Akhmadi Abbas
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Monitoring Of Side Effects Of Anti-Tuberculosis Drugs (ATD) On The Intensive Phase Treatment Of Pulmonary TB Patients In Makassar Akhmadi Abbas
Journal of Agromedicine and Medical Sciences Vol 3 No 1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/ams.v3i1.4093

Abstract

Side effects of Anti-Tuberculosis Drugs (ATD) is a problem in the treatment of TB patients. The severity of the side effects experienced by patients will have an impact on treatment compliance and loss to follow-up rate. This study aimed to obtain information about ATD side effects experienced by pulmonary TB patients during the intensive phase treatment in Makassar. This type of research was observational descriptive with the time series design. The number of samples in this study were 58 people. The results showed that the percentage of patients who experienced ATD side effects during the intensive phase of treatment is the first week of 96.6%, 91.4% the second week, third week of 86.2%, 74.1% fourth week, the fifth week 74.1% , the sixth week 81%, the seventh week of 75.9% and 67.2% eighth week. The percentage of patients based on the type of side effects experienced is 81% joint pain, nausea 79.3%, 77.6% itching, loss of appetite 75.9%, 67.2% dizziness, tingling 50%, vomiting 41.4%, 34.5% abdominal pain, visual disturbances 27.6%, headache 24.1% and 6.9% hearing loss. This study showed that patients experienced ATD side effects every week during the intensive phase treatment. More side effects experienced during the first and the second weeks and tend to decrease until the end of the intensive phase. The main type of side effects experienced by TB patients are joint pain. Health workers should always conduct routine monitoring of ATD side effects experienced by TB patients in order to improve patient treatment compliance and prevent them from loss to follow-up of treatment. Keywords: Monitoring, Side effects, ATD, TB, Intensive phase
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP WANITA USIA SUBUR TERHADAP KEJADIAN ANEMIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CAMPUREJO KOTA KEDIRI: Description of Knowledge and Attitudes of Women of Childbearing Age Towards the Incidence of Anemia in the Work Area of Campurejo Health Center, Kediri City Akhmadi Abbas; Krisnita Dwi Jayanti; Afina Putri Utomo; Evita Anistasya Harliana; Jhon Sub
Jenggala : Jurnal Riset Pengembangan dan Pelayanan Kesehatan Vol 4 No 2 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Fakultas Teknologi dan Manajemen Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering dialami oleh Wanita Usia Subur (WUS) dan dapat berdampak pada penurunan kualitas hidup, menurunnya produktivitas, serta meningkatkan risiko komplikasi selama kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap Wanita Usia Subur terhadap kejadian anemia di wilayah kerja Puskesmas Campurejo, Kota Kediri. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 210 orang yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner tertutup yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada kelompok usia 36–49 tahun (70,5%), berpendidikan terakhir SMA (63,3%), dan mayoritas bekerja sebagai ibu rumah tangga (62,4%). Tingkat pengetahuan responden sebagian besar berada dalam kategori cukup (58,1%), sedangkan sikap terhadap pencegahan anemia tergolong baik (60%). Meskipun demikian, masih ditemukan 31% responden yang memiliki riwayat anemia dan 30,5% mengalami gejala anemia. Kesimpulan menunjukkan bahwa meskipun pengetahuan dan sikap responden terhadap anemia sudah tergolong baik, namun masih diperlukan intervensi edukatif dan promotif yang berkelanjutan, terutama dalam meningkatkan kesadaran dan tindakan nyata dalam pencegahan anemia. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi dasar dalam perencanaan program kesehatan di tingkat puskesmas untuk menurunkan angka kejadian anemia pada WUS. Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering dialami oleh Wanita Usia Subur (WUS) dan dapat berdampak pada penurunan kualitas hidup, menurunnya produktivitas, serta meningkatkan risiko komplikasi selama kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap Wanita Usia Subur terhadap kejadian anemia di wilayah kerja Puskesmas Campurejo, Kota Kediri. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 210 orang yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner tertutup yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada kelompok usia 36–49 tahun (70,5%), berpendidikan terakhir SMA (63,3%), dan mayoritas bekerja sebagai ibu rumah tangga (62,4%). Tingkat pengetahuan responden sebagian besar berada dalam kategori cukup (58,1%), sedangkan sikap terhadap pencegahan anemia tergolong baik (60%). Meskipun demikian, masih ditemukan 31% responden yang memiliki riwayat anemia dan 30,5% mengalami gejala anemia. Kesimpulan menunjukkan bahwa meskipun pengetahuan dan sikap responden terhadap anemia sudah tergolong baik, namun masih diperlukan intervensi edukatif dan promotif yang berkelanjutan, terutama dalam meningkatkan kesadaran dan tindakan nyata dalam pencegahan anemia. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi dasar dalam perencanaan program kesehatan di tingkat puskesmas untuk menurunkan angka kejadian anemia pada WUS.