Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

IDENTIFIKASI DAN HITUNG ANGKA KAPANG PADA KULIT APEL PASCA PANEN DI DAERAH BATU, MALANG M. Yunas Alfanda
Jurnal SainHealth Vol 4, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Faculty of Health Sciences Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/jsh.v4i1.712.25-29

Abstract

Kurangnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan pangan, membuat banyak terjadi kasus kontaminasi bahan pangan oleh mikroba. Salah satu mikroba yang mencemari bahan pangan adalah kapang. Penelitian ini bertujuanuntukmengidentifikasi dan menghitung jumlah kapang penyebab pembusukan pada kulit buah apel pascapanen di daerah Batu, Malang. Kapang adalah jamur multiseluler yang memiliki hifa yang menjadi ciri khas pembeda dengan khamir. Selain itu, kapang juga dapat menghasilkan mikotoksin yang berbahaya bagi kesehatan manusia. Sampel diambil secara acak dari perkebunan apel di daerah Batu. Identifikasi menggunakan metode Mounting Block dan media Saboroud Dextrose Agar (SDA), dan penghitungan jumlah kapang menggunakan metode Angka Kapang Khamir Cawan Tuang. Identifikasi mengguanakan mikroskop dengan perbesaran 400x, diamati berdasarkan morfologi hifa, konidia dan konidiofornya. Hasil penelitian menunjukkan adanya Aspergillus niger pada kulit buah apelsebanyak 5×101sampai 7×101. Kapang jenis inipaling mudah dijumpai padabuah-buahan. Selain pada buah-buahan, Aspergillus niger juga bisa diisolasi dari tanah, udara, dan serasah daun. Perlakuan buah apel pascapanen dan waktu penyimpanan berpengaruh pada jumlah kapang yang tumbuh. Batas cemaran mikroba untuk buah apel (kategori buah kering) pada jenis cemaran mikroba kapang adalah <5 x 101.