This Author published in this journals
All Journal JIEM
Rudi Santoso Yohanes
Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Kampus Kota Madiun

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MISKONSEPSI SISWA KELAS XI IPA 2 SMAK SANTO BONAVENTURA MADIUN DALAM MENYELESAIKAN MASALAH BARISAN DAN DERET GEOMETRI Brigita Etik Purwaningsih; Rudi Santoso Yohanes
JURNAL ILMIAH EDUKASI MATEMATIKA (JIEM) Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Kampus Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Mengetahui jenis-jenis miskonsepsi yang terjadi pada siswa dalam menyelesaikan masalah materi barisan dan deret geometri. (2) Mengetahui penyebab siswa mengalami miskonsepsi dalam menyelesaikan masalah materi barisan dan deret geometri. (3) Mengetahui upaya perbaikan siswa yang mengalami miskonsepsi dalam menyelesaikan masalah materi barisan dan deret geometri. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah dua siswa kelas XI IPA 2 SMAK Santo Bonaventura  Madiun. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah tes dan wawancara untuk mengetahui letak miskonsepsi siswa. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh kesimpulan bahwa siswa masih mengalami miskonsepsi dalam menyelesaikan masalah barisan dan deret geometri. Miskonsepsi yang terjadi pada siswa yaitu miskonsepsi terjemahan, miskonsepsi konsep, miskonsepsi strategi, miskonsepsi sistematis dan miskonsepsi hitung. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh : (1) jenis miskonsepsi yang terjadi pada siswa adalah miskonsepsi terjemahan, miskonsepsi konsep, miskonsepsi strategi, miskonsepsi sistematis, miskonsepsi hitung. (2) Penyebab miskonsepsi secara umum disebabkan oleh siswa. Penyebab miskonsepsi yang disebabkan oleh siswa karena prakonsepsi yang salah, penalaran yang tidak lengkap/salah dan kemampuan siswa yang kurang. (3) Upaya yang ditawarkan peneliti untuk mengatasi miskonsepsi yaitu (a) miskonsepsi terjemahan, siswa diminta untuk memahami masalah dengan benar sesuai dengan maksud soal; (b) miskonsepsi konsep, siswa diminta untuk menghubungkan konsep materi yang seharusnya digunakan; (c) miskonsepsi strategi, siswa diminta untuk menentukan dan menggunakan rumus atau prinsip yang tepat; (d) miskonsepsi sistematis, siswa diminta untuk menuliskan langkah-langkah penyelesaian secara runtut dan benar; (e) miskonsepsi tanda, siswa diminta untuk mengkorelasikan simbol yang sesuai dengan penyelesain masalah.