AbstrakSeni sastra jawa yang kaya sangat sayang bila hanya tetap menjadi sebuah manuskrip atau catatan tertulis yang tersimpan dalam musium. Keadaan yang demikian tentu tidak semua orang bisa membacanya ataupun mendapatkan akses untuk bisa memanfaatkannya. Dari keadaan tersebut muncul keinginan untuk mencoba membawa kembali khazanah sastra jawa kedalam suatu bentuk karya seni lain dengan harapan agar sastra jawa lebih dikenal dan bisa diapresiasi. Seperti juga Serat Menak yang berasal dari kitab Qissay Emr Hamza, sebuah kesusastraan persia pada pemerintahan Harun Al Rasyid (766-809). Di melayu kisah ini dikenal dengan nama Hikayat Amir Hamza. Salah satu bagian dari Serat Menak adalah Menak Cina. Kisah ini cukup dikenal dalam budaya Jawa Tengah, khususnya Surakarta. Roman tersebut menjadi dikenal oleh jasa R. Ng. Yasadipura I dalam mengubah karya tersebut kedalam bahasa jawa dipadu dengan cerita panji, yang disusun dalam bentuk sekar macapat.Kata kunci: serat menak, literature seni, dan khasanah sastra Jawa. AbstractThe Art literature rich java very fondly if only the remains an manuscripts or a written record stored in museums. The state of being will certainly not everyone can read it or access can use it unit of this condition.Appearing desire to re reading literary into its java a form of artwork another by hope that literature java more famous and can be appreciated as also a letter menak derived from the Qissay Emr Hamza, an outgrowth literature versi in the government Harun Al Rasyid (786 – 809) In malays this story was known as the Hikayat Amir Hanza, one part of fibers menak is menak china. This story is known in central java culture, especially Surakarta. The romance became famous by service R. Ng. Yasadipura in turn to the language of java .In inte- grated centera ensign arranged in the form of is now re macapat.Keywords: fiber menak, art literature, and khazanah literature java.