Prevalensi kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di desa Cinta Rakyat Percut Sei Tuan Lebih dari seperempat balita memiliki berat lahir rendah dan lebih dari seperlima balita memiliki tingkat asupan energi, lemak, dan protein rendah. Balita yang ibunya memiliki tinggi badan pendek, tingkat asupan lemak rendah, jumlah anggota keluarga banyak dan memiliki sumber air minum yang tidak terlindungi berisiko mengalami stunting. Faktor dominan terjadibnya stunting pada balita adalah jumlah anggota rumah tangga. Capaian kegiatan ini adalah kader di desa Percut Sei Tuan,: 1) Kader kesehatan mengetahui terkait pentingnya gizi saat kehamilan, ASI Eksklusif, MPASI dan tumbuh kembang balita 2) Kader kesehatan mengetahui tentang stunting cara mengatasi dan mencegah stunting. 3) Kader kesehatan mengetahui kebutuhan gizi pada balitanya.4) Kader dapat mempraktekan cara penyajian makanan balita. 5) Teratasinya masalah kesehatan balita dengan stunting. 6) Berkurangnya jumlah stunting di desa Percut Sei Tuan. Dan 7) Peningkatan pengetahuan masyarakat terkait PHBS untuk pencegahan stunting. Metodologi pelaksanaan : 1) Tahap Persiapan, 2) Tahap pelaksanaan, 3) Pemberian Materi Pendidikan Kesehatan dan 4) Monitoring dan evaluasi. Hasil dari kader kesehatan sebelum diberikan pendidikan kesehatan dari 14 responden mayoritas pengetahuan responden cukup sebanyak 7 responden (50,0%) dan kader kesehatan sesudah diberikan pendidikan kesehatan dari 14 responden mayoritas pengetahuan responden baik sebanyak 11 responden (78,6%). Kesimpulan mayoritas pengetahuan kader kesehatan sebelum mendapatkan penyuluhan berpengetahuan cukup sebanyak 7 responden (50,0%) dan mayoritas pengetahuan kader kesehatan sesudah penyuluhan berpengetahuan baik sebanyak 11 responden (78,6%). Penting diberikan pendidikan kesehatan untuk penurunan stunting.