Trisno Santoso
Jurusan Pedalangan Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia Surakarta Jl. Ki Hajar Dewantara 19 Kentingan, Jebres, Surakarta 57126

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

WAYANG GOLEK MENAK SENTOLO Trisno Santoso
Gelar : Jurnal Seni Budaya Vol 14, No 2 (2016)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1314.689 KB) | DOI: 10.33153/glr.v14i2.2082

Abstract

Asal usul dan perkembangan Wayang Golek Menak Sentolo tidak tercatat secara akurat seperti sejarah. Namun sebagian masyarakat di Kulon Progo khusunya di Sentolo selalu ingat dan merasakan kehadiran wayang golek pada masanya. Wayang Golek Menak Sentolo tampil sebagai seni budaya tradisional danmencapai puncak budaya daerah. Tahun 1960 sampai dengan tahun 1975 mengalami kejayaan, kini terpinggirkan hingga menjadi pertunjukan wayang langka.Kata kunci: Wayang Golek Menak, perkembangan.The origins and the development of Wayang Golek Menak Sentolo is not noted accurately in history. However, some people in Kulon Progo especially Sentolo always remember and can feel the existence of wayang golekin its period. Wayang Golek Menak Sentolo exists as an art of traditional culture and reaches the peak of local culture. It reaches the golden age in 1960 until 1975 and now, it is neglected that it becomes a rare wayangperformance.Keywords: Wayang Golek Menak, its development.