Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA DI SMKN 1 PURWOKERTO Dwi Andi Purnomo
Widya Komunika Vol 8 No 1 (2018): WIDYA KOMUNIKA - JURNAL KOMUNIKASI DAN PENDIDIKAN
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (10.389 KB) | DOI: 10.20884/1.wk.2018.8.1.1396

Abstract

danya pengaruh model pembelajaran terhadap siswa dapat dilihat dari hasil belaar yangdicapai. Salah satu model pembelajaran yang digunakan untuk memberi motivasi dan hasilbelajar siswa adalah model Kooperatif Tipe Jigsaw. Model ini digunakan pada pembelajaranmata pelajaran matematika kelas XI Kompetensi Keahlian Multimedia SMKN 1 Purwokerto.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Tujuan dari penelitianeksperimen ini adalah untuk menyelidiki apakah ada: (1) Pengaruh pembelajaran model Jigsawdan model konvensional dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. (2) Pengaruh pembelajaranmodel Jigsaw dan model konvensional dalam meningkatkan hasil belajar siswa. (3) pengaruhantara motivasi belajar siswa dengan hasil belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitianeksperimen kuasi yaitu pembelajaran Jigsaw untuk meningkatkan motivasin dan hasil belajarsiswa. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI Multimedia SMKN 1 Purwokerto. Analisis datamenggunakan uji t independent dan t dependent, serta analisis regresi sederhana. Hasil penelitiandiperoleh kesimpulan: (1) Motivasi belajar siswa pada kelompok pembelajaran model Jigsawlebih tinggi dibandingkan kelompok konvensional. (2) Hasil belajar siswa pada kelompokpembelajaran model Jigsaw lebih tinggi dibandingkan kelompok konvensional. (3) Motivasibelajar siswa berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa. Jadi dapatdisimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara motivasi belajar dan hasil belajarsiswa yang diajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dan modelpembelajaran konvensional.
KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIFE TIPE JIGSAW DITINJAU DARI KEAKTIFAN DAN PRESTASI BELAJAR SISWA DI SMKN 1 PURWOKERTO Dwi Andi Purnomo
Widya Komunika Vol 5 No 2 (2015): Jurnal Komunikasi dan Pendidikan WIDYA KOMUNIKA
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.wk.2015.5.2.931

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis: (1) efektifitas pembelajaran model Jigsaw dan model konvensional dalam meningkatkan keaktifan belajar siswa. (2) efektifitas pembelajaran model Jigsaw dan model konvensional dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. (3) pengaruh antara keaktifan belajar siswa dengan prestasi belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen kuasi yaitu pembelajaran Jigsaw untuk meningkatkan keaktivan dan prestasi belajar siswa. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI Multimedia dan kelas XI TKJ SMKN 1 Purwokerto. Analisis data menggunakan uji t independent dan t dependent, serta analisis regresi sederhana. Hasil penelitian diperoleh kesimpulan: (1) Keaktifan belajar siswa pada kelompok pembelajaran model Jigsaw lebih tinggi dibandingkan kelompok konvensional. (2) Prestasi belajar siswa pada kelompok pembelajaran model Jigsaw lebih tinggi dibandingkan kelompok konvensional. (3) Keaktifan belajar siswa berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar siswa. Implikasi dari hasil penelitian yaitu: (1) Pembelajaran model Jigsaw diterapkan dalam kegiatan pembelajaran pada materi lainnya agar dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. (2) Sekolah meningkatkan kemampuan guru dalam menerapkan model pembelajaran Jigsaw dengan cara mengikutkan guru dalam pelatihan atau workshop. (3) Guru meningkatkan kreativitas dalam pelaksanaan pembelajaran model Jigsaw seperti dalam membagi siswa dalam kelompok dan mendorong setiap siswa untuk lebih aktif dalam mengikuti pembelajaran.