Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MAKNA TIPOGRAFI ONOMATOPOEIA PADA KOMIK “TIGAN NGASAK BATAVIA” Peter Ardhianto
Gelar : Jurnal Seni Budaya Vol 12, No 1 (2014)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (14295.018 KB) | DOI: 10.33153/glr.v12i1.1501

Abstract

Typography is an element of study in visual communication design related to letter. One of the most uniqueapplications of typography is the combination of letter with sound (onomatopoeia). Typography of onomatopoeiain visual communication design can be found in comic. The font with its own characteristic is combined withthe sound effect and then visualized as a part of text in comic “Tigan Ngasak Batavia” by Bengkel QomikSurakarta. The problem discussed in this research is how the role of typography onomatopoeia in comicanalyzed through sound classification and semiotic approach of Roland Barthes that is denotative andconnotative. The method of qualitative research used includes interview, library study, and document. Theresult of research is that typography onomatopoeia has a function as the story determiner. The dividing ofsound source classification and sound effect in comic is completely spread. Not all of the sound effectpresented in comic “Tigan Ngasak Batavia” shows the original sound. It exactly becomes the attractivenessand stabilization of comedy when the conflict takes place. Typography onomatopoeia in “Tigan NgasakBatavia” has a very important function that is helping audience to hear by eyes. It shows the proof that text incomic has a strong power in conveying messages.Keywords: typography, onomatopoeia, comic, visual communication
Pemanfaatan AI Generatif dalam Eksplorasi Arsitektur Tongkonan ke Desain Kontemporer Gustav Anandhita; Peter Ardhianto; Yonathan Purbo Santosa; Ratih Dian Saraswati; Christian Moniaga
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 20 No. 2 (2026): July 2026
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v20i2.3719

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi transformasi morfologi arsitektur tradisional Tongkonan Toraja ke dalam desain bangunan kontemporer menggunakan Generative AI. Arsitektur Tongkonan menghadapi tantangan adaptasi di tengah modernisasi tanpa kehilangan identitas budayanya. Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimental metode campuran (mixed-method) melalui kajian literatur terhadap anatomi struktural (Rattiang Banua, Kale Banua, dan Sulluk Banua) yang kemudian dikurasi menjadi dataset khusus untuk melatih model AI. Desain dievaluasi melalui kerangka kerja ganda, yakni pengujian komputasional Visual Question Answering (VQA) Score dan analisis arsitektural kualitatif. Hasil pengujian VQAScore menunjukkan kecocokan gambar dan teks perintah (prompt) yang tinggi, dengan tipologi Taman memperoleh skor tertinggi (96%) dan Istana Kepresidenan terendah (81%). Namun, analisis kualitatif mengungkap adanya risiko komodifikasi fasad; meskipun AI efektif mengadaptasi bentuk atap secara visual, filosofi tradisional rentan direduksi menjadi sekadar estetika parametrik dangkal tanpa menerjemahkan hierarki keruangan secara utuh. Selain itu, kelayakan tektonika struktural desain belum teruji secara fisik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa teknologi AI generatif sangat potensial sebagai jembatan eksplorasi visual awal, namun penerapannya dalam preservasi budaya mutlak mensyaratkan validasi rekayasa struktur dan pelibatan pakar budaya. Kontribusi penelitian ini terletak pada pengembangan kebaruan metodologis melalui kerangka kerja evaluasi ganda (dual-evaluation framework) yang mengintegrasikan pengukuran komputasional VQA Score dan analisis arsitektural kualitatif, serta kurasi dataset morfologi spesifik untuk meminimalisasi bias visual AI dalam mendesain arsitektur vernakular.