Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Kajian Sex Education dalam Kitab Tarbiyah al-Aulad fi al-Islam Widya Alfan Nurrohmah; Suparno Suparno
FATAWA: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 1 (2021): FATAWA: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37812/fatawa.v2i1.368

Abstract

Sex education still a taboo for the majority of the community, even though it is very important to making children aware of the phenomena in their bodies when they are puberty, as preventing children sexual violence which is increasingly happening. This study to provide sex education for pre-puberty children as an effort to prevent children sexual violence in Tarbiyah al-Aula>d fi> al-Islam. This study uses a literature study method using data collection techniques and documentation presented descriptively. The results showed that pre-puberty children, sexual education emphasized the ethics of asking for permission and maintaining views. Both ethics are taught using awareness, warning, and bonding to adjust the child's age in order to understand the phenomena that occur in his body when he is puberty. So in conclusion, sex education must be delivered before the child reaches puberty to know the rights and obligations as a Muslim and to prevent sexual violence.
Konsep Penguatan Nilai Moral Anak Menurut Kohlberg Suparno Suparno
ZAHRA: Research and Tought Elementary School of Islam Journal Vol. 1 No. 2 (2020): ZAHRA: Research And Tought Elmentary School Of Islam Journal
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37812/zahra.v1i2.124

Abstract

Masalah moral menjadi sebuah masalah yang sekarang ini sangat banyak meminta perhatian, terutama bagi para pendidik, ulama, pemuka masyarakat dan para orang tua. Banyaknya info tentang criminal kepada anak-anak, seperti yang terjadi di beberapa daerah yang hampir setiap minggu diberitakan di berbagai media, baik media cetak maupun elektronik. dalam tulisan ini ingin lebih banyak konsep nilai moral dari Kohlberg beserta perkembanganya yang akan di integrasikan dengan moral dalam pandagan islam. Hasil menunjukkan bahwa Kohlberg memaparkan dengan Teori yang memandangan bahwa penalaran moral, yang merupakan dasar dari perilaku etis mempunyai enam tahapan perkembangan yang dapat teridentifikasi. Ia mengikuti perkembangan dari keputusan moral seiring penambahan usia yang semula diteliti Piaget, yang menyatakan bahwa logika dan moralitas berkembang melalui tahapan-tahapan konstruktif. Kohlberg memperluas pandangan dasar ini, dengan menentukan bahwa proses perkembangan moral pada prinsipnya berhubungan dengan keadilan dan perkembangannya berlanjut selama kehidupan, walaupun ada dialog yang mempertanyakan implikasi filosofis dari penelitiannya LATAR BELAKANG
Perempuan Dalam Pandangan Feminis Muslim Suparno Suparno
Fikroh: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol. 8 No. 2 (2015): Fikroh: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Sekolah Tinggi Agama Islam Al Azhar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37812/fikroh.v8i2.3

Abstract

Perempuan dalam kajian keislaman telah menempati posisi yang sangat puncak. Studi dialogis tentang perempuan telah banyak dibahas oleh para pegiat gender, khususnya pembahasan mengenai kesetaraan gender. Di antara tokoh-tokoh feminis pegiat hak-hak perempuan dan kesetaraan gender adalah Qasim Amin, Amina Wadud Muhsin, Fatimah Mernissi, dan Asghar Ali Engineer. Mereka memandang perempuan dalam kacamata berpikir mereka masing-masing. Tulisan ini hanya menyajikan beberapa pendapat tokoh-tokoh feminis tersebut, namun untuk kajian lebih mendalam masih banyak lagin pikiran para tokoh feminis muslim yang lain. Kata Kunci: Perempuan, Feminis Muslim, gender
Executive Summary Harmoni Empat Agama dalam Satu Desa Suparno Suparno
Fikroh: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol. 9 No. 2 (2016): Fikroh: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Sekolah Tinggi Agama Islam Al Azhar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37812/fikroh.v9i2.26

