Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISA KEBUTUHAN AIR BERSIH DI KOTA MEDAN SUMATERA UTARA Salomo Simanjuntak; Eben Oktavianus Zai; Michael Halomoan Tampubolon
Jurnal Visi Eksakta Vol. 2 No. 2 (2021): Jurnal Visi Eksakta : Edisi Juli
Publisher : LPPM Universitas HKBP Nommensen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (697.574 KB) | DOI: 10.51622/eksakta.v2i2.389

Abstract

The water that humans really need is good quality water, which is commonly known as clean water. Clean water is one type of water-based resource that is of good quality and is commonly used by humans for consumption or in carrying out their daily activities including sanitation. The most important thing is clean water is a basic human need which greatly affects human health. The stages in completing this Final Project are first to collect the required data from the Central Bureau of Statistics and BAPPEDA Medan City with literature reviews and ask questions directly to related parties about the required data. Then the calculation of the projected population in the city of Medan using the geometric, arithmetic method. The next stage is calculating the need for clean water in Medan City and calculating the maximum daily water needs and peak hours.
PENANAMAN POHON BUAH (JAMBU DAN DURIAN) SEBAGAI UPAYA PENGHIJAUAN, KETAHANAN PANGAN, DAN PEMANFAATAN LAHAN KOSONG DI SILAHISABUNGAN, DAIRI Sundari Daratista Nababan; Romito Halomoan Triwandi Sianturi; Yoel Gidion Panjaitan; Rossy Peswarissa Marpaung; Juan Putra Perdana Silalahi; Eben Oktavianus Zai
Jurnal Pengabdian Multidisiplin Indonesia (JUPEMI) Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : Merwinspy Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69820/jupemi.v3i3.484

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan lahan kosong di Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi, melalui penanaman pohon buah (jambu dan durian) sebagai upaya integratif penghijauan dan ketahanan pangan. Menggunakan desain metodologi aksi partisipatif (Participatory Action Research), program ini melibatkan kolaborasi aktif antara mahasiswa, Pemerintah Desa Silalahi 1, dan masyarakat setempat dalam tahapan observasi, persiapan lahan, hingga penanaman. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh bibit 30 pohon buah berhasil ditanam dengan pola tata letak yang terencana pada lahan yang sebelumnya tidak produktif. Secara dampak lingkungan, kegiatan ini berhasil mentransformasi lahan kritis menjadi area hijau produktif, sementara secara sosial, program ini memperkuat kapasitas masyarakat dalam pengelolaan lahan berkelanjutan. Implikasi pendidikan dari kegiatan ini menekankan pada model pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang menumbuhkan tanggung jawab sosial dan kesadaran ekologis. Secara jangka panjang, pemanfaatan lahan ini diproyeksikan menjadi instrumen kebijakan lokal dalam mendukung ketahanan pangan mandiri dan peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat Silahisabungan.
SOSIALISASI ANTI-BULLYING UNTUK MEWUJUDKAN SEKOLAH AMAN DI SD NEGERI 034796 SILALAHI Sariwita Rajagukguk; Novriyanti Pebriyola Manik; Samuel Shaun Jeremi Manik; Yosuanto Sidabutar; Ferdinan Brema Bangun; Eben Oktavianus Zai
Jurnal Pengabdian Multidisiplin Indonesia (JUPEMI) Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : Merwinspy Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69820/jupemi.v3i3.493

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilatarbelakangi oleh tingginya kasus perundungan di satuan pendidikan Indonesia dan rendahnya kesadaran siswa di UPT SD Negeri 034796 Silalahi, Kabupaten Dairi. Tujuan utamanya adalah meningkatkan pemahaman siswa tentang pengertian, jenis, dampak, pencegahan, dan penanganan perundungan untuk membangun lingkungan sekolah aman dan ramah anak. Kegiatan unik ini membedakan diri dari program konvensional melalui pendekatan edukasi partisipatif yang mengintegrasikan pemaparan PowerPoint interaktif, bernyanyi lagu anti-perundungan, serta sesi berbagi pengalaman lisan-tertulis, dilaksanakan pada 24 Februari 2026 melibatkan 50 siswa kelas II dan V.  Hasil terukur menunjukkan efektivitas metode: pemahaman siswa meningkat 75% berdasarkan pre-post test (dari 28% menjadi 82% siswa paham konsep kunci), dengan partisipasi 100% dalam sesi interaktif. Dari 16 cerita pengalaman yang terkumpul, teridentifikasi perundungan verbal (81,25%), fisik (68,75%), sosial (50%), serta kasus pemerasan oleh kakak kelas; 62,5% pelaku menyatakan penyesalan pasca-kegiatan. Rekomendasi mencakup program pencegahan berkelanjutan, kotak aduan, pelatihan guru, serta keterlibatan orang tua dan pemangku kebijakan. Implikasi praktisnya, model ini dapat direplikasi di sekolah pedesaan lain untuk deteksi dini perundungan melalui cerita siswa.