Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PELATIHAN KADER KESEHATAN TENTANG PENCEGAHAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI DESA PERCUT SEI TUAN Ida Suryani Hasibuan; Solihuddin Harahap; Dina Yusdiana Dalimunte
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i1.12326

Abstract

Prevalensi kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di desa Cinta Rakyat Percut Sei Tuan  Lebih dari seperempat balita memiliki berat lahir rendah dan lebih dari seperlima balita memiliki tingkat asupan energi, lemak, dan protein rendah. Balita yang ibunya memiliki tinggi       badan pendek, tingkat asupan lemak rendah, jumlah anggota keluarga banyak dan memiliki sumber   air minum yang tidak terlindungi berisiko mengalami stunting. Faktor dominan terjadibnya  stunting pada balita adalah jumlah anggota rumah tangga. Capaian kegiatan ini adalah kader di desa Percut Sei Tuan,: 1) Kader kesehatan mengetahui terkait pentingnya gizi saat kehamilan, ASI Eksklusif, MPASI dan tumbuh kembang balita 2) Kader kesehatan mengetahui tentang stunting cara mengatasi dan mencegah stunting. 3) Kader kesehatan mengetahui kebutuhan gizi pada balitanya.4) Kader dapat mempraktekan cara penyajian makanan balita. 5) Teratasinya masalah kesehatan balita dengan stunting. 6) Berkurangnya jumlah stunting di desa Percut Sei Tuan. Dan 7) Peningkatan pengetahuan masyarakat terkait PHBS untuk pencegahan stunting.        Metodologi pelaksanaan : 1) Tahap Persiapan, 2) Tahap pelaksanaan, 3) Pemberian Materi Pendidikan Kesehatan dan 4) Monitoring dan evaluasi. Hasil dari kader kesehatan sebelum diberikan pendidikan kesehatan dari 14 responden mayoritas pengetahuan responden cukup sebanyak 7 responden (50,0%) dan kader kesehatan sesudah diberikan pendidikan kesehatan dari 14 responden mayoritas pengetahuan  responden baik sebanyak 11 responden (78,6%). Kesimpulan mayoritas pengetahuan kader kesehatan sebelum mendapatkan penyuluhan berpengetahuan cukup sebanyak 7 responden (50,0%) dan mayoritas pengetahuan kader kesehatan sesudah penyuluhan berpengetahuan baik sebanyak 11 responden (78,6%). Penting diberikan pendidikan kesehatan untuk penurunan stunting.  
Hubungan Pengetahuan Perawat Dengan Pelaksanaan Bantuan Hidup Dasar (BHD) di IGD RS Mitra Sejati Medan Tahun 2022 Elny Lorensi Silalahi; Wiwik Dwi Arianti; Ida Suryani Hasibuan
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2022): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v1i3.105

Abstract

Basic life support or basic life support (BLS) is the first attempt made to maintain life when the patient experiences a threatening situation. Emergency events are unpredictable and can happen anywhere and to anyone. Delays and errors in handling them can have very fatal and irreparable effects in subsequent actions. The purpose of this study was to find similarities, advantages, and disadvantages regarding the description of the knowledge and implementation of basic inhalation assistance (BHD) for emergency nurses in emergency departments. This research method uses a correlational descriptive method. The large number of samples in this study uses a minimum sample of 38 respondents with inclusion and exclusion criteria. Data analysis based on percentage and described in the frequency distribution table. The results of the study show that there is a relationship between knowledge and skills of nurses in carrying out basic life support measures in the emergency department of Mitra Sejati Hospital in Medan. The level of relationship between the two variables is (+/positive) 0.458, which means that the strength of the relationship is at a moderate level of relationship. In addition, this positive relationship means an increase in knowledge followed by an increase in the skills of nurses in carrying out basic life support measures.