Sunardi Sunardi
ISI Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

NUKSMA DAN MUNGGUH DALAM PERTUNJUKAN WAYANG PURWA GAYA SURAKARTA Sunardi Sunardi
Gelar : Jurnal Seni Budaya Vol 8, No 2 (2010)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (14125.04 KB) | DOI: 10.33153/glr.v8i2.1341

Abstract

Nuksma and mungguh are the aesthetic orientation of wayang purwa performance of Surakarta style. Nuksma (expressive) gives an understanding that the shadow play the puppeteer performs  has the impression of life. Mungguh (logic) shows that the wayang performance that the puppeteer expresses has a conformity with the rules of puppetry. The concepts ofmungguh andnuksma are  formed by three elements, that is, (a) medium; expression, and (c) a pattern of suitability. Medium is the raw material processed into a variety ofgarap material. Expression is understood as the  puppeteer's strength in performing antawecana (dialogues), sabetan, and vocal-instrumental. The pattern of suitability refers to the creation of synergistic relationship between matter, expression,  and the rules of puppetry. The implementation of nuksma and mungguh concepts at the Samodera Mingkalbu scene, the story of Bima Sekti perfomed by Nartasabda can be known through the  expression of catur (talk), sabet and karawitan for wayang performance, the response of the audience and social context of Javanese culture.Key words: nuksma and mungguh, matter, expression, pattern of suitability, puppeteer, wayang performance.
EKSISTENSI FIGUR SEMAR PADA MEDIA VISUAL LOGO STUDI KASUS: LOGO ANGKRINGAN KHAS JOGJA SEMAR Yayah Rukiah; Ranang Agung Sugihartono; Sarwanto Sarwanto; Sunardi Sunardi
Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol 8, No 1 (2025): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni Dan Budaya
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/vh.v8i1.14820

Abstract

Tujuan dari penelitian untuk mengkaji eksistensi figur Semar pada media visual logo, dengan studi kasus pada logo Angkringan Khas Jogja Semar. Figur Semar, sebagai ikon budaya Jawa yang kaya akan makna filosofis, dieksplorasi representasinya dalam konteks branding bisnis kuliner tradisional, yaitu angkringan. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, penelitian ini mengidentifikasi dan menginterpretasikan elemen-elemen visual pada logo Angkringan Khas Jogja Semar yang merepresentasikan figur Semar. Hasil analisis menunjukkan bahwa visual Semar dalam logo tersebut mengadaptasi karakteristik tradisionalnya untuk membangun identitas visual yang kuat dan membedakan angkringan ini dari yang lain. Representasi Semar tidak hanya berfungsi sebagai daya tarik visual, tetapi juga membawa konotasi nilai-nilai Jawa seperti kesederhanaan, kearifan lokal, dan kedekatan dengan masyarakat, yang selaras dengan citra angkringan sebagai ruang sosial dan kuliner yang inklusif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan figur Semar dalam logo Angkringan Khas Jogja Semar secara efektif memperkuat eksistensi merek, membangun identitas visual yang unik, serta memanfaatkan kekayaan budaya lokal sebagai elemen pembeda dalam lanskap bisnis kuliner Yogyakarta