Sukesi Sukesi
Jurusan Pedalangan Fakultas Seni Pertunjukan ISI Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kedudukan Dan Konsep-Konsep Sindhènan Tradisi Jawa Timur Surabayan Sukesi Sukesi
Lakon Jurnal Pengkajian & Penciptaan Wayang Vol 15, No 2 (2018)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.886 KB) | DOI: 10.33153/lakon.v15i2.2998

Abstract

This paper focuses on the East Java Sindhènan Surabayan with the problems namely what form of gending that requires Sindhènan; how is the position of sindhènan in the presentation of Surabayan East Javanese traditional music; and how is the view of the East Javanese musicians about the aesthetic aspects of East Javanese Surabayan Sindhènan presentation? To answer this problem the ethno-art approach is used. The research data is obtained through literature studies, observations, and interviews. The results show that East Javanese Surabayan gending that involve Sindhènan elements is gending which has a similar form with srepegan, ayak-ayakan, ketawang, ladrang, ketawang gending, and kethuk loro kerep composition in karawitan Surakarta style. East Javanese Surabayan gendhing that require the sindhènan are gecul (humorous) and gobyog (crowded). The East Javanese Sindhènan Surabayan text is dominated by a parikan, while senggakan, isèn-isèn, and wangsalan represent a 'new' development which is influenced by the Central Javanese sindhenan, especially the Surakarta style. The concept of ngepas and nungkak is a tendency to the treatment of East Java sindhenan Surabayan because it is considered in accordance with technique of tabuhan.Keywords: sindhènan, East Java Surabayan, Position, Concept
Pemberdayaan Potensi Seni Masyarakat Desa Caruban Kecamatan Kandangan Kabupaten Temanggung Jawa Tengah Sukesi Sukesi
Abdi Seni Vol 10, No 1 (2019)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6081.633 KB) | DOI: 10.33153/abdiseni.v10i1.3035

Abstract

AbstrakPengembangan  Potensi  Seni  Masyarakat  Desa  Caruban,  Kecamatan  Kandangan,  Kabupaten Temanggung adalah salah satu program pengabdian pada masyarakat tematik yang bertujuan untuk mengembangkan potensi seni yang dimiliki suatu daerah. Program pengabdian ini dilatar belakangi oleh potensi desa tersebut terutama potensi seninya, dan juga sosial masyarakat yang berkembang tetapi belum ada suatu arahan yang tersetruktur. Desa Caruban, Kecamatan Kandangan Kabupaten temanggung, adalah salah satu desa yang memiliki berbagai potensi yang berkembang antara lain karawitan, tari, pedalangan dan didukung geliat sosial masyarakat dan pemuda desa. Tujuan pengabdian ini adalah mengatasi permasalahan mitra yang terjadi di lapangan, diantaranya adalah kurangnya tenaga pelatih yang memiliki kemampuan praktis dan akademis, untuk menjelaskan dan menciptakan bentuk kesenian baru sebagai alternatif garapan, maupun pembangun karakter bagi siswa-siswa di sekolah dan masyarakat umum. Metode pengabdian ini dilakukan dengan memberikan pelatihan-pelatihan dengan cara pelatihan secara langsung maupun apresiasi bentuk kesenian melalui rekaman audio-visual yang berguna sebagai penambah pengetahuan serta pemacu semangat berkesenian, sekaligus sebagai tawaran terhadap bentuk baru dalam berkesenian yang sesuai dengan kebutuhan dan kepribadian masyarakat  Desa  Caruban, Kecamatan,  Kandangan  Kabupaten  Temanggung.  Adapun  hasil luaran dari program pengabdian pada masyarakat ini adalah pementasan drama tari, karawitan, pengenalan wayang dan membuat desain bank sampah.Kata kunci: Desa Caruban Potensi Kesenian, Drama tari, Pengenalan Wayang, Bank Sampah. AbstractThe  Development  of  Community Art  Potential  in  Caruban  Village,  Kandangan,  Temanggung  is one of the service programs for thematic communities that aims to develop the artistic potential of an area.  This service  program is motivated  by the  potential of the  village, especially  its artistic potential, and also the social community that develops but there is no structured direction yet. Caruban  is  one  of  the  villages  that  has  a  variety  of  developing  potentials  including  karawitan, dance, puppetry and supported by social and community stretching of village youth. The purpose of this service is to overcome the problems of partners that occur in the field, including the lack of trainers who have practical and academic abilities, to explain and create new forms of art as an alternative claim, as well as character building for students in schools and the general public. This dedication method is  carried out by providing training by means  of hands-on training and appreciation  of  the  art  form  through  audio-visual  recordings  that  are  useful  as  an  addition  to knowledge  and  stimulating  enthusiasm  for  the  arts,  as  well  as  an  offer  for  new  forms  of  art  in accordance  with  the  needs  and  personalities  of  the  people  of  Caruban  . The  outputs  from  the community service program are staging dance dramas, musical performances, introducing puppets and making garbage bank designs.Keywords: Caruban Village Artistic Potential, Dance Drama, Puppet Introduction, Garbage Bank.