This Author published in this journals
All Journal Greget
Dwi Yasmono
Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

SIMBOLISME TARI MAHESA JENAR RARA WILIS DALAM UPACARA PERKAWINAN ADAT JAWA SURAKARTA Dwi Yasmono
Greget Vol 15, No 2 (2016)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1159.73 KB) | DOI: 10.33153/grt.v15i2.2423

Abstract

AbstrakPada umumnya orang-orang atau penduduk di daerah Surakarta yang mempunyai hajat dalam penyelenggaraan perkawinan biasanya menggunakan seni pertunjukkan sebagai pelengkap upacara. Tari berbentuk pasihan (sepasang lelaki dan perempuan yang menggambarkan percintaan) merupakan salah satu seni pertunjukkan yang ada pada acara tersebut. tari pasihan banyak macamnya, di antaranya Tari Enggar-Enggar, Tari Driasmara,Tari Karonsih, Tari Lambangsih, Tari Langen Asmara, Tari Yudasmara, serta Tari Mahesa Jenar Rara Wilis. Tari pasihan Mahesa Jenar Rara Wilis yang sarat akan petuah/nasihat tergambar dalam sebuah koreografi yang sangat apik dengan penataan sedemikian rupa oleh seorang empu tari Keraton Kasunanan Surakarta. S. Maridi berharap dalam menyusuntarian tersebut kesan yang dimunculkan dapat terserap sebagai nasihat dan sekaligus sebagai tuntunan di samping sebagai hiburan. Pesan yang diungkapkan dalam tari pasihan Mahesa Jenar Rara Wilis dapat ditangkap oleh semua orang dengan kadar kedalaman arti yangberbeda-beda tergantung tebal wawasan dan kecerdasan estetika penikmat seni. Kata Kunci: Upacara Perkawinan, Tari Mahesa Jenar Rara Wilis, Simbol AbstractIn general, the people in the Surakarta region who have intent in organizing marriages typically use performing arts as a complement to the ceremony. Pasihan shaped dance (a pair of man and woman who portray romance) is one of the performing arts performed at the event. There are many kinds of pasihan dance, including Enggar-Enggar Dance, Driasmara Dance, Karonsih Dance, Lambangsih Dance, Asmara Langen Dance, Yudasmara Dance, and Mahesa Jenar Rara Wilis Dance. Mahesa Jenar Rara Wilis pasihan dance that is full of advices and counselsis depicted in a very slick choreography with the arrangement as such by a dance master from Keraton Kasunanan Surakarta. S. Maridi hopes in compiling that dance, the impression given can be absorbed as an advice as well as a guidance,beside as an entertainment. Messages expressed inMahesa Jenar Rara Wilis pasihan dance can be captured by all people at different depth level of meaning, depending on the thicknessof intellegence and aesthetic insight of connoisseurs of art.Keywords: Marriage Ceremony, Mahesa Jenar Rara Wilis Dance, Symbol.