Yusuf Kurniawan
Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENERAPAN SANKSI ADAT TERHADAP PELANGGARAN YANG TERJADI DI TERRITORIAL MASYARAKAT ADAT BADUY Hari Purwadi; Anti Mayastuti; Yusuf Kurniawan
Journal of Law, Society, and Islamic Civilization Vol 4, No 2: Oktober 2016
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jolsic.v4i2.50522

Abstract

This study aimed to find out the types of customary sanction existing and prevailing in Baduy indigenous people and the Baduy indigenous people’s behaviors and the behaviors outside Baduy people considered as customary infringement and to find out the application of customary sanction against the infringement occurring in Baduy indigenous people.          Considering the result of research, it could be concluded that the behaviors prohibited by Baduy custom law in Baduy Dalam indigenous people were different from those in Baduy Luar people and people outside Baduy tribe. Secondly, Baduy indigenous people could be said as appreciating the law pluralism existing in Indonesia; therefore the application of a customary sanction against the infringement committed by the members of Baduy indigenous people could be distinguished from that committed by outsiders.  It could create the effectiveness of law working there.Keywords: Customary Infringement, Customary Sanction Application, Baduy Indigenous People.AbstrakPenelitian ini bertujuan guna mengetahui jenis-jenis sanksi adat yang ada dan berlaku di dalam masyarakat adat Baduy beserta perilaku-perilaku yang dilakukan oleh masyarakat adat Baduy itu sendiri maupun perilaku yang dilakukan oleh masyarakat luar baduy yang dianggap sebagai suatu pelanggaran adat dan juga guna mengetahui penerapan sanksi adat yang berlaku di masyarakat adat baduy terhadap pelanggaran yang terjadi.Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa pertama, perilaku-perilaku yang dilarang oleh hukum adat Baduy berbeda diantara perilaku masyarakat adat Baduy Dalam, Luar dan juga masyarakat luar Baduy. Kedua, masyarakat hukum adat Baduy terbilang menghargai suatu pluralisme hukum yang ada di Indonesia, maka dari itu secara penerapan suatu sanksi adat terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh anggota masyarakat adat Baduy dengan masyarakat luar Baduy juga dibedakan. Hal tersebut mampu menciptakan keefektivan hukum yang berjalan disana.Kata Kunci: Pelanggaran Adat, Penerapan Sanksi Adat, Masyarakat Adat Baduy.