Yulela Nur Imama
Indonesia Institute of the Arts Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

VISUALISASI KESUCIAN DEWI KILISUCI DALAM BENTUK KOREOGRAFI LINGKUNGAN MELALUI KARYA TARI SELA SOCA nur imama, yulela
Solah Vol 7, No 1 (2017):
Publisher : Solah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewi Kilisuci merupakan putri dari Raja Airlangga yaitu raja yang pernah memerintah Kerajaan Kadiri. Dewi Kilisuci terkenal dengan cerita kesuciannya dalam melakukan pertapaan. Dalam pertapaan tersebut Dewi Kilisuci memilih Goa Selomangleng untuk melakukan empat lelaku suci menuju kedewataan, sehingga Goa Selomangleng di Kediri hingga sekarang terkenal sebagai tempat pertapaan Dewi Kilisuci. Karya Tari Sela Soca merupakan ide penyajian sebuah karya dalam konteks kesucian Dewi Kilisuci melalui Koreografi Lingkungan yang digagas oleh penata. Karya ini memiliki tujuan komunikatif yaitu menyampaikan dan menunjukkan bahwa Goa Selomangleng memiliki potensi yang besar sebagai media berkarya seni khususnya tari.Karya Tari Sela Soca merupakan gambaran kesucian dari Dewi Kilisuci melalui media ungkap gerak yang didukung oleh pola penataan, iringan, properti, tata rias dan busana serta tata teknik pementasan. Karya Sela Soca menggunakan lingkungan alam Goa Selomangleng sebagai tempat pertunjukan karena dinilai memiliki bentuk alam yang eksotis serta menarik. Gerak sebagai media ungkap dalam karya ini mengadopsi gaya mataraman karena disesuaikan dengan masa dari isi karya tersebut diangkat, pemilihan gerak juga didasarkan pada kondisi alam sebagai respon terhadap lingkungan. Busana yang digunakan penari merupakan inspirasi dari filosofi motif yang terefleksikan ke dalam isi, serta penyesuaian dengan teknik gerak berdasarkan kondisi alam. Penyajian karya ini menggabungkan ritual sebagai keterkaitan lingkungan budaya Goa Selomangleng melalui garapan baru.Kata kunci: Koreografi Lingkungan, Karya Tari Sela Soca, visualisasi kesucian
Masak, Macak, Manak Nowadays through Challenge-Based Research on Nol Dance Creation Yulela Nur Imama; Michiyo Yoneno Reyes
Dewa Ruci: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Vol 16, No 2 (2021)
Publisher : Pascasarjana Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/dewaruci.v16i2.3232

Abstract

Patriarchy in Javanese culture gives birth to gender stratification between women and men. This attitude has an impact on the work delegated to women. This stigma requires women to fulfill cultural values that include 3M, namely masak, macak, manak. This study aims to find out the existence and relevance of the values of masak, macak, and manak, in the form of dance works, and to find out how these values must be maintained. The method used is the method of creation based on the concept of art-based research. This research on the creation of dance works is based on challenges, namely through the process of creating challenges. The study was conducted by challenging ten participants to communicate and do several things intensely, both personally and communally, for seven days online through the "7 days cooking" challenge. The results of this study are in the form of dance performances containing messages of masak, macak, and manak which are displayed live streaming on the Youtube social media channel.