilai t hitung kepemimpinan sebesar 2,256. Secara simultan variabel kepemimpinan, motivasi kerja, dan lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT. Pertani (Persero) Kabupaten Sidrap Provinsi Sulawesi Selatan. Hal ini dikarenakan oleh taraf signifikansi sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05. Besarnya pengaruh variabel kepemimpinan, motivasi kerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan pada PT. Pertani (Persero) Kabupaten Sidrap Provinsi Sulawesi Selatan adalah 0,809 atau sebesar 80,90%. Sedangkan sisanya sebesar 19,10% dipengaruhi oleh variabel-variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka penulis menyimpulkan Kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT. Pertani (Persero) Kabupaten Sidrap Provinsi Sulawesi Selatan, karena nilai koefisien regresi kepemimpinan adalah 0,244 mempunyai arti positif dan signifikan dikarenakan nilai signifikansinya sebesar 0,028 lebih kecil dari 0,05. Motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT. Pertani (Persero) Kabupaten Sidrap Provinsi Sulawesi Selatan, karena nilai koefisien regresi motivasi kerja adalah 0,364 memiiliki arti positif dan signifikan dikarenakan nilai signifikansinya sebesar 0,001 lebih kecil dari 0,05. Lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT. Pertani (Persero) Kabupaten Sidrap Provinsi Sulawesi Selatan, karena nilai koefisien regresi lingkungan kerja adalah 0,367 mempunyai arti positif dan signifikan dikarenakan nilai signifikansinya sebesar 0,001 lebih kecil dari 0,05. Besarnya pengaruh variabel kepemimpinan, motivasi kerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan pada PT. Pertani (Persero) Kabupaten Sidrap Provinsi Sulawesi Selatan adalah 0,809 atau sebesar 80,90%
Proses pengolahan dan pemasaran tepung sagu pada CV. Podomoro makassar Jumiati Nurdin
Jurnal Ilmiah METANSI ”Manajemen dan Akuntansi” Vol 3 No 2 (2020): Jurnal Ilmiah METANSI ”Manajemen dan Akuntansi”
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Lamappapoleonro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.181 KB) | DOI: 10.57093/metansi.v3i2.104

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pengolahan dan pemasaran tepung sagu pada CV. Podomoro Makassar. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah menganalisa data dengan cara mendiskripsikan atau menggambarkan data yang telah dikumpulkan tentang proses pengolahan dan pemasaran tepung sagu pada CV. Podomoro Makassar meliputi pengolahan dan bauran pemasaran yang terdiri dari Produk, Harga, Saluran distribusi, dan Promosi. CV. Podomoro Makassar melaksanakan proses pengolahan tepung sagu melalui tiga tahapan yaitu : (1) pemilahan tepung sagu yang masih basah dan kering, (2) proses penggilingan, pengayakan, dan (3) pengemasan. Harga partai besar tepung sagu basah sekitar Rp. 5000,-/kg sedangkan harga tepung sagu kering dalam partai besar Rp. 7.500,-/kg (kelas bawah) dan Rp. 12.000,-/kg (kelas atas), sehingga dengan harga yang kompetitif tepung sagu dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku atau bahan tambahan dalam produk olahan pangan. Tepung sagu disalurkan dari sentra-sentra poduksi langsung ke industri-industri yang membutuhkan. Tepung sagu yang diolah dan dipasarkan tersebut, 95% dipasarkan di Sulawesi Selatan Barat (SULSELBAR) khususnya di pasar tradisional yang memiliki penggilingan daging untuk membuat bakso. Serta 5 % nya penjualan terjadi melalui transaksi online diberbagai marketplace seperti Tokopedia, Bukalapak serta Lazada untuk menjangkau wilayah di seluruh Indonesia. Ketersediaan tepung sagu tidak perlu dikhawatirkan karena tepung sagu bukan bahan yang mudah basi sehingga dapat digudangkan selama setahun bila dikemas baik dalam kemasan hampa udara (vacum sealer), dengan demikian tepung sagu layak untuk di eksport. Kesimpulan penelitian ini adalah Tepung sagu yang di produksi CV Podomoro adalah tepung sagu yang berkualitas tinggi. Strategi Pemasaran tepung sagu pada CV. Podomoro Makassar memiliki potensi pengembangan pasar yang sangat tinggi berdasarkan bauran pemasaran (Marketing Mix) yaitu produk, harga, saluran distribusi dan promosi