Sang Ayu Made Regitha Megaartha
Politeknik Keuangan Negara STAN

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Optimalisasi dan Adaptasi Kultur Perekonomian Baru di Era Pandemi Covid-19 Guna Menggerakkan Roda Perekonomian Khususnya Pada Usaha Penginapan di Bali Sang Ayu Made Regitha Megaartha
Jurnal Acitya Ardana Vol 1 No 1 (2021): Dinamika Kebijakan Publik
Publisher : Politeknik Keuangan Negara STAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1109.578 KB) | DOI: 10.31092/jaa.v1i1.1085

Abstract

Pembatasan sosial efektif dalam mencegah transmisi Covid-19 tetapi berpotensi merugikan perekonomian. Bisnis yang bergantung pada pelayanan dan komunikasi tatap muka menjadi sangat rentan. Bali, salah satu provinsi yang 80 persen masyarakatnya menggantungkan hidup pada pariwisata, mengalami dampak signifikan pada okupansi penginapan yang menurun dari 60,37 persen pada Juli 2019 menjadi 2,07 persen pada  Juli 2020. Penurunan ini disebabkan oleh kecemasan tertular Covid-19, keraguan akan jaminan keamanan penginapan, serta lockdown yang dilakukan oleh berbagai negara. Menanggapi hal ini, pemerintah menerbitkan istilah new normal. Berdasarkan penelitian, terdapat dua perlakuan yang dapat dilakukan  oleh pemilik usaha penginapan yaitu Lecit (let’s complete it together)  dan Lesy (let us serve you). Lecit ditujukan untuk konsumen yang menginginkan harga murah (penurunan harga drastis) dengan fasilitas protokol kesehatan standar (social distancing, sanitasi yang memadai, dan disinfektan) dan lebih cocok untuk penginapan yang bersifat privat. Lesy ditujukan untuk konsumen yang bersedia membayar harga normal atau penurunan harga wajar dengan fasilitas kesehatan yang maksimal dan lebih cocok untuk penginapan yang memiliki beberapa ruangan penginapan dalam satu lokasi. Kedua solusi tersebut dapat dipertimbangkan karena berdasarkan penelitian, sebanyak 71 persen responden enggan menyewa penginapan karena cemas tertular Covid-19.
Prinsip dan Penerapan Manajemen Proyek Lingkungan pada Proyek-Proyek di Indonesia dalam Rangka Mewujdukan Sustainable Development Goals Sang Ayu Made Regitha Megaartha
Jurnal Acitya Ardana Vol 1 No 1 (2021): Dinamika Kebijakan Publik
Publisher : Politeknik Keuangan Negara STAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1078.618 KB) | DOI: 10.31092/jaa.v1i1.1253

Abstract

The The World Environment Conference in Stockholm in 1972 became clear evidence that environmental problems began to be a concern of various countries around the world, including Indonesia. Humans can not continue to exploit environment for resources and landfills. Environmental project management includes sustainable development aimed at improving the welfare of the community, conserving available natural resources, and ensuring the sustainability of the life of the surrounding environment. This concept is in line with the Sustainable Development Goals which are peace and prosperity for humans and earth, for now and in the future. Indonesia is not the only country that cares about the environment in accordance with the goals of the SGDs. Philippines divides project-affected communities into direct and indirect affected communities. United Kingdom has The European Union (EU) biodiversity strategy which aims to maintain and restore ecosystems. Denmark has The Innovation Network for Environmental Technology (Inno-MT) which is a partnership that supports projects related to waste, air, water and soil. This study aims to understand the principles of sustainable development related to environmental project management and its implementation in Indonesia. In addition, the researcher lists the actions taken by other countries regarding environmental project management to get a wider perspective. Konferensi Lingkungan Hidup Sedunia di Stockholm tahun 1972 menjadi bukti nyata permasalahan lingkungan mulai menjadi perhatian dari berbagai negara di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Manusia tidak dapat terus mengeksploitasi lingkungan untuk sumber daya dan tempat pembuangan limbah. Manajemen proyek lingkungan mencakup pembangunan berkelanjutan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, melestarikan sumber daya alam yang tersedia, dan menjamin keberlangsungan kehidupan lingkungan disekitarnya. Konsep ini sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals yaitu perdamaian dan kemakmuran bagi manusia dan bumi, baik saat ini maupun di masa mendatang. Indonesia bukan satu-satunya negara yang peduli mengenai lingkungan sesuai dengan tujuan SGDs. Negara-negara yang menandatangani PBB juga melakukan hal yang sama. Filipina membagi masyarakat terdampak proyek menjadi masyarakat terkena dampak langsung dan tidak langsung. Inggris memiliki The Eurpean Union (EU) biodiversity strategy yang bertujuan untuk mempertahankan dan memulihkan ekosistem. Denmark memiliki The Innovation Network for Environmental Technology (Inno-MT) yaitu kemitraan yang mendukung proyek yang berhubungan dengan limbah, udara, air dan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk memahami prinsip-prinsip yang digunakan dalam rangka pembangunan berkelanjutan yang berkaitan dengan manajemen proyek lingkungan dan pengimplementasiannya di Indonesia. Selain itu, peneliti mencantumkan tindakan-tindakan yang dilakukan oleh negara lain terkait manajemen proyek lingkungan untuk mendapatkan sudut pandang yang lebih luas
EVALUASI PENYALURAN BANTUAN SOSIAL PROGRAM KELUARGA HARAPAN DI MASA PANDEMI COVID-19 PADA KABUPATEN GIANYAR Sang Ayu Made Regitha Megaartha
Jurnal Acitya Ardana Vol 2 No 1 (2022): Dinamika Kebijaka Publik III
Publisher : Politeknik Keuangan Negara STAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis Program Keluarga Harapan sehubungan dengan arah kebijakan, evaluasi pelaksanaan dengan peraturan terkait, perbedaan penyaluran sebelum dan sesudah pandemi Covid-19, dan kendala penyalurannya di Kabupaten Gianyar, Bali. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan dan studi lapangan. Studi lapangan dilakukan dengan mengobservasi secara langsung Dinas Sosial Kabupaten Gianyar. Wawancara dilakukan dengan melibatkan tiga pihak yaitu 3 (tiga) orang dari Dinas Sosial Kabupaten Gianyar (Sekretaris Dinas, Supervisor Aplikasi SIKS-NG, dan Koordinator Wilayah Program Keluarga Harapan); 1 (satu) orang akademisi yang mengamati perkembangan Program Keluarga Harapan di Bali; dan 10 (sepuluh) orang keluarga penerima manfaat di Kabupaten Gianyar. Hasil menunjukkan bahwa tren jumlah keluarga penerima manfaat cenderung meningkat secara signifikan pada periode tertentu. Penyaluran bantuan sosial Program Keluarga Harapan di Kabupaten Gianyar sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku. Penyaluran Program Keluarga Harapan yang baik harus memenuhi persyaratan 6 T Kementerian Sosial. Dalam hal ini, penyaluran Program Keluarga Harapan di Kabupaten Gianyar  sudah memenuhi 5 dari 6 kaidah.