Paper ini menghasilkan sebuah konsep keterpaduan antara upaya rehabilitasi mangrove dengan wisataedukasi sebagai solusi inovatif dalam mitigasi bencana di Sei Pakning dalam kacamata arsitektur lanskap.Lokasi yang diambil dalam penelitian ini adalah di Pangkalan Jambi yang kondisinya sudah terdapat“Mangrove Education Center (MEC)”. Penelitian ini bertujuan untuk mendesain pengelolaan lanskap yangterintegrasi dengan memperhatikan tiga kepentingan yakni perlindungan ekologis, pelestariankeanekaragaman hayati dan pemanfaatan ekonomi. Melalui tahapan inventarisasi, analisis, sintesis,konseptualisasi dan perencanaan wisata berbasis sumber daya tempatan, ketiga kepentingan dalampemanfaatan hutan mangrove dapat diwujudkan. Aspek perlindungan ekologi dilakukan dengan penetapanbatas-batas kelola. Aspek pelestarian keanekaragaman hayati dilakukan dengan pengayaaan jenis melaluipembibitan mangrove serta pendidikan lingkungan kepada publik. Sementara itu, pada aspek pemanfaatanekonomi, dilakukan ujicobabudidaya ikan nila salin dengan pola wanamina. Aspek lain yang diintegrasikanadalah upaya mitigasi bencana pesisir dengan pembuatan “Hybrid Engineering” atau modifikasi strukturAlat Pemecah Ombak (APO) sederhana. Aspek pemberdayaan institusional juga tidak dilepaskan daridesain agar tingkat kemanfaatan bagi masyarakat dapat tercapai. Sebagai kesimpulan, desain lanskap hutanmangrove Pangkalan Jambi dapat digunakan sebagai salah satu pendekatan dalam penataan kawasansecara berkelanjutan karena telah memadukan banyak kepentingan tanpa harus saling mengganggu.Kata Kunci: desain lanskap, Pengelolaan lanskap terpadu, Mitigasi bencana, Mangrove, Pesisir