This Author published in this journals
All Journal WACANA
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : WACANA

Studi Fenomenologi: Ketangguhan (Hardiness) pada Wanita Dewasa Penyandang Disabilitas Tunanetra yang Berwirausaha Bintang Estu Adi
Wacana Vol 13, No 1 (2021)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/wacana.v13i1.178

Abstract

Untuk bertahan dalam wirausaha, penyandang disabilitas tunanetra harus memiliki tingkat ketangguhan (hardiness) yang tinggi. Hardiness (ketangguhan) adalah konstelasi kepribadian yang menjadikan individu lebih tahan dalam menanggulangi efek negatif stresor. Proses hardiness (ketangguhan) adalah: 1) hardy attitudes; 2) hardy coping; 3) hardy social support; 4) hardy health practices.Penelitian ini menjelaskan dinamika proses ketangguhan (hardiness) pada wanita penyandang disabilitas tunanetra yang berwirausaha. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Teknik pemilihan sampel penelitian ini adalah purposive sampling dengan tiga subjek penelitian, wanita usia dewasa awal, penyandang disabilitas tunanetra berwirausaha dan berinisial STI, AFS dan SRA. Metode pengumpulan data penelitian ini adalah wawancara, observasi dan riwayat hidup.Berdasarkan hasil penelitian, motif wirausaha tiap subjek berbeda. Motif wirausaha subjek STI adalah perbaikan ekonomi dan menjadikan sebagai pekerjaan utama. Motif wirausaha subjek AFS adalah membantu suami memperbaiki ekonomi, mandiri finansial dan berbagi dengan lingkungan sekitar melalui wirausaha. Motif wirausaha SRA adalah mencukupi finansial keluarga dan membantu sesama tunanetra untuk belajar. Hambatan STI dalam berwirausaha adalah keterbatasan fisik, sosial dan psikologis, sedangkan pada AFS dan SRA adalah keterbatasan fisik. Proses hardiness yang dilalui ketiga subjek adalah sama, yaitu: 1) hardy attitudes; 2) hardy coping; 3) hardy social support; 4) hardy health practices. Proses tersebut pada akhirnya mengarahkan ketiga subjek untuk mempertahankan wirausaha hingga saat ini.