Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERSEPSI PERAWAT DAN DOKTER TERHADAP PENERAPAN BUDAYA KESELAMATAN PASIEN DI RUMAH SAKIT ADVENT BANDUNG Mori Peranginangin
Jurnal Skolastik Keperawatan Vol 4 No 1 (2018): Januari - Juni
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Advent Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35974/jsk.v4i1.732

Abstract

Pendahuluan: Budaya keselamatan pasien masih menjadi permasalahan secara global. Hal ini tercermin dari masih tingginya angka insiden keselamatan pasien yang terjadi. Perawat dan dokter mempunyai andil besar dalam meningkatkan budaya keselamatan pasien di rumah sakit, sehingga penting untuk mengkaji bagaimana persepsi mereka. Tujuan: Meningkatkan budaya keselamatan perawat dan dokter. Metode: Penelitian descriptive comparative cross sectional design dilakukan kepada 185 responden dengan menggunakan instrumen Hospital Survey of Patient Safety Culture (HSOPSC) Pengukuran persepsi terhadap masing masing dimensi dilakukan untuk mengetahui dimensi mana yang masih perlu ditingkatkan. Uji statistik Mann Whitney digunakan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan persepsi antara perawat dan dokter. Hasil: Hasilnya menunjukkan bahwa rata rata persepsi perawat adalah 69.7%. Dimensi yang perlu ditingkatkan adalah Respon Tidak Menghukum Terhadap Kesalahan (24.8%); Staffing (56%); Harapan Dan Tindakan Manajer Dalam Meningkatkan Keselamatan Pasien (65%); Persepsi Tentang Keselamatan Pasien Secara Keseluruhan (66.5%); Dukungan Manajemen Rumah Sakit Terhadap Program Keselamatan Pasien; Overan Dan Transisi; Kerjasama Tim Antar Unit (74.8%). Sementara pada profesi dokter mempunyai nilai rata rata 65.4% dimana 10 dimensi masih perlu ditingkatkan , yaitu: Respon Tidak Menghukum Terhadap Kesalahan (43.3%); Staffing (55%); Frekuensi Pelaporan Insiden (55%); Umpan Balik dan Komunikasi Tentang Kesalahan (55%), Komunikasi Terbuka (61.7%); Harapan Dan Tindakan Manajer Dalam Meningkatkan Keselamatan Pasien (62.5%); Dukungan Manajemen Rumah Sakit Terhadap Program Keselamatan Pasien (66.7%); Persepsi Tentang Keselamatan Pasien Secara Keseluruhan (68.3%); Overan dan Transisi (72.5%); Kerjasama Tim Antar Unit (73.8%). Diskusi: Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara persepsi perawat dengan dokter. Kata Kunci: Budaya keselamatan pasien, dokter, HSOPSC, perawat, persepsi
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PERAWAT TENTANG PERAWATAN PALIATIF DI RUMAH SAKIT ADVENT BANDUNG Mori Peranginangin
Jurnal Skolastik Keperawatan Vol 6 No 1 (2020): Januari - Juni
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Advent Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35974/jsk.v6i1.2231

Abstract

Pendahuluan: data WHO menunjukkan bahwa 86% penderita yang membutuhkan perawatan paliatif belum menerimanya, dan salah satu penyebabnya adalah kurangnya pengetahuan dan ketrampilan tenaga kesehatan tentang perawatan paliatif. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan sikap perawat terhadap perawatan paliatif, serta mencari tahu apakah terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap perawat terhadap perawatan paliatif. Metode: penelitian ini adalah deskriptif korelasi dengan menggunakan tehnik sampel convenience yang berjumlah 99 perawat yang bekerja di Rumah Sakit Advent Bandung. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Oktober - November 2019. Untuk mengukur tingkat pengetahuan digunakan kuesioner The Palliative Care Quiz for Nursing (PCQN), sedangkan untuk mengukur sikap digunakan kuesioner Frommelt’s Attitude Toward Care of the Dying (FATCOD) scale. Hasil: tingkat pengetahuan perawat terhadap perawatan paliatif dalam kategori rendah, sedangkan sikap perawat terhadap perawatan paliatif dalam kategori sedang. Hasil uji  Spearman rho menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap perawat dengan  nilai p > 0,05. Diskusi: penelitian ini menyarankan agar perawat diberikan pelatihan tentang perawatan paliatif agar dapat meningkatkan pengetahuan perawat.
PENGETAHUAN DAN SIKAP SISWA SMA DALAM MENGHADAPI BENCANA GEMPA BUMI Lino Pasaribu; Mori Peranginangin
Jurnal Skolastik Keperawatan Vol 6 No 2 (2020): Juli - Desember
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Advent Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35974/jsk.v6i2.2405

Abstract

Pendahuluan: Salah satu faktor yang menyebabkan begitu banyak korban yang jatuh ketika terjadi bencana gempa bumi dikarenakan kurangnya pengetahuan yang dimiliki oleh masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggali tingkat pengetahuan dan sikap yang di miliki oleh siswa SMA di perguran Advent Nias dalam menggahadapi bencana gempa bumi. Metode: Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas 12 tahun ajaran 2020/2021 yang berjumlah 134 orang. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan pengambilan sampel menggunakan metode total sampling. Instrumen yang di gunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner yang di bagikan secara online kepada seluruh siswa. Hasil: penelitian ini menunjukkan pengetahuan yang dimiliki oleh siswa SMA di Perguruan Advent Nias dalam kategori cukup, namun masih belum bisa untuk mengambil sikap yang tepat untuk menghadapi bencana gempa bumi. Sementara sikap yang di miliki oleh murid di Perguruan Advent Nias dalam menghadapi bencana gempa bumi masih dalam rendah. Diskusi: Untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap siswa dalam menghadapi bencana maka perlu diadakan pelatihan atau sosialisasi yang berkala dan berkesinambungan di lingkungan sekolah.