Abstract

Studi Pemahaman Terhadap Nilai Pluralitas dan Toleransi Beragama di Desa Polagan Kecamatan Galis Kabupaten Pamekasan
Problematika Dan Tantangan Pendidikan Pondok Pesantren Di Era Informasi Suparno Suparno
Fikroh: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol. 11 No. 1 (2018): Fikroh: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Sekolah Tinggi Agama Islam Al Azhar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37812/fikroh.v11i1.35

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis masalah yang dihadapi oleh pondok-pondok pesantren yang ada di Gresik dan peran aktif mereka berpartisipasi dalam pelaksanaan tujuan pendidikan nasional Indonesia. Penelitian ini menggunakan studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Jumlah partisipan dalam penelitian ini meliputi Pengasuh /pimpinan pondok pesantren, guru/ustadz Pengajar, dan pengelola yang bekerja di basis pendidikan islam tersebut. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan teknik diskusi kelompok. Hasil observasi disajikan secara deskriptif. Analisis data hasil wawancara dimulai dengan mentranskrip hasil, melakukan pengecekan ulang, menghilangkan bagian yang tidak diperlukan, dan mengodifikasi hasil untuk dijadikan tema-tema. Data hasil diskusi kelompok disajikan untuk memperkuat data hasil wawancara, dikodifikasi, dan dianalisis. Pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa problematika yaitu kurangnya tenaga pengajar yang berkualitas, metode pengajaran yang masih bersifat tradisional dan belum banyak variasi, kebijakan kurikulum yang berubah- ubah, fasilitas pendidikan yang belum memadai, dan keuangan pesantren yang belum dapat mencukupi.
Problematika Pendidikan Moral Di Sekolah Dan Upaya Pemecahannya Suparno Suparno
Fikroh: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol. 12 No. 1 (2019): Fikroh: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Sekolah Tinggi Agama Islam Al Azhar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37812/fikroh.v12i1.42

Abstract

Sekolah merupakan sebuah lembaga yang berusaha memproses input yang berupa siswa menjadi out put yang tidak hanya menguasai pengetahuan dari salah satu ranah saja, melainkan dari ketiga ranahnya yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik secara komprehensif termasuk di dalamnya pendidikan moral. Namun kenyataannya, sering dijumpai penyimpangan perilaku siswa, yang pada akhirnya muncul adanya degradasi moral pada siswa. Sekolah akan bermakna lebih jika sudah menerapkan pendidikan moral pada siswa secara totalitas.
Peran Dakwah Jamaah Hadrah Hubbun Nabi Dalam Meningkatkan Semangat Aktivitas Keagaman Remaja Desa Tanjungan Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik Suparno Suparno
Fikroh: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol. 12 No. 2 (2019): Fikroh: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Sekolah Tinggi Agama Islam Al Azhar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37812/fikroh.v12i2.52

Abstract

Islam is a religion of da'wah, meaning religion that always encourages its adherents to always active Islamic teachings. Even the advanced pullback of Muslims relies heavily on the da'wah activities it does. Da'wah can be done by means of Bill-oral, Bil Qalam, bil of things and can go through various forums as long as its purpose is to invite to live the command of Allah SWT in the form of faith and exempvises his apostles. Through Da'wah which is filled with Dhikrullah, praise the Prophet Muhammad with the accompaniment of the music that will captivate the society especially the youth follow the religious activities carried out by the congregation Sulthan. From the background, there will be a desire from researchers to know the extent of the role of the propagation of the Congregation of the Hubbun Prophet in increasing the spirit of the activity of youth religious activities village of Driyorejo District of Gresik Regency. And what are the encouraging factors in increasing the spirit of the youth's religious activities. This research uses qualitative descriptive research. Data collection using observations, interviews, and documentation. Through interviews and observations it is known that the main subjects studied were the youth members of the Hubbun prophet. The results showed that the mosque returned to life with all the religious activities and the taxon of youth by the worshippers of the Prophet Hubbun. This activity is done by preaching the congregation is a dhikr, shalawat with the suffix Sulthan rebana, Tahlil, Ad-Diba'i, Yellow Book and others. With the dhikr and Shalawat the youth will feel calm in their souls so that they can think clearly and do good things. And through the Mauidzah Hasanah and good guidance can affect the morality and the lives of the youth who follow the congregation of the Sulthan. The spirit, cooperation, feeling of sincerity and high sacrifice from the managers in spending time for the activities of the congregation and the community who are conducive to make the activities of the Congregation of the Prophet Hubbun can run well. Keywords: da'wah, Hadrah, religious activity.
Kajian Sex Education dalam Kitab Tarbiyah al-Aulad fi al-Islam Widya Alfan Nurrohmah; Suparno Suparno
FATAWA: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 1 (2021): FATAWA: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37812/fatawa.v2i1.368

Abstract

Sex education still a taboo for the majority of the community, even though it is very important to making children aware of the phenomena in their bodies when they are puberty, as preventing children sexual violence which is increasingly happening. This study to provide sex education for pre-puberty children as an effort to prevent children sexual violence in Tarbiyah al-Aula>d fi> al-Islam. This study uses a literature study method using data collection techniques and documentation presented descriptively. The results showed that pre-puberty children, sexual education emphasized the ethics of asking for permission and maintaining views. Both ethics are taught using awareness, warning, and bonding to adjust the child's age in order to understand the phenomena that occur in his body when he is puberty. So in conclusion, sex education must be delivered before the child reaches puberty to know the rights and obligations as a Muslim and to prevent sexual violence.
Konsep Penguatan Nilai Moral Anak Menurut Kohlberg Suparno Suparno
ZAHRA: Research and Tought Elementary School of Islam Journal Vol. 1 No. 2 (2020): ZAHRA: Research And Tought Elmentary School Of Islam Journal
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37812/zahra.v1i2.124

Abstract

Masalah moral menjadi sebuah masalah yang sekarang ini sangat banyak meminta perhatian, terutama bagi para pendidik, ulama, pemuka masyarakat dan para orang tua. Banyaknya info tentang criminal kepada anak-anak, seperti yang terjadi di beberapa daerah yang hampir setiap minggu diberitakan di berbagai media, baik media cetak maupun elektronik. dalam tulisan ini ingin lebih banyak konsep nilai moral dari Kohlberg beserta perkembanganya yang akan di integrasikan dengan moral dalam pandagan islam. Hasil menunjukkan bahwa Kohlberg memaparkan dengan Teori yang memandangan bahwa penalaran moral, yang merupakan dasar dari perilaku etis mempunyai enam tahapan perkembangan yang dapat teridentifikasi. Ia mengikuti perkembangan dari keputusan moral seiring penambahan usia yang semula diteliti Piaget, yang menyatakan bahwa logika dan moralitas berkembang melalui tahapan-tahapan konstruktif. Kohlberg memperluas pandangan dasar ini, dengan menentukan bahwa proses perkembangan moral pada prinsipnya berhubungan dengan keadilan dan perkembangannya berlanjut selama kehidupan, walaupun ada dialog yang mempertanyakan implikasi filosofis dari penelitiannya LATAR BELAKANG
Perempuan Dalam Pandangan Feminis Muslim Suparno Suparno
Fikroh: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol. 8 No. 2 (2015): Fikroh: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Sekolah Tinggi Agama Islam Al Azhar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37812/fikroh.v8i2.3

Abstract

Perempuan dalam kajian keislaman telah menempati posisi yang sangat puncak. Studi dialogis tentang perempuan telah banyak dibahas oleh para pegiat gender, khususnya pembahasan mengenai kesetaraan gender. Di antara tokoh-tokoh feminis pegiat hak-hak perempuan dan kesetaraan gender adalah Qasim Amin, Amina Wadud Muhsin, Fatimah Mernissi, dan Asghar Ali Engineer. Mereka memandang perempuan dalam kacamata berpikir mereka masing-masing. Tulisan ini hanya menyajikan beberapa pendapat tokoh-tokoh feminis tersebut, namun untuk kajian lebih mendalam masih banyak lagin pikiran para tokoh feminis muslim yang lain. Kata Kunci: Perempuan, Feminis Muslim, gender