Dian Febrinal
SMPN 44 Sijunjung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENINGKATAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS MELALUI CONTEXTUAL TEACHING LEARNING (CTL) DI KELAS VIII SMP 44 SIJUNJUNG Dian Febrinal
JURNAL KEPEMIMPINAN DAN PENGURUSAN SEKOLAH Vol 1, No 2 (2016): JURNAL KEPEMIMPINAN DAN PENGURUSAN SEKOLAH
Publisher : STKIP Pesisir Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.54 KB) | DOI: 10.34125/kp.v1i2.10

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan aktivitas belajar siswa dan komunikasi matematis setelah menerapkan pendekatan kontekstual (CTL). Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan tiga siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa VIII1 yang terdaftar pada semester 2 tahun pelajaran 2015/2016 dengan jumlah siswa 17 orang. Data pada penelitian ini dikumpulkan melalui lembar observasi dan tes kemampuan komunikasi matematis. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan pendekatan kontekstual pada materi Lingkaran dapat meningkatkan aktivitas dan kemampuan komunikasi matematis siswa di kelas VIII SMPN 44 Sijunjung. Aktivitas siswa mencatat hasil diskusi kelompok/membuat kesimpulan, dan melakukan kegiatan yang relevan mencapai kategori baik sekali. Aktivitas siswa mencatat hal-hal yang penting/intisari dari materi pembelajaran, mengajukan pertanyaan kepada guru, bertanya/memberi penjelasan kepada teman dalam kelompok belajar, dan mempresentasikan hasil diskusi kelompok mencapai kategori baik. Aktivitas siswa merespon/ menjawab pertanyaan guru/ memberikan tanggapan dan aktivitas siswa menyelidiki/ membaca/ mencermati/ menemukan solusi LKS mencapai kategori baik. Nilai rata-rata tes kemampuan komunikasi matematis yang diperoleh adalah mencapai 81,15 dengan persentase ketuntasan siswa mencapai 82%.