Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Konsep Pembiasaan Teknik Self-Management Tazkiyatun Nafsi dalam Menumbuhkan Moralitas Anak Sejak Dini Liliza Agustin
Wacana Vol 11, No 1 (2019)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.535 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v11i1.140

Abstract

Abstrak. Studi ini merupakan bentuk riset dan pengembangan metode. Dilatarbelakangi oleh adanya upaya untuk melahirkan intervensi psikologi islami, peneliti berupaya mengkaji Teknik Self-Management dan Tazkiyatun Nafsi. Model Teknik Self-Management Tazkiyatun Nafsi merupakan upaya pengembangan dari teknik self-management dari Cormier & Nurius yang dipadukan dengan konsep dalam islam yaitu Tazkiyatun Nafsi dari Al-Ghazali. Oleh karenanya intervensi yang menggunakan Teknik Self-Management dengan memadukan Tazkiyatun Nafsi masih belum ada, maka peneliti baru akan mencoba membuat rancangan modul. Teknik Self-Management Tazkiyatun Nafsi memiliki dimensi vertical (teistik) yang menggunakan nilai-nilai tazkiyatun nafsi sebagai acuan dalam mengubah pikiran, perasaan dan perilaku anak melalui latihan dan pembiasaan yang dikemas dengan cara program-program yang disusun oleh orang tua di rumah. Untuk itu langkah yang akan dilakukan adalah: (1) Membuat rancangan modul (2) Uji coba rancangan modul. Harapannya, Teknik Self-Management Tazkiyatun Nafsi dapat diterapkan, dilakukan penelitian, dan bisa dipertimbangkan sebagai konsep yang digunakan oleh orang tua dalam membentuk moralitas anak sejak dini, terutama bagi orang tua Muslim.Kata kunci: moralitas; self management; tazkiyatun nafsi.
Hubungan Husnuzzhan Dengan Fear Of Missing Out Pada Remaja Pengguna Media Sosial Di Masa Pandemi Covid-19 Di Pekanbaru yonina vivaldie; Liliza Agustin
JURNAL PSIKOLOGI Vol 18, No 2 (2022): Jurnal Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jp.v18i2.16568

Abstract

Pandemi covid-19 menyebabkan peningkatan penggunaan media sosial pada remaja, terkhusus remaja Pekanbaru. Penggunaan media sosial berlebihan dapat mendorong munculnya fear of missing out. Kondisi saat ini harusnya cenderung mendorong terjadinya fear of missing out, namun data menunjukkan hal yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan husnuzzhan dengan fear of missing out pada remaja di masa pandemi covid-19 di Pekanbaru. Populasi penelitian adalah remaja berumur 15 hingga 19 tahun, domisili Pekanbaru, pengguna media sosial, beragama Islam. Sampel berjumlah 270 remaja dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data penelitian menggunakan skala husnuzzhan dari Rusydi (2012) dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,88, dan skala fear of missing out dari Abel, Buff dan Burr (2016) dengan koefisien reliabilitas sebesar 0.87. Metode analisis menggunakan korelasi pearson dengan nilai koefisien korelasi (r) antara husnuzzhan dan fear of missing out sebesar -0,218  (p = 0,000). Penelitian ini memiliki nilai probabilitas (p) yaitu 0,000 lebih kecil dari 0,05 (0,000 ≤ 0,05). Nilai Measures Of Association nilai R squared (r2) = 0,047 artinya menunjukkan bahwa husnuzzhan mempengaruhi fear of missing out sebesar 4,7%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa husnuzzhan memiliki hubungan negatif dengan fear of missing out. Keyword: Husnuzzhan, Fear Of Missing Out, Remaja dan  Pandemi Covid-19