Darmasti Darmasti
ISI Surakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MAKNA ETIS DAN ESTETIS TARI ADANINGGAR KELASWARA Darmasti Darmasti
Gelar : Jurnal Seni Budaya Vol 11, No 1 (2013)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.661 KB) | DOI: 10.33153/glr.v11i1.1429

Abstract

Adaninggar Kelaswara dance performance is a creativity that comes from Hikayat Amir Hamzahepisodes Putri China (Princess of China). The fame of Wong Agung Menak affects Adaninggar toserve him to be his queen. Adaninggar does not know that a man may only have four wives incustom of Islam. Wong Agung Menak have already had the fourth wife who was also a soldiernamely Kelaswara. Burned by the feeling of owning Wong Agung, there is a duel betweenAdaninggar and Kelaswara Here, Adaninggar can be killed by Kelaswara caused byviolating Ethical value and Islam that is force something. Big jealousy and boastful resulted thedeath of Adaninggar. The dance of Adaninggar Kelaswara contains high aesthetic value that is acreativity of duel between two beautiful women who ignited blind -love emotion. The Aesthetic ofAdaninggar Kelaswara dance can be observed through ‘maju beksan, beksan and mundur beksan’
Makna Simbolik Kesenian Obros sebagai Visualisasi Karya Seni Islami Darmasti Darmasti
PANGGUNG Vol 28, No 3 (2018): Identitas Kelokalan dalam Keragaman Seni Budaya Nusantara
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (725.731 KB) | DOI: 10.26742/panggung.v28i3.538

Abstract

Abstract Obros is an art developed in Petugan, Jebengsari Village, District Salaman, Magelang, Central Java. Obros is a form of folk art using movement patterns of tradition that relies on footwork. Obros was developed from rodhat which was revitalised by a local figure, Badran. Themes of soldiering, heroism, and communality become values that are represented in Obros. This study uses a descriptive approach with the analysis of symbols in the art system to dismantle layers making up this art including the background of the story, movements, actors, fashion, accompaniment, property, and contextualization. Meanwhile, ethenography method is used to collect data in the field. The results show that Obros is not just an artistic object and expression, but also a livelihood and communal power binding. Obros becomes a means of education for the people, both as a review of history, as well as a visionary reflection of the future.Keywords: Obros, symbol, Islamic art AbstrakKesenian Obros adalah kesenian yang berkembang di Dusun Petugan, Desa Jebengsari, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Kesenian Obros adalah sebuah bentuk pertunjukan kesenian rakyat yang menggunakan pola-pola gerak tradisi yang bertumpu pada gerak kaki. Obros merupakan perkembangan dari kesenian rodhat yang direvitalisasi oleh seorang tokoh setempat, yaitu Badran. Tema keprajuritan, kepahlawanan, dan komunalitas menjadi nilai-nilai hidup yang direpresentasikan dalam Obros. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan analisis simbolik untuk membedah lapisan-lapisan yang menyusun kesenian ini di antaranya latar belakang cerita, gerak, pelaku, busana, iringan, properti, dan kontekstualisasi. Adapun metode etnografi digunakan dalam pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesenian Obros bukan sekadar sebuah ekspresi seni, tapi juga sebuah penghidupan dan daya pengikat komunal. Kesenian Obros menjadi sarana pendidikan bagi masyarakat setempat, baik sebagai tinjauan sejarah, refleksi, maupun sebagai pandangan visioner terhadap masa depan.Kata kunci: Obros, simbol, seni Islami
Makna Simbolik Kesenian Obros sebagai Visualisasi Karya Seni Islami Darmasti Darmasti
PANGGUNG Vol 28 No 3 (2018): Identitas Kelokalan dalam Keragaman Seni Budaya Nusantara
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v28i3.538

Abstract

Abstract Obros is an art developed in Petugan, Jebengsari Village, District Salaman, Magelang, Central Java. Obros is a form of folk art using movement patterns of tradition that relies on footwork. Obros was developed from rodhat which was revitalised by a local figure, Badran. Themes of soldiering, heroism, and communality become values that are represented in Obros. This study uses a descriptive approach with the analysis of symbols in the art system to dismantle layers making up this art including the background of the story, movements, actors, fashion, accompaniment, property, and contextualization. Meanwhile, ethenography method is used to collect data in the field. The results show that Obros is not just an artistic object and expression, but also a livelihood and communal power binding. Obros becomes a means of education for the people, both as a review of history, as well as a visionary reflection of the future.Keywords: Obros, symbol, Islamic art AbstrakKesenian Obros adalah kesenian yang berkembang di Dusun Petugan, Desa Jebengsari, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Kesenian Obros adalah sebuah bentuk pertunjukan kesenian rakyat yang menggunakan pola-pola gerak tradisi yang bertumpu pada gerak kaki. Obros merupakan perkembangan dari kesenian rodhat yang direvitalisasi oleh seorang tokoh setempat, yaitu Badran. Tema keprajuritan, kepahlawanan, dan komunalitas menjadi nilai-nilai hidup yang direpresentasikan dalam Obros. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan analisis simbolik untuk membedah lapisan-lapisan yang menyusun kesenian ini di antaranya latar belakang cerita, gerak, pelaku, busana, iringan, properti, dan kontekstualisasi. Adapun metode etnografi digunakan dalam pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesenian Obros bukan sekadar sebuah ekspresi seni, tapi juga sebuah penghidupan dan daya pengikat komunal. Kesenian Obros menjadi sarana pendidikan bagi masyarakat setempat, baik sebagai tinjauan sejarah, refleksi, maupun sebagai pandangan visioner terhadap masa depan.Kata kunci: Obros, simbol, seni Islami