Liliza Agustin
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Husnuzzhan Dengan Fear Of Missing Out Pada Remaja Pengguna Media Sosial Di Masa Pandemi Covid-19 Di Pekanbaru yonina vivaldie; Liliza Agustin
JURNAL PSIKOLOGI Vol 18, No 2 (2022): Jurnal Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jp.v18i2.16568

Abstract

Pandemi covid-19 menyebabkan peningkatan penggunaan media sosial pada remaja, terkhusus remaja Pekanbaru. Penggunaan media sosial berlebihan dapat mendorong munculnya fear of missing out. Kondisi saat ini harusnya cenderung mendorong terjadinya fear of missing out, namun data menunjukkan hal yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan husnuzzhan dengan fear of missing out pada remaja di masa pandemi covid-19 di Pekanbaru. Populasi penelitian adalah remaja berumur 15 hingga 19 tahun, domisili Pekanbaru, pengguna media sosial, beragama Islam. Sampel berjumlah 270 remaja dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data penelitian menggunakan skala husnuzzhan dari Rusydi (2012) dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,88, dan skala fear of missing out dari Abel, Buff dan Burr (2016) dengan koefisien reliabilitas sebesar 0.87. Metode analisis menggunakan korelasi pearson dengan nilai koefisien korelasi (r) antara husnuzzhan dan fear of missing out sebesar -0,218  (p = 0,000). Penelitian ini memiliki nilai probabilitas (p) yaitu 0,000 lebih kecil dari 0,05 (0,000 ≤ 0,05). Nilai Measures Of Association nilai R squared (r2) = 0,047 artinya menunjukkan bahwa husnuzzhan mempengaruhi fear of missing out sebesar 4,7%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa husnuzzhan memiliki hubungan negatif dengan fear of missing out. Keyword: Husnuzzhan, Fear Of Missing Out, Remaja dan  Pandemi Covid-19
Adaptation and validation of the teacher job performance scale for indonesian teachers Liliza Agustin; Wan Nurul Izza Wan Husin
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 1 (2026): Volume 7 No 1 Juni 2026
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to adapt and validate the Teacher Job Performance Scale (TJPS) for use among Indonesian teachers. The original TJPS developed by Limon and Sezgin-Nartgün (2020) was selected because it offers a multidimensional framework for assessing teacher performance through task performance, contextual performance, and adaptive performance. The adaptation process involved forward translation, expert review, back-translation, focus group discussion, readability testing, and psychometric validation. Data were collected from 202 in-service teachers in Indonesia and analyzed using Confirmatory Factor Analysis (CFA) with AMOS. The initial scale consisted of 37 items, including 16 task performance items, 9 contextual performance items, and 12 adaptive performance items. Four items (TP1, TP2, TP10, and CP9) showed standardized loadings below .50 and were removed. The final 33-item model demonstrated acceptable factor loadings (.511-.960), high construct reliability (CR = .982), and adequate convergent validity (AVE = .625). The overall model fit was acceptable, with χ² = 1993.450, df = 492, χ²/df = 4.052, RMSEA = .078, and CFI = .900. These findings indicate that the Indonesian adaptation of the TJPS is a psychometrically acceptable instrument for assessing teacher job performance, although further validation using broader and more diverse samples is recommended.   Penelitian ini bertujuan untuk mengadaptasi dan memvalidasi Teacher Job Performance Scale (TJPS) agar dapat digunakan pada guru di Indonesia. TJPS yang dikembangkan oleh Limon dan Sezgin-Nartgün (2020) dipilih karena memiliki kerangka multidimensi yang mengukur kinerja guru melalui tiga dimensi, yaitu task performance, contextual performance, dan adaptive performance. Proses adaptasi mencakup penerjemahan, telaah pakar, penerjemahan balik, diskusi kelompok terfokus, uji keterbacaan, dan validasi psikometrik. Data diperoleh dari 202 guru di Indonesia dan dianalisis menggunakan Confirmatory Factor Analysis (CFA) melalui AMOS. Skala awal terdiri atas 37 item, yaitu 16 item task performance, 9 item contextual performance, dan 12 item adaptive performance. Empat item, yaitu TP1, TP2, TP10, dan CP9, memiliki nilai loading terstandar di bawah 0,50 sehingga dikeluarkan dari model. Model akhir dengan 33 item menunjukkan nilai loading yang memadai, yaitu antara 0,511 hingga 0,960, reliabilitas konstruk yang tinggi (CR = 0,982), serta validitas konvergen yang memadai (AVE = 0,625). Indeks kesesuaian model berada pada tingkat yang dapat diterima, yaitu χ² = 1993,450, df = 492, χ²/df = 4,052, RMSEA = 0,078, dan CFI = 0,900. Temuan ini menunjukkan bahwa TJPS versi Indonesia merupakan instrumen yang dapat diterima secara psikometrik untuk mengukur kinerja guru, meskipun validasi lanjutan dengan sampel yang lebih luas masih diperlukan.