Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peran persepsi keterlibatan orang-tua dan strategi pengasuhan terhadap parenting self-efficacy Stephanie Yuanita Indrasari; Laily Affiani
Jurnal Psikologi Sosial Vol 16 No 2 (2018): August
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Indonesia dan Ikatan Psikologi Sosial-HIMPSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.184 KB) | DOI: 10.7454/jps.2018.8

Abstract

Pada anak usia kanak-kanak madya anak mengalami perubahan di beberapa aspek kehidupannya. Hal tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi orangtua untuk menjalankan proses pengasuhan yang positif. Pengasuhan yang dilakukan orangtua terhadap anak akan memengaruhi perilaku anak. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh persepsi keterlibatan orangtua (ayah dan ibu) dan strategi pengasuhan secara bersama-sama terhadap parenting self-efficacy. Pengukuran persepsi keterlibatan orangtua menggunakan alat ukur Reported Father Involvement Scales (Finley & Schwartz, 2004) dan Reported Mother Involvement Scales (Finley, Mira, & Schwartz, 2008), sedangkan pengukuran strategi pengasuhan menggunakan alat ukur Parenting Strategies Questionnaire (Laforce, 2004). Pengukuran parenting self-efficacy menggunakan alat ukur Self-Efficacy for Parenting Task Index (Coleman & Karraker, 2000). Partisipan dalam penelitian ini adalah 270 orangtua (ayah atau ibu, boleh tidak berpasangan) yang berusia pada rentang 25-45 tahun dan memiliki anak yang usianya kanak-kanak madya (5-12 tahun). Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh persepsi keterlibatan ayah dan strategi pengasuhan secara bersama-sama secara signifikan terhadap parenting self-efficacy F (2, 267) = 13,805, p<0,01. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh persepsi keterlibatan ibu dan strategi pengasuhan secara bersama-sama secara signifikan terhadap parenting self-efficacy F (2, 267) = 11,021, p<0,01. Pada penelitian ini parenting self-efficacy dapat diprediksi oleh persepsi keterlibatan orangtua di masa lalu dan strategi pengasuhan.
Peran Pendidikan Profesi, Efikasi, dan Dukungan Sosial dalam Memprediksi Perilaku Inovatif Guru Satwika Parama Nandini; Stephanie Yuanita Indrasari
Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP) Vol 8, No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.364 KB) | DOI: 10.22146/gamajop.74544

Abstract

Menjadi inovatif merupakan salah satu kunci keberlangsungan suatu organisasi, termasuk institusi pendidikan. Guru, sebagai pemegang peran krusial dalam institusi pendidikan juga amat perlu mengembangkan perilaku inovatif agar dapat mencapai tujuan pendidikan di abad ke-21. Studi korelasional dilakukan untuk meneliti apakah keikutsertaan pada pendidikan profesi, efikasi guru, dan dukungan sosial di sekolah memprediksi perilaku inovatif pada guru sekolah dasar di Jakarta, Bogor, Bekasi, dan Depok. Sebanyak 234 partisipan mengisi kuesioner self-report untuk mengukur ketiga variabel tersebut. Analisis regresi majemuk dilakukan untuk mengolah data yang diperoleh. Hasil penelitian menemukan bahwa ketiga variabel signifikan memprediksi perilaku inovatif guru, namun pada dimensi yang berbeda-beda dari perilaku inovatif guru. Selain itu, dukungan sosial ditemukan menjadi kontributor terbesar dalam memprediksi perilaku inovatif guru. Implikasi dari hasil yang ditemukan menunjukkan urgensi pengembangan aspek pendidikan, personal, dan sosial guru agar dapat menerapkan perilaku inovatif dalam kesehariannya.
Kontribusi Academic Self-Efficacy dan Iklim Sekolah terhadap Kepuasan Hidup Siswa SMA Puti Annisa Utari; Lucia R. M. Royanto; Stephanie Yuanita Indrasari
Jurnal Ilmiah Psikologi MIND SET Vol 8 No 02 (2017): Desember
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/mindset.v8i02.332

Abstract

Teenage students who were previously accustomed to relying on adults, are expected to be independent and start thinking about their future. If they do not have enough mental readiness to deal with demands from their environment, it is feared that it can cause negative emotions that can result in the emergence of behavioral problems, such as depression and delinquency. These behavioral problems if not addressed immediately, will risk the poor development of students. Students are worried that they willfail to master the positive abilities that adults should have, such as the ability to control emotions and behave responsibly. Considering that students spend almost all of their time in school, the physical environment and social environment in schools should have a role in helping students to get through adolescence with positive self-development. Therefore, this study attempts to investigate the contribution of factors related to academic matters, namely academic self-efficacy and school climate on student life satisfaction. This study uses a quantitative approach using academic self-efficacy questionnaires, school climate, and student life satisfaction. The final respondents obtained were 211 class XII students from SMAN 5, SMAN 6,and SMAN 7 Depok. The data obtained were analyzed by multiple linear regression test. The results showed that academic self-efficacy and school climate had a significant contribution to student life satisfaction, both simultaneously and partially. No significant differences were found in the measurement of life satisfactionbetween female and malerespondents.