Joko Daryanto
Dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNS Surakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

SEKATEN DAN LEGITIMASI KEKUASAAN RAJA KARATON SURAKARTA Joko Daryanto
Keteg: Jurnal Pengetahuan, Pemikiran dan Kajian Tentang Bunyi Vol 16, No 1 (2016)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (800.146 KB) | DOI: 10.33153/keteg.v16i1.1769

Abstract

Sekaten telah ada sejak zaman Demak yang berfungsi sebagai salah satu sarana penyebaran agamaIslam di Pulau Jawa. Ide penyebaran agama Islam dengan gamelan Sekaten dimunculkan oleh walisanga, sembilan pemimpin Islam penasehat Sultan Demak I (Raden Patah) pada abad ke -16.Penggunaan gamelan Sekaten sebagai sarana penyebaran agama Islam yang dimulai sejak zamanDemak mengalami pasang surut, artinya pada periode tertentu gamelan Sekaten tidak menampakkaneksistensinya. Setelah runtuhnya Demak, tidak ditemukan informasi yang jelas tentang keberadaangamelan Sekaten. Perjalanan Kasultanan Demak pasca keruntuhan akhirnya sampai pada masapemerintahan Sultan Agung, raja terbesar Mataram. Sultan Agung berusaha kembali menghidupkansimbol-imbol keagungan seorang raja, sejak saat itu gamelan Sekaten memiliki peran baru, yaitu sebagaipusaka kepraboning nata atau dengan kata lain sebagai salah satu alat legitimasi kekuasaan raja atausarana untuk memperkuat kedudukan seorang raja. Sampai pada masa Karaton Surakarta, raja-rajaSurakarta masih menggunakan Sekaten sebagai alat legitimasi kekuasaan. Bahkan dalam periodetertentu, penyelenggaraan Upacara Sekaten dilakukan secara besar-besaran. Penyelenggaraan upacaratradisi karaton yang dilaksanakan dengan secara besar-besaran sangat berkaitan dengan usahamenunjukkan kebesaran raja beserta perangkat pendukungnya. Dengan cara ini diharapkankewibawaan karaton serta kedudukan raja diakui oleh masyarakat. Melalui penyelenggaraan upacaraSekaten, kewibawaan Karaton Surakarta dapat ditunjukkan kepada masyarakat. Kebesaran sebuahupacara sangat berkaitan dengan kultus kemegahan, hal ini dikarenakan kultus kemegahan merupakansalah satu cara untuk menunjukkan kewibawaan raja Surakarta.Kata kunci: Sekaten, alat legitimasi kekuasaan raja, kultus kemegahan.