This Author published in this journals
All Journal Pendhapa
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

BENTUK DAN MAKNA MOTIF PORONG NAGA RAJA PADA INTERIOR PENDAPA AGENG TAMAN BUDAYA JAWA TENGAH DI SURAKARTA Indarto -
Pendhapa Vol 3, No 2 (2012)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (847.724 KB) | DOI: 10.33153/pendhapa.v3i2.1205

Abstract

Artikel ini adalah hasil dari penelitian tentang motif Porong Naga Raja pada elemen estetikainterior Pendapa Ageng Taman Budaya Jawa Tengah di Surakarta. Permasalahan penelitianini terkait dengan ‘bentuk dan makna’, dimaksudkan untuk mengidentifikasi bentuk danmengungkap makna motif Porong Naga Raja. Mengungkap bentuk menggunakan KajianEstetika dengan pendekatan konsep desain berdasarkan struktur seni, yaitu: unsur rupa,meliputi unsur garis, bangun, rasa permukaan, warna, ruang dan waktu. Dasar-dasarpenyusunan atau prinsip disain, meliputi paduan harmoni-selaras, paduan kontras, paduanirama-repetisi, dan paduan gradasi-harmoni menuju kontras. Hukum penyusunan atauasas disain, meliputi kesatuan, keseimbangan, kesederhanaan, aksentuasi, dan proporsi.Mengungkap makna digunakan pendekatan estetika nusantara oleh Dharsono yaitu,seni merupakan tuntunan (mempunyai makna filosofi) sekaligus tontonan (bentuk yangterdiri dari pengulangan pola yang terdiri dari kumpulan motif, ditata dengan indah). Hasilpenelitian menunjukkan motif Porong Naga Raja muncul dengan tiga bentuk, yaitu: 1). Figurnaga dengan tampilan visual berupa kepala naga memakai mahkota raja. Keberadaannyamenempati bidang saka dan balok blandar. 2). Figur naga dengan tampilan visual nagasecara utuh, kepala naga dengan mahkotanya, badan posisi berdiri (seperti huruf S), danekor dengan ujung berbentuk kudhup bunga melati. Keberadaannya pada singup dan padalampu gantung utama pendapa ageng. 3). Figur naga dengan tampilan visual naga berkakiempat, mempunyai rumbai seperti jilatan ujung api pada keempat kaki dan ujung ekornya.Keberadaannya terdapat pada lampu payung terbalik. Pemaknaan figur naga dalam bentukmotif porong naga raja secara keseluruhan adalah mengenai ajaran kepemimpinan dansebagai falsafah yang mengandung nilai-nilai tuntunan dalam kehidupan.Kata-kata kunci: Motif Porong Naga Raja, tuntunan, tontonan